Banten

Jaringan Telekomunikasi Terganggu Imbas Banjir dan Longsor di Sumut, Kemkomdigi Sebut 495 Site Mati

Andi Syafrani | 27 November 2025, 13:46 WIB
Jaringan Telekomunikasi Terganggu Imbas Banjir dan Longsor di Sumut, Kemkomdigi Sebut 495 Site Mati

AKURAT BANTEN - Layanan telekomunikasi di sejumlah wilayah Sumatera Utara terganggu setelah banjir dan longsor melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga pada Rabu (26/11). Gangguan ini menyebabkan akses komunikasi warga terputus di beberapa titik yang terdampak paling parah.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi terkait kerusakan infrastruktur telekomunikasi dari sejumlah operator yang beroperasi di kawasan tersebut. Infrastruktur milik Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, dan XL Axiata tercatat mengalami gangguan.

Baca Juga: Berstatus Darurat Hidrometeorologi: 10 Wilayah Aceh Dikepung Banjir selama Berhari-hari, Puluhan Ribu Warga Terdampak

“Berdasarkan data sebaran infrastruktur PMT, pada wilayah tersebut terdapat infrastruktur telekomunikasi milik PT Telekomunikasi Selular, PT Indosat Tbk, dan PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk,” tulis Kemkomdigi dalam keterangan resminya, Kamis.

Dari pemantauan sementara, banjir menyebabkan 495 site telekomunikasi tidak berfungsi. Angka tersebut setara dengan 1,42 persen dari total 34.660 site yang ada di seluruh Provinsi Sumatera Utara.

Meski terlihat kecil secara persentase, namun site yang mati berada di wilayah yang terdampak langsung bencana sehingga memengaruhi komunikasi masyarakat.

Baca Juga: Siap-siap! Pemerintah Kebut Program Magang Nasional Gelombang 3, Cek Tanggalnya Disini

Kemkomdigi menjelaskan site-site tersebut mengalami gangguan karena dua faktor utama, yaitu padamnya aliran listrik PLN dan terganggunya jaringan transmisi. Kondisi ini membuat perangkat tidak bisa beroperasi dan membutuhkan catu daya alternatif untuk sementara waktu.

Untuk memulihkan layanan, operator seluler kini mengerahkan tim teknis guna menghidupkan site menggunakan genset sebagai sumber listrik cadangan. Namun, mobilisasi teknisi di lapangan terkendala kondisi akses yang masih terputus akibat banjir dan longsor.

“Kendala terbesar saat ini adalah akses jalan yang belum sepenuhnya bisa dilewati sehingga distribusi genset ke lokasi menjadi tidak optimal,” ujar Kemkomdigi dalam laporannya.

Baca Juga: Bahasa Portugis Masuk Kurikulum? Pemerintah Masih Hitung Kesiapan Ajar di Sekolah

Tim di lapangan juga terus memantau ketinggian air dan titik-titik rawan longsor untuk memastikan keselamatan teknisi. Jika kondisi memungkinkan, perbaikan dilakukan secara bertahap mulai dari site prioritas yang melayani area permukiman padat.

Kemkomdigi menambahkan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), PLN, serta pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan infrastruktur dan memastikan layanan komunikasi dapat kembali normal secepat mungkin.

Layanan telekomunikasi dinilai krusial untuk kebutuhan informasi warga, proses evakuasi, hingga koordinasi penanganan bencana.

Baca Juga: Bea Cukai Banten Gagalkan Penyelundupan Jutaan Batang Rokok Ilegal dan 4 Kg Sabu Sepanjang November

Di tengah proses perbaikan, masyarakat diminta tetap waspada dan menggunakan layanan komunikasi secara bijak. Pemerintah juga mengimbau agar warga tetap mengutamakan keselamatan dan mengikuti arahan petugas mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi berlanjut. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC