Banten

Bahasa Portugis Masuk Kurikulum? Pemerintah Masih Hitung Kesiapan Ajar di Sekolah

Andi Syafrani | 27 November 2025, 12:56 WIB
Bahasa Portugis Masuk Kurikulum? Pemerintah Masih Hitung Kesiapan Ajar di Sekolah

AKURAT BANTEN - Pemerintah tengah menimbang kemungkinan memasukkan pelajaran bahasa Portugis ke sekolah sebagai bagian dari perluasan program bahasa asing. Langkah ini muncul seiring upaya memperluas pilihan bahasa yang bisa dipelajari siswa, sekaligus menjawab kebutuhan kompetensi global yang semakin beragam.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan pembahasan tersebut masih dalam tahap kajian. Ia menegaskan bahwa pemerintah membuka ruang untuk hadirnya lebih banyak bahasa asing, terutama yang dinilai relevan dengan kebutuhan masa depan peserta didik.

Baca Juga: DRAMA BARU ISTRI VIRGOUN! Terperosok ke Lubang yang Sama, Inara Rusli Dilaporkan Kasus Zina, Bukti Rekaman CCTV 'Full 2 Jam' Bikin Geger

Usai menghadiri rapat bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (26/11/2025), Abdul mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada lima bahasa asing tambahan yang tersedia dalam kurikulum. Mata pelajaran itu mencakup Bahasa Arab, Perancis, Mandarin, Jepang, dan Korea.

Menurutnya, lima bahasa itu terbukti memberi alternatif pilihan yang semakin luas bagi siswa dalam memperkaya wawasan lintas budaya. Karenanya, muncul wacana untuk menambah bahasa Portugis sebagai opsi baru guna memperkaya skema pembelajaran.

“Bahasa asing sudah menjadi fokus pengembangan kurikulum. Pemerintah melihat pentingnya kemampuan berbahasa untuk menyiapkan peserta didik menghadapi dunia yang semakin kompetitif,” ujarnya.

Baca Juga: Bea Cukai Banten Gagalkan Penyelundupan Jutaan Batang Rokok Ilegal dan 4 Kg Sabu Sepanjang November

Abdul juga mengingatkan bahwa pemerintah sedang memperkuat pondasi penguasaan bahasa Inggris sejak jenjang sekolah dasar.

“Saat ini yang wajib itu bahasa Inggris, dan mulai tahun 2027 kita mulai mengajarkan bahasa Inggris dari kelas 3 SD,” katanya.

Ia menilai penurunan tingkat kelas untuk pengajaran bahasa Inggris merupakan langkah strategis agar kemampuan dasar siswa terbentuk lebih cepat. Dalam kerangka itu, bahasa Portugis menjadi salah satu opsi yang dianggap punya potensi kuat.

“Nanti kemungkinan juga bisa diajarkan bahasa Portugis,” ucapnya, menegaskan bahwa segala bentuk rencana masih bersifat kajian awal.

Baca Juga: Belasan Warga Mengadu, Satu Anggota DPRD Kota Tangerang Terancam Terseret Kasus Dugaan Penipuan Jual-Beli Tanah

Namun, ia menekankan bahwa keputusan final tidak bisa diambil secara terburu-buru. Pemerintah harus memastikan kesiapan guru, materi ajar, hingga sarana prasarana di berbagai wilayah.

“Semua sangat bergantung pada kesiapan gurunya, bagaimana kesiapan sarana prasarananya,” tutur Abdul.

Ia menjelaskan bahwa tanpa dukungan tenaga pengajar yang kompeten, mata pelajaran baru hanya akan menimbulkan ketimpangan di sekolah-sekolah yang belum siap. Karena itu, pemerintah sedang mengukur secara detail kesiapan ekosistem pendidikan.

Baca Juga: EKSKLUSIF: Gelombang Jutaan Jemaah Ijtima Ulama Mulai Padati Merak, Polda Lampung Siagakan 1.612 Personel!

Abdul menegaskan bahwa hingga saat ini, bahasa asing selain bahasa Inggris masih berada dalam skema mata pelajaran pilihan. Artinya, jika bahasa Portugis jadi ditambahkan, posisinya kemungkinan besar tetap sebagai pilihan, bukan pelajaran wajib.

“Nanti tentu saja kalau sekarang ini skemanya masih merupakan bahasa asing pilihan,” ujarnya. 

Dengan demikian, perluasan ini diharapkan dapat memberi ruang bagi sekolah dan siswa untuk memilih bahasa yang paling relevan dengan kebutuhan dan minat mereka, tanpa membebani sekolah yang belum siap dari segi SDM maupun fasilitas.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC