Banten

Gibran Ditantang Hentikan MBG Usai Kasus Keracunan, Langkah Pemerintah Jadi Sorotan

Aullia Rachma Puteri | 17 September 2026, 19:12 WIB
Gibran Ditantang Hentikan MBG Usai Kasus Keracunan, Langkah Pemerintah Jadi Sorotan
GIBRAN DIMINTA HENTIKAN MBG

AKURAT BANTEN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menghadapi sorotan publik setelah muncul kasus dugaan keracunan yang menimpa sejumlah pelajar.

Situasi tersebut turut memunculkan perdebatan mengenai langkah pemerintah, termasuk sikap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam menangani persoalan tersebut.

Jurnalis sekaligus pegiat media sosial Ahmad Arif menjadi salah satu pihak yang menyampaikan kritik terhadap pelaksanaan program tersebut.

Ia secara terbuka menantang Gibran untuk mengambil langkah lebih jauh dengan menghentikan program MBG.

Baca Juga: Infrastruktur IT Badan Gizi Nasional Lumpuh, Sinkronisasi Data MBG di Lapangan Kacau

Pernyataan itu disampaikan Ahmad melalui akun X pribadinya pada Rabu, 16 September 2026.

Ia sebelumnya menyoroti imbauan Gibran kepada para siswa agar membawa makanan dari rumah sebagai tindakan sementara setelah muncul kasus dugaan keracunan.

Menurut Ahmad, anjuran tersebut merupakan langkah yang patut diperhatikan.

Namun, ia mempertanyakan apakah Gibran akan mengambil keputusan yang lebih tegas dengan meminta program MBG dihentikan, terutama setelah muncul persoalan kesehatan yang dialami sejumlah penerima manfaat.

Baca Juga: Anggaran Dipangkas Rp 30 Triliun, BGN Tetap Targetkan 72,4 Juta Penerima MBG pada 2027

Tantangan tersebut merupakan pendapat dan kritik pribadi Ahmad Arif.

Hingga kini, tidak ada keputusan resmi pemerintah yang menyatakan program MBG dihentikan secara nasional.

Pemerintah justru menyatakan adanya evaluasi terhadap pelaksanaan program, khususnya terkait tata kelola dan keamanan pangan.

Sebelumnya, Gibran mengunjungi sejumlah pelajar yang menjalani perawatan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Baca Juga: Geger! Pengasuh Ponpes Al-Husna Jepara Sebut Terima MBG Hukumnya Haram, Ini Alasannya

Kunjungan dilakukan di RS Efarina Etaham dan RSU Amanda Berastagi pada Jumat, 11 September 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Gibran meminta keluarga tidak memaksakan anak-anak kembali mengikuti kegiatan sekolah apabila kondisi kesehatan mereka belum sepenuhnya pulih.

Ia juga menyarankan agar siswa membawa bekal yang disiapkan dari rumah.

Imbauan tersebut disampaikan dalam konteks kehati-hatian bagi anak-anak yang terdampak maupun masih menjalani pemulihan.

Baca Juga: BGN Ungkap Penyebab Insiden MBG di Karo, Ikan Dibiarkan 12 Jam di Suhu Ruangan

Dengan demikian, pernyataan Gibran mengenai bekal dari rumah tidak sama dengan pengumuman penghentian MBG secara menyeluruh.

Selain menemui keluarga korban, Gibran juga menyampaikan permintaan maaf atas nama pemerintah.

Ia memastikan biaya perawatan para korban ditanggung negara dan meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG.

Evaluasi tersebut mencakup tata kelola dan aspek keamanan pangan.

Baca Juga: Geger! Pengasuh Ponpes Al-Husna Jepara Sebut Terima MBG Hukumnya Haram, Ini Alasannya

Hal ini menjadi penting mengingat program MBG melibatkan penyediaan serta distribusi makanan dalam jumlah besar kepada penerima manfaat di berbagai daerah.

Sorotan terhadap program MBG pun tidak hanya berkaitan dengan keberlanjutannya, tetapi juga menyangkut mekanisme pengawasan.

Mulai dari pemilihan bahan makanan, proses pengolahan, distribusi, hingga makanan diterima oleh siswa menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam memastikan keamanan pangan.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Gibran juga disebut membawa dokter pribadinya saat mengunjungi korban di Karo.

Baca Juga: Bukannya Minta Maaf, Bupati Karo Malah Sebut Kasus Keracunan MBG Berastagi ‘Berita Baik’, Publik Geram!

Dokter tersebut diminta tinggal sementara untuk membantu memantau kondisi para siswa yang terdampak.

Pemerintah juga menyatakan akan memfasilitasi biaya rujukan bagi korban yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Di tengah berbagai kritik tersebut, belum terdapat informasi mengenai keputusan untuk menghentikan MBG secara nasional.

Kritik Ahmad Arif menjadi bagian dari perdebatan publik mengenai bagaimana pemerintah seharusnya merespons persoalan keamanan pangan dalam program tersebut.

Baca Juga: Radar MBG Diluncurkan BGN, Orang Tua Kini Bisa Cek Menu Makan Bergizi Gratis

Ke depan, perhatian publik akan tertuju pada hasil evaluasi BGN serta langkah perbaikan yang dilakukan pemerintah.

Persoalan keamanan makanan menjadi salah satu aspek penting dalam keberlangsungan program, terutama karena penerima manfaatnya berasal dari kelompok masyarakat yang membutuhkan perlindungan dan pengawasan.

Dengan demikian, tantangan agar MBG dihentikan masih merupakan pendapat dari pihak di luar pemerintah.

Sementara keputusan resmi terkait keberlanjutan program tetap berada pada pemerintah dan kebijakan yang akan diambil setelah proses evaluasi.

Baca Juga: Kronologi Satpam Dapur MBG Ciputat Curi 1.700 Ompreng, Uangnya Dipakai Beli Narkoba

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.