BGN Ungkap Penyebab Insiden MBG di Karo, Ikan Dibiarkan 12 Jam di Suhu Ruangan

AKURAT BANTEN - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono atau Mas Dar mengungkap dugaan insiden keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), yang diduga terjadi akibat kelalaian saat proses pengolahan bahan baku ikan.
Dari hasil investigasi sementara, ditemukan sebagian ikan tidak disimpan dalam freezer, melainkan dibiarkan pada suhu ruangan selama 12 jam bahkan lebih.
"Kami coba cek investigasi sementara. Jadi, itu kelalaian ada pada pengolahan. Jadi bahan baku ikan itu sebagian besar dimasukkan ke freezer, ada sekitar 300 atau 200 atau 300 ekor yang tidak masuk ke freezer itu kemudian ditaruh di suhu ruangan dalam kurun waktu 12 sampai lebih dari 12 jam," kata Mas Dar saat mengunjungi korban di Rumah Sakit Haji Medan, Minggu (16/8).
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya kelalaian serius dalam proses pengolahan makanan.
Baca Juga: Bukan Sekadar Dicopot! Sudaryono Ancam Pecat Tak Hormat Kepala SPPG yang Lalai
Mas Dar menegaskan bahwa tidak boleh ada kesalahan dalam penyediaan makanan MBG karena berkaitan langsung dengan keselamatan para penerima manfaat.
"Tidak boleh ada kelalaian, tidak boleh! Zero tolerance, enggak boleh lalai! Dan saya minta kepala dapur atau siapapun yang merasa enggak sanggup kerja, kau keluar saja daripada kemudian membahayakan nasib nyawa seseorang," kecam Mas Dar.
BGN, lanjutnya, akan memperketat penerapan standar keamanan pangan di seluruh dapur MBG.
Sekitar 27.000 kepala dapur yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia diminta lebih memperhatikan setiap tahapan dalam proses pengolahan dan penyajian makanan.
Sementara itu, Mas Dar menyampaikan kondisi salah satu korban yang menjalani perawatan di PICU Rumah Sakit Haji Medan mulai menunjukkan perkembangan positif setelah tiga hari mendapat penanganan medis.
Meski demikian, pasien tersebut masih harus menjalani perawatan intensif.
Mas Dar berharap kondisi korban terus membaik sehingga dalam waktu dekat dapat dipindahkan dari ruang PICU menuju ruang perawatan biasa.
"Kondisi (korban) di sini sudah dua hari, ini hari yang ketiga. Menurut laporan, sudah membaik. Jadi, dibandingkan pertama kali masuk dan kemarin dan hari ini, sudah lebih baik. Tapi memang masih di ICU. Saya berharap sesegera mungkin bisa betul-betul membaik satu sampai dua hari ini. Enggak usah dua hari lah, kalau bisa satu hari, gitu," pungkasnya.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Makin Tegang! Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Tinggal Ditunggu, Dokumen UTS Insearch Jadi Sorotan
- 2Viral Kapolri Suyudi Baru Dilantik, Komisi III DPR Langsung Sambangi Rumahnya: Ada Apa? Isu Pejabat Polri Arogan Jadi Sorotan
- 3BPEK DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Raih Award of Appreciation di Success Business Mastery
- 4Pendopo Gandeng Batik Indra Loka Perluas Pasar Busana Motif Lokal Lintas Generasi
- 5Viral di Jakarta! Surat Asli Bupati Sigi Berisi Permohonan Bantuan Jembatan Malah Jadi Bungkus Nasi Pecel, Ini Isi Lengkapnya
- 6Fantastis! Orang Superkaya Indonesia Diproyeksi Tembus 6.966 Orang, Pertumbuhannya Nomor 1 Dunia, Ini Penyebabnya
- 7Geger! Guru ICM Serpong Jadi Tersangka Kekerasan Seksual, Dugaan Child Grooming Terungkap
- 8FINAL Indonesia vs Thailand Bikin Heboh! 67 Ribu Tiket Ludes, SUGBK Dipastikan Penuh Sesak, GARUDA Dibanjiri Dukungan
- 9Sesko Cedera Lagi, Manchester United Bisa Panik! 3 Striker Ini Berpotensi Jadi Solusi Januari 2027
- 10Dari Bangku Cadangan Jadi Pahlawan! Michael Olise Ungkap Instruksi Zidane yang Bikin Belgia Hancur









