Jadi Ketua IKA STISNU Tangerang, Ari Sujatmiko Ajak Alumni Satukan Gagasan Tanpa Sekat

AKURAT BANTEN - Ketua Umum terpilih Ikatan Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (IKA STISNU) Nusantara Tangerang, Ari Sujatmiko, berkomitmen mengarahkan roda organisasi pada program pengabdian masyarakat dan kemandirian kelembagaan.
Target tersebut menjadi fokus utama kepengurusannya pasca-terpilih dalam kongres alumni yang berlangsung di Tangerang, Banten, Minggu (20/9/2026).
Ari menjelaskan, orientasi organisasi ke depan akan difokuskan pada optimalisasi kompetensi dan jaringan alumni untuk melahirkan program kerja yang berdampak langsung bagi publik serta almamater.
"Kita harus membangun IKA bukan untuk kebesaran nama pengurus, tetapi untuk kebesaran manfaatnya. Ikatan Alumni ini harus menjadi tempat berkumpulnya pikiran, tenaga, dan gagasan untuk kemudian dikembalikan kepada almamater dan masyarakat banyak. Sebab, setinggi-tingginya ilmu pengetahuan, puncaknya adalah manifestasi dari pengabdian kepada masyarakat," kata Ari.
Baca Juga: Hari Ini Heboh! Andre Taulany dan Amanda Rigby Resmi Jadi Suami Istri
Untuk merealisasikan target tersebut, Ari menekankan pentingnya kemandirian organisasi melalui skema gotong royong antar alumni yang memiliki latar belakang profesi beragam.
Oleh karena itu, menurutnya potensi internal harus menjadi modal utama untuk menjadi penggerak lembaga mencapai tujuan tersebut.
“Kita harus percaya pada kekuatan sendiri. Alumni memiliki kompetensi, jaringan, dan pengalaman yang beragam. Kalau semuanya kita satukan dalam semangat gotong royong, IKA STISNU tidak akan menjadi organisasi yang hanya menunggu bantuan, tetapi menjadi organisasi yang mampu menciptakan gagasan, membangun jejaring, dan melahirkan karya-karya nyata di tengah masyarakat," tutur Ari.
Langkah penguatan substansi organisasi ini sejalan dengan pandangan pihak kampus. Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Keagamaan STISNU Nusantara Tangerang, KH Mohamad Mahrusillah, mengingatkan agar kepengurusan baru menghindari program kerja yang bersifat seremonial.
Baca Juga: TNI AL Temukan 3 Jenazah di KM Virgo Transport 8, Tim Kopaska Pecahkan Kaca Kapal
Kampus mendorong alumni mengembangkan riset sosial-keagamaan serta memposisikan diri sebagai mitra kritis pemerintah.
"Program kerja harus memiliki tujuan, indikator, keberlanjutan, dan dampak yang dapat dirasakan. IKA dapat mengembangkan forum diskusi, kajian keilmuan, riset sosial-keagamaan, pengembangan kapasitas, kolaborasi, dan harus bisa menjadi mitra kritis serta mitra strategis pemerintah pusat hingga pemerintah daerah," ujar Mahrusillah.
Mahrusillah juga menekankan pentingnya menjaga soliditas internal dengan menanggalkan ego kelompok atau afiliasi organisasi eksternal masing-masing alumni. Perbedaan latar belakang dinilai harus dikelola menjadi kerja bersama yang konkret.
"Ketika kita masuk dalam rumah besar IKA STISNU, sekat-sekat itu harus kita letakkan terlebih dahulu. Yang kita kedepankan adalah identitas kita sebagai alumni. Jangan ada ego organisasi, ego kelompok, apalagi merasa paling memiliki," tegas Mahrusillah, seraya mengatakan bahwa persatuan alumni bukan berarti penyeragaman, melainkan kolaborasi atas dasar kemanfaatan bagi masyarakat luas.
Baca Juga: Geger Skin Booster 'Kulit Mayat', BPOM Buka Suara: Belum Berizin dan Kini Diinvestigasi
Di sisi lain, Ketua Demisioner IKA STISNU, Asyik, mengapresiasi jalannya forum pengambilan keputusan tertinggi alumni tersebut.
Ia berharap estafet kepemimpinan ini dapat menjaga keberlanjutan program strategis yang belum tuntas.
"Kongres ini menjadi tonggak estafet kepemimpinan yang penting. Kami berharap pengurus baru dapat melanjutkan program yang belum tuntas, menjaga soliditas, dan membawa IKA STISNU semakin berdampak bagi kemajuan almamater serta umat," pungkas Asyik. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bikin Geger! MK Segera Sidangkan Gugatan Gibran, Ini Isi Permohonannya hingga Nasib Kursi Wakil Presiden
- 2Pendidikan Gibran di Australia Disorot Lagi, Sosok Ini Ungkap Temuan Mengejutkan soal UTS Insearch
- 3Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 4Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 5Mantan Kapolsek Pinang Iptu Adityo Wijanarko Resmi Jabat Kanit Reskrim Polsek Kelapa Dua
- 6Truk Air Damkar Tertahan di Tol Janger Gara-gara E-Tol, Pemadaman TPS Pinang Sempat Terhambat
- 7Gibran Ditantang Hentikan MBG Usai Kasus Keracunan, Langkah Pemerintah Jadi Sorotan
- 8Heboh Suahasil Nazara Dituding Korupsi Rp500 Triliun, Ternyata Judul Beritanya Dipalsukan
- 9ITS Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok, Menhan Sjafrie Ungkap Kondisi Kapal Hibah Italia
- 10TNI AL Temukan 3 Jenazah di KM Virgo Transport 8, Tim Kopaska Pecahkan Kaca Kapal









