Nekat Bawa Mobil, Relawan SPPG Cibaliung Tabrak 3 Rekannya, Begini Kronologinya

AKURAT BANTEN - Kecelakaan kerja yang melibatkan sesama rekan relawan terjadi di lingkungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang.
Insiden ini dipicu oleh aksi nekat seorang relawan yang mencoba mengemudikan mobil operasional tanpa izin, hingga mengakibatkan tiga orang pegawai tertabrak saat sedang beristirahat.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 22 September 2026 pagi, sekitar pukul 08.27 WIB. Kejadian bermula ketika aktivitas di dapur umum SPPG sedang berjalan seperti biasa, di mana sebuah mobil logistik tengah menurunkan muatan air bersih untuk kebutuhan memasak dan mencuci peralatan dapur.
Baca Juga: Geger di Sidang MK! Hakim Bongkar Cara KPU Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran
Kepala SPPG Cibaliung 2, Megi, menjelaskan bahwa pada awalnya kendaraan tersebut dikendalikan oleh kru yang memang memiliki keahlian dan wewenang untuk mengemudi.
Proses penurunan air pun berjalan dengan aman dan lancar tanpa ada kendala pada saat proses tersebut berlangsung.
"Kronologi awal, mobil sedang menurunkan air untuk pencucian alat dapur. Awalnya mobil dikendarai oleh yang sudah memiliki skill mengemudi. Setelah selesai menurunkan air, mobil dimajukan dan disimpan di depan gerbang oleh yang bisa mengendarai mobil tersebut," kata Megi saat dikonfirmasi, Kamis (24/9/2026).
Baca Juga: Tambah Infrastruktur Hijau, PLN Operasikan SPKLU Center Pertama di Kota Tangerang
Namun, situasi kondusif tersebut berubah seketika akibat tindakan spontan dari salah satu relawan berinisial AG.
Tanpa sepengetahuan penanggung jawab kendaraan maupun staf lainnya, AG tiba-tiba masuk ke ruang kemudi dan mencoba mengoperasikan mobil operasional tersebut.
Megi menegaskan bahwa tindakan AG murni merupakan inisiatif pribadi yang melanggar prosedur keselamatan kerja di lingkungan dapur SPPG.
Baca Juga: Said Didu Peringatkan Prabowo soal Istana, 'Menteri Tak Sejalan Oligarki Bisa Tersandung?'
"AG tidak izin terlebih dahulu kepada para staf. Orang yang bersangkutan berinisiatif sendiri untuk mengendarai mobil tersebut," tegas Megi.
Petaka terjadi ketika AG mencoba menyalakan mesin dan bermaksud memundurkan kendaraan.
Karena sama sekali tidak memiliki keterampilan menyetir, ia diduga panik dan kehilangan kendali atas mobil tersebut.
Alhasil, mobil tersebut melaju mundur secara mendadak dengan kecepatan tinggi ke arah belakang.
Baca Juga: Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
Nahas, di jalur mundurnya mobil tersebut, terdapat beberapa pegawai yang sedang memanfaatkan waktu luang untuk melepas lelah.
Benturan keras pun tidak terhindarkan, membuat tiga orang pegawai yang berada di lokasi langsung terkapar akibat hantaman kendaraan.
"Tiba-tiba relawan yang yang berinisial AG ini mengemudikan dan mencoba menghidupkan serta melakukan pemunduran terhadap mobil tersebut. Akan tetapi, karena yang bersangkutan tidak memiliki skill mengendarai, yang mengakibatkan mobil tersebut mundur dengan cepat ke arah belakang dan menabrak para pegawai yang sedang istirahat," lanjutnya.
Melihat kejadian tersebut, para staf lain yang berada di area dapur langsung berlarian memberikan pertolongan.
Baca Juga: Identitas Jenazah Mr. X di Pulau Enggano Terungkap, Ternyata ABK Arupadhatu 1
Pihak SPPG bergerak cepat melakukan evakuasi darurat guna memastikan para korban segera mendapatkan penanganan medis.
Ketiga korban langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat oleh para staf, yakni Puskesmas Cibaliung.
Megi menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas, tingkat fatalitas luka yang dialami ketiga korban berbeda-beda.
Dua orang dipastikan hanya mengalami luka ringan, sementara satu korban lainnya harus mendapatkan penanganan yang jauh lebih serius.
Baca Juga: Kekeringan di Kota Tangerang, Polisi Gerak Cepat Kirim 32 Ribu Liter Air ke Warga Pakuhaji
"Penanganan awal ketiga korban, dua sudah dipulangkan dan yang paling parah dirujuk ke rumah sakit. Ada tiga korban yang tercatat dan kemudian dilarikan ke Puskesmas Cibaliung, satu korban luka parah dan dirujuk ke RSUD Pandeglang Berkah," beber Megi.
Terkait pelanggaran prosedur keselamatan kerja yang fatal ini, pihak SPPG menegaskan tidak akan tinggal diam.
Selaku pimpinan, Megi memastikan akan menjatuhkan sanksi administratif dan kedisiplinan yang sangat berat kepada Ade Gunawan atas aksi nekatnya tersebut.
Meski demikian, proses pemeriksaan lebih lanjut terhadap Ade saat ini masih tertunda lantaran kondisi psikologis yang bersangkutan masih terguncang pasca-kejadian.
Baca Juga: Kekeringan di Kota Tangerang, Polisi Gerak Cepat Kirim 32 Ribu Liter Air ke Warga Pakuhaji
"Untuk sanksi yang jelas pasti akan kita sanksi seberat mungkin. Akan tetapi yang bersangkutan (Ade Gunawan) masih trauma. Yang bersangkutan masih belum siap untuk dihubungi dan diajak bertemu," jelas Megi kepada Akurat Banten.
Di sisi lain, meski penegakan disiplin internal tetap berjalan, pihak SPPG memastikan bahwa persoalan sosial dan pertanggungjawaban antarkeluarga telah menemui titik terang.
Pihak keluarga dari para korban dan keluarga dari Ade Gunawan telah duduk bersama melakukan mediasi untuk menyelesaikan dampak dari musibah ini.
"Untuk keluarga korban dan keluarga AG sudah mediasi dan sudah selesai secara kekeluargaan," ucap Megi.
Baca Juga: Nomor Porsi Haji di Jawa Timur Diduga Disalahgunakan, Kemenhaj Turun Tangan
Megi juga mengaku menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi total agar sistem pengawasan operasional kendaraan logistik di lingkungan kerja semakin diperketat demi keselamatan bersama.
"Setiap hari selalu evaluasi, dan selalu menjalankan sop. Yang jelas dari awal kita tidak pernah mengijinkan relawan yang tidak memiliki skill mengemudi untuk melakukan mengemudi mobil," pungkasnya. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 2Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 3Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 4Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 5Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 6Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 7Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 8Terungkap Dokumen Grade 12 Gibran di UTS Insearch Kembali Dipersoalkan, Disebut Bukan Ijazah SMA
- 9BGN Intip Sistem Makan Gratis Jepang, Ada Model Central Kitchen untuk MBG
- 10Sekolah Bisa Kasih Bintang untuk SPPG, BGN Siapkan Aplikasi Rating MBG







