Banten

Identitas Jenazah Mr. X di Pulau Enggano Terungkap, Ternyata ABK Arupadhatu 1

Viona Sebastian Nolani | 23 September 2026, 22:34 WIB
Identitas Jenazah Mr. X di Pulau Enggano Terungkap, Ternyata ABK Arupadhatu 1
Penemuan jenazah ABK kapal yang mengangkut lima jurnalis dan hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. - Instagram/kantorsar_banten

AKURAT BANTEN - Identitas jenazah Mr. X yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu akhirnya terungkap.

Hasil pemeriksaan DNA memastikan jenazah tersebut merupakan Surakman, anak buah kapal (ABK) KM Arupadhatu 1 yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Surakman menjadi salah satu dari tiga ABK yang hilang saat mengantarkan lima jurnalis untuk melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026.

Kepastian identitas Surakman diperoleh setelah polisi bersama Basarnas melakukan serangkaian pemeriksaan dan pencocokan DNA terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano.

Baca Juga: Sosok Ipda Yayat Sudrajat, Diduga Miliki Belasan Aset Mewah yang Dipantau KPK dan Fakta Pernah Diperiksa Propam

“Hasil identifikasi berdasarkan hasil pemeriksaan DNA, operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap seorang mayat Mr. X yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu bahwa secara genetik PM/62/P.Enggano/01 itu kode jenazah Mr. X tadi teridentifikasi sebagai Sukarman atau ABK yang merupakan ayah biologis dari Yayan,” ucap Kepala Polda Banten, Irjen Pol Hengky saat konferensi pers di Mapolda Banten pada Rabu, 23 September 2026.

Informasi mengenai penemuan jenazah tersebut pertama kali diterima Polda Banten dari Kapolda Bengkulu pada Sabtu, 12 September 2026.

Hengky mengatakan jenazah Surakman pertama kali ditemukan oleh warga yang berada di sekitar lokasi.

“Penemuan mayat di sana adalah masyarakat di Pulau Enggano sana, langsung berkoordinasi dengan Polsek terus ditindaklanjuti Kabid Dokkes Polda Bengkulu menginformasikan dan mengamankan jenazah tersebut,” jelas Hengky.

Baca Juga: Ombudsman Sidak Lapas Cibinong, Temukan Rumah Petak Mewah hingga Mobil Alphard

Setelah ditemukan, jenazah kemudian dievakuasi dari Pulau Enggano dan diterbangkan menuju RS Bhayangkara Polda Bengkulu.

Di rumah sakit tersebut, jenazah menjalani proses pemeriksaan DNA untuk memastikan identitasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Banten, Amrad, menjelaskan bahwa tim SAR gabungan sebelumnya telah melakukan penyisiran di sekitar perairan Pulau Enggano, termasuk wilayah tempat jenazah Surakman ditemukan.

“Masalah pencarian ulang atau tidak, secara aturan pencarian kami itu terlaksana selama tujuh hari. Dalam tujuh hari, kita sudah perpanjang tiga hari. Di tujuh hari itu kita menemukan jenazah pada tanggal 12. Nah, sampai tanggal 14, setelah evaluasi, kita perpanjang tiga hari,” jelas Amrad.

Baca Juga: Era Jurgen Klopp Dimulai di Timnas Jerman, Keputusan Pertamanya Bikin Penasaran

Dalam proses pencarian tersebut, tim SAR belum menemukan tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan speedboat Arupadhatu 1 yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak.

“Jadi, e-broadcast dan pemapelan itu kami libatkan dengan stasiun radio pantai, termasuk para nelayan, termasuk masyarakat yang ada di sekitar pesisir Lampung,” sambungnya.

Setelah identitasnya dipastikan, jenazah Surakman dijadwalkan diterbangkan dari Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis, 24 September 2026.

“Akan kita terima bersama Gubernur, Pak Kapolda, dan tim terpadu akan menyambut kedatangan jenazah di Bandara Soekarno-Hatta,” kata Hengky.

Baca Juga: Bug Face ID iPhone 18 Pro Mulai Terungkap, Bisa Bikin iPhone Freeze dan Restart

Setibanya di Banten, keluarga berencana memakamkan Surakman pada Kamis siang di TPU Ki Demang, Carita, Banten.

Sebagai informasi, speedboat Arupadhatu 1 sebelumnya hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kapal tersebut membawa delapan orang, yang terdiri dari kru kapal, seorang guide, dan lima jurnalis.

Delapan orang tersebut yakni Warta sebagai kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), Heriyanto sebagai guide, serta lima jurnalis.

Baca Juga: Putin Disebut Ingin Akhiri Konflik Ukraina, Trump Ungkap Rencana Pertemuan Berikutnya

Mereka adalah M. Bagus Khoerunnas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis freelance.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.