Banten

Putin Disebut Ingin Akhiri Konflik Ukraina, Trump Ungkap Rencana Pertemuan Berikutnya

Viona Sebastian Nolani | 23 September 2026, 10:53 WIB
Putin Disebut Ingin Akhiri Konflik Ukraina, Trump Ungkap Rencana Pertemuan Berikutnya
Donald Trump - flickr/Gage Skidmore

AKURAT BANTEN - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin memiliki keinginan untuk mengakhiri konflik yang berlangsung di Ukraina.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan wartawan pada 22 September ketika dirinya ditanya mengenai peluang digelarnya pertemuan trilateral antara pemimpin AS, Rusia, dan Ukraina dalam KTT G20 mendatang.

Terkait kemungkinan pertemuan tersebut, Trump mengatakan, “Saya juga tidak tahu. Saya pikir dia (Presiden Putin) akan bertemu, dan kami pernah bertemu sebelumnya di Alaska. Saya pikir dia siap untuk pertemuan lain. Tapi saya tidak yakin tentang Miami.”

KTT G20 dijadwalkan berlangsung pada 14-15 Desember di Doral, kawasan yang berada dekat Miami.

Baca Juga: Makin Berat! Wacana Capres Wajib Didukung 2 Fraksi Bisa Bikin Jalan Anies dan Kubu Jokowi Terjal

Trump kemudian kembali menyoroti keinginan Putin untuk mencari jalan keluar atas konflik Rusia-Ukraina yang masih berlangsung.

"Dia (Presiden Putin) ingin konflik ini berakhir. Saya pikir kedua belah pihak ingin mengakhiri konflik ini. Sudah waktunya. Saya pikir kedua belah pihak ingin melihat perang ini berakhir," tambah Trump.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump setelah dirinya bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di New York.

Dalam kesempatan itu, Trump menilai Kyiv perlu terus mendorong tercapainya kesepakatan dengan Rusia sebelum musim dingin tiba.

"Sebelum musim dingin. Penting untuk melakukan ini sebelum musim dingin tiba," tegas Trump.

Baca Juga: Makin Jelas! Manajer Kopdes Merah Putih Ternyata Bukan Pegawai BUMN, Ini Penjelasannya

Zelensky juga menyampaikan harapan agar konflik Ukraina dengan Rusia dapat dihentikan sebelum musim dingin dengan dukungan dari Trump.

"Saya harap kita akan mengakhiri perang ini, dan Presiden Trump akan membantu kita mengakhirinya. Saya pikir kita perlu melakukan itu sesegera mungkin, sebelum musim dingin tiba," tambah Zelensky.

Sebelumnya, Zelensky memperingatkan bahwa musim dingin mendatang di Ukraina akan menjadi periode yang "sangat sulit."

Kondisi tersebut berkaitan dengan serangan yang masih berlangsung terhadap fasilitas pemanas serta infrastruktur energi Ukraina.

Dalam pidatonya di Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 22 September, Trump kembali menyatakan keyakinannya bahwa Amerika Serikat dapat berperan dalam upaya mengakhiri konflik Ukraina.

Trump juga menyebut bahwa gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai dapat terjadi "lebih cepat dari yang orang duga."

Pada hari yang sama, 22 September, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan bahwa Moskow masih menggunakan berbagai kesempatan untuk mendorong penyelesaian damai atas konflik Ukraina.

"Kami telah, sedang, dan akan terus memanfaatkan setiap peluang terkait negosiasi yang kami ketahui, yang diusulkan kepada kami, atau yang kami konsultasikan. Mengapa? Karena kami selalu mendukung perdamaian," tegas diplomat Rusia tersebut.

Zakharova juga menegaskan bahwa Rusia tidak akan meninggalkan tujuan yang telah ditetapkan dalam operasi militernya di Ukraina.

"Namun, tidak seorang pun akan mampu memaksa kami untuk meninggalkan tujuan dan tugas yang telah kami tetapkan, karena itu mutlak penting," kata Zakharova, merujuk pada tujuan yang telah ditetapkan Rusia untuk operasi militernya di Ukraina.

Sementara itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada 21 September mengatakan belum terdapat kemajuan dalam proses negosiasi.

Meski demikian, Peskov menyatakan bahwa Moskow masih berharap pembicaraan trilateral antara Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat dapat kembali dilanjutkan dalam waktu dekat.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.