Banten

Tambah Infrastruktur Hijau, PLN Operasikan SPKLU Center Pertama di Kota Tangerang

David Amanda | 24 September 2026, 13:37 WIB
Tambah Infrastruktur Hijau, PLN Operasikan SPKLU Center Pertama di Kota Tangerang
Tambah Infrastruktur Hijau, PLN Operasikan SPKLU Center Pertama di Kota Tangerang - Istimewa

AKURAT BANTEN - PT PLN (Persero) resmi mengoperasikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Center pertama di Kota Tangerang yang berlokasi di jalan Hasyim Ashari, Kelurahan Buaran Indah, Kecamatan Tangerang.

Langkah strategis ini dilakukan guna memperkuat infrastruktur hijau dan mengakomodasi pertumbuhan pengguna kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di wilayah tersebut.

Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cikokol, Eka Rahma Daniati, menyatakan bahwa fasilitas terintegrasi ini menjadi pionir pusat pengisian daya berskala besar di wilayah Kota Tangerang.

Saat ini, total infrastruktur pengisian daya di bawah naungan PLN di kota tersebut telah mencapai 22 stasiun.

Baca Juga: Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU

"Kita di sini ada 22 stasiun, ya. Dan untuk SPKLU Center ini adalah yang perdana, ya, di Kota Tangerang. Dan insyaallah di tahun ini juga nanti akan ada diresmikan kembali untuk dua SPKLU Center yang baru. Jadi nanti tahun ini direncanakan tiga akan ada," kata Eka saat memberikan keterangan di lokasi peresmian, pada Kamis (24/9/2026).

Saat dikonfirmasi mengenai lokasi baru yang akan menyusul dibangun, Eka merinci dua kawasan strategis yang menjadi target berikutnya.

"Setelah Cipondoh, nanti di Tangcity dan di Alam Sutera," tambahnya.

Eka menjelaskan bahwa keputusan ekspansi ini didasarkan pada tren ekonomi dan pergeseran gaya hidup masyarakat urban yang mulai beralih ke transportasi berkelanjutan.

Baca Juga: Nama Purbaya Muncul di Bursa Capres 2029, Sang Anak Malah Ungkap Pertanyaan soal Cawapres

Pihaknya memproyeksikan adanya pertumbuhan konsisten dari sektor kendaraan listrik yang terus bertambah pada saat ini.

"Insyaallah akan bertambah, karena kita melihat perkembangan ekonomi dan juga komunitas, ya. Sepertinya memang sudah mulai menjurus ke mobil listrik, EV, ya. Sekarang memang sangat murah, efisien, dan green. Insyaallah ini sudah cukup dan kita tidak berhenti sampai di sini. Kita akan terus membangun melihat daripada ekosistem mobil listrik kita nanti di sini. Setiap tahunnya pasti akan ada peningkatan sekitar 6 persen," jelas Eka.

Terkait keunggulan teknis, Eka menjamin bahwa fasilitas di Cipondoh dirancang untuk memangkas waktu tunggu secara drastis melalui penyediaan 12 slot pengisian sekaligus serta dukungan teknologi pengisian daya ekstra cepat.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat

"Kalau Cipondoh di sini kita punya yang ultra fast charging. Jadi lebih cepat dan tidak perlu menunggu terlalu lama. Lagian dari sini juga sudah menyediakan coffee shop, ya, sehingga juga yang menunggu SPKLU pada saat ngecas juga lebih nyaman, bisa sambil ngopi. Untuk di center ini ada 12 slot. Jadi tidak perlu terlalu banyak ngantri, ya. Insyaallah semua kebagian," pungkas Eka.

Pembangunan infrastruktur ini mendapat respons positif dari Pemerintah Kota Tangerang yang berkomitmen penuh mendukung perluasan jaringan pengisian daya melalui kolaborasi multisektoral.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, Herman Suwarman menegaskan bahwa kehadiran SPKLU Center berskala besar akan menumbuhkan rasa percaya diri masyarakat untuk mulai meninggalkan kendaraan berbasis bahan bakar fosil.

Baca Juga: Said Didu Peringatkan Prabowo soal Istana, 'Menteri Tak Sejalan Oligarki Bisa Tersandung?'

"Dengan adanya SPKLU di Cipondoh ini, ini mendorong bagi Pemerintah Kota Tangerang untuk terus menambah infrastruktur khususnya dalam rangka teknologi mobil listrik. Sehingga mudah-mudahan dengan adanya SPKLU yang lebih merata, lebih banyak, ini menjadi kepercayaan buat masyarakat untuk terus menggunakan teknologi yang ramah lingkungan, terutama mobil listrik," tutur Herman.

Herman juga mengisyaratkan adanya rencana jangka panjang pemerintah daerah untuk menerapkan teknologi serupa pada jajaran kendaraan operasional kedinasan sembari menyelaraskan kebijakan dengan pemerintah pusat.

"Pemerintah Kota Tangerang dengan kolaborasi dengan PLN dan dunia usaha terus mendukung agar teknologi transportasi ramah lingkungan terus berkembang dan tumbuh di Kota Tangerang," jelasnya.

"Sementara memang ke arah sana (mengganti mobil dinas ke mobil listrik) kita sedang koordinasikan menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat. Saya kira dalam rangka menciptakan lingkungan yang cukup ramah, hemat energi, dan juga teknologi transformasi yang cukup berkembang, saya kira perlu," imbuhnya.

Baca Juga: Partai Ummat Temani Denny Gugat Gibran ke MK, Benarkah Ada Target Politik di Baliknya?

Ditempat yang sama, dampak instan operasional SPKLU Center Cipondoh ini langsung dirasakan oleh para pelaku transportasi umum digital yang mengandalkan efisiensi waktu operasional harian.

Asep Darmawan, seorang pengemudi taksi online yang menggunakan unit EV, memaparkan bahwa fasilitas baru dengan jumlah slot yang masif ini menjadi solusi atas permasalahan antrean panjang yang kerap terjadi di titik-titik pengisian daya sebelumnya.

"Dengan adanya tempat pengisian charging mobil atau SPKLU ini sangat membantu kami sebagai pengguna kendaraan listrik yang di mana charger-an di sini cukup banyak. Jadi antriannya lebih singkat," cetusnya.

"Sebelumnya untuk wilayah Cikokol ini kan ada beberapa titik seperti di Tangcity ataupun di PLN Cikokol, tapi itu kan jumlahnya hanya sedikit jika dibanding dengan kendaraan yang ada. Jadi sebelumnya ada antrean agak cukup lama dan dengan adanya SPKLU ini sangat-sangat membantu kami untuk mengurangi jam antrean tersebut," tambahnya.

Baca Juga: Sopir Tak Mahir Tabrak 3 Relawan, Pemkab Pandeglang Bakal Lakukan Investigasi di Dapur SPPG Cibaliung 2

Sebagai Driver taksi online, Asep membagikan pengalaman efisiensi pengisian daya harian serta rasio pengeluaran biaya yang ia keluarkan untuk menunjang pekerjaannya sehari-hari.

"Untuk waktunya itu tergantung dari kWh yang kita beli atau tergantung dari keperluan baterai dari kendaraan kita sendiri. Paling lama sih biasanya 40 menit, karena enggak nge-charge full 100 persen, karena kan masih ada sisa beberapa persen gitu. Jadi kita hanya mengisi sisanya aja. Untuk unit saya sendiri itu biaya 90 ribuan itu bisa untuk sekitar 350 sampai 400 kilometer ya. Di antara yang lain di sini fasilitasnya cukup menarik, ada coffee shop-nya, ada tempat duduknya gitu untuk kita menunggu saat pengisian," tandasnya. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.