Banten

Dibalik Patung Ayam Besi dari Ratusan Knalpot Brong di Cianjur, Ada Pesan Humanis Kapolres AKBP Alexander

Handrian Setiawan | 25 September 2026, 10:21 WIB
Dibalik Patung Ayam Besi dari Ratusan Knalpot Brong di Cianjur, Ada Pesan Humanis Kapolres AKBP Alexander
Dibalik Patung Ayam Besi dari Ratusan Knalpot Brong di Cianjur, Ada Pesan Humanis Kapolres AKBP Alexander - Istimewa

AKURAT BANTEN – Sebuah patung ayam besi berdiri mencolok di kawasan Kota Cianjur, Jawa Barat. Bentuknya unik dan menjadi perhatian pengguna jalan yang melintas.

Namun, ada cerita berbeda di balik landmark tersebut. Tubuh ayam besi itu ternyata disusun dari ratusan knalpot brong berbagai merek dan bentuk yang merupakan hasil penindakan serta razia jajaran Polres Cianjur.

Alih-alih berakhir sebagai barang bukti yang menumpuk, knalpot-knalpot tersebut diubah menjadi sebuah monumen. Pesannya pun dibuat lebih sederhana: pelanggaran yang dulu mengganggu kenyamanan masyarakat kini menjadi pengingat agar pengendara lebih tertib.

Baca Juga: Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya

Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi menegaskan, penertiban knalpot brong bukan semata-mata persoalan menindak pengendara.

Ada kepentingan masyarakat yang harus dijaga, terutama kenyamanan warga yang terganggu oleh suara kendaraan yang terlalu bising.

“Mari kita sama-sama selesaikan masalah knalpot brong, dan mulai bergerak untuk memajukan Kabupaten Cianjur,” ujar Alexander, Jumat (25/9/2026).

Menurutnya, razia bukan tujuan utama. Penindakan merupakan langkah yang ditempuh ketika upaya menciptakan ketertiban membutuhkan tindakan lebih tegas.

Baca Juga: Mengejutkan! Konaté Cedera, Zidane Panggil Wonderkid Manchester United Leny Yoro ke Timnas Prancis

“Razia adalah jalan terakhir yang harus ditempuh, dan jalan itu harus ditempuh untuk membuat tertib lalu lintas di Cianjur,” tandasnya.

Tak Hanya Sekadar Penegakan Tilang

Dalam menjalankan penertiban, Polres Cianjur bersinergi dengan jajaran TNI dan Satpol PP. Sasaran penindakan mencakup kendaraan roda dua maupun roda empat yang melakukan pelanggaran.

Namun, penegakan aturan tetap diupayakan melalui pendekatan humanis. Pengendara yang ditemui tidak hanya berhadapan dengan tindakan hukum, tetapi juga diberikan pemahaman mengenai alasan aturan tersebut diterapkan.

Sebab, persoalan knalpot brong tidak hanya menyangkut kelengkapan kendaraan. Suara bising yang muncul dari kendaraan modifikasi dapat mengganggu pengguna jalan lain, warga di sekitar jalan, hingga masyarakat yang sedang beraktivitas atau beristirahat.

Baca Juga: UPDATE! Besok Aksi Unjuk Rasa KPK NU Kepung Gedung KPK RI, Tuntut Nusron Wahid Ditangkap dan Keputusan AHWA Dibatalkan

Karena itu, penertiban diarahkan untuk menciptakan ruang publik yang lebih nyaman bagi semua.

Jika Polisi Sendiri Melanggar, Laporkan!

Alexander bahkan menegaskan bahwa aturan tersebut berlaku bagi siapa pun. Tidak terkecuali anggota kepolisian.

“Silakan dilaporkan. Jika memang ada personel yang menggunakan knalpot brong, maka sekali lagi, Polri sama dengan masyarakat, kita civilian police,” tegasnya.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa penertiban tidak diarahkan hanya kepada kelompok pengguna kendaraan tertentu. Aturan berlaku untuk semua, termasuk aparat yang seharusnya menjadi contoh dalam berlalu lintas.

Baca Juga: Jokowi Ungkap Riwayat Pendidikan Gibran, ‘Masa Sudah Sekolah di Luar Disuruh Paket C?’

Ketika Barang Bukti Menjadi Pesan

Di sinilah patung ayam dari ratusan knalpot brong memiliki cerita yang lebih panjang. Knalpot yang sebelumnya digunakan untuk menghasilkan suara bising kini justru menjadi bagian dari landmark yang dapat dilihat masyarakat.

Monumen tersebut seolah mengubah cara pandang terhadap penindakan. Barang hasil razia tidak hanya dilihat sebagai bukti pelanggaran, tetapi juga dapat menjadi media edukasi.

Setiap pengendara yang melihatnya diingatkan bahwa ada konsekuensi ketika aturan lalu lintas diabaikan. Lebih dari itu, ada pesan bahwa ketertiban bukan hanya kepentingan polisi. Ketertiban adalah kepentingan bersama.

Alexander pun mengajak masyarakat untuk tidak melihat penertiban sebagai bentuk permusuhan antara polisi dan pengendara.

Baca Juga: Dinkes Kota Tangerang Raih Sertifikat CDOB, Distribusi Narkotika hingga Cold Chain Diawasi Ketat

Sebaliknya, persoalan knalpot brong perlu diselesaikan bersama agar Cianjur menjadi daerah yang lebih tertib, aman dan nyaman.

Karena pada akhirnya, suara kendaraan yang dianggap menyenangkan bagi sebagian orang bisa menjadi gangguan bagi orang lain.

Dan dari ratusan knalpot yang pernah menimbulkan kebisingan itu, kini lahir sebuah ayam besi yang justru menyampaikan pesan sederhana.

Tertib di jalan bukan hanya tentang menghindari sanksi, tetapi tentang menghargai kenyamanan sesama. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.