Politeknik Petrokimia Banten, Harapan Baru Industri Strategis Nasional

Akurat Banten - Di tengah derasnya tuntutan industri terhadap tenaga kerja berkualitas, Politeknik Industri Petrokimia Banten muncul sebagai jawaban potensial untuk menjawab kebutuhan sektor kimia dan petrokimia nasional.
Namun, agar lembaga ini mampu menjadi garda terdepan dalam mencetak SDM unggul, dibutuhkan kerja sama yang erat antara pemerintah dan pelaku industri.
Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, mengungkapkan kekagumannya terhadap potensi politeknik tersebut saat meninjau langsung kampus yang berlokasi di Ciruas, Kabupaten Serang.
“Politeknik Petrokimia ini punya potensi luar biasa. Di Banten saja ada lebih dari 20 perusahaan petrokimia, dan masing-masing butuh ribuan tenaga kerja. Tapi sekarang baru 124 lulusan, meskipun semuanya terserap,” katanya.
Menurut Evita, jumlah lulusan yang terserap 100 persen seharusnya menjadi sinyal kuat bagi industri untuk lebih aktif berinvestasi.
Tidak hanya dalam bentuk kerja sama pendidikan, tetapi juga dukungan konkret seperti beasiswa, pelatihan teknis, hingga bantuan infrastruktur laboratorium.
“Menyekolahkan SDM itu bukan pengeluaran, tapi investasi karena nanti mereka juga yang pakai,” tegasnya, mengajak industri untuk melihat pendidikan vokasi sebagai bagian dari pembangunan jangka panjang.
Baca Juga: Remaja Matraman Tertipu Hingga Kehilangan Motor dan HP
Menyadari keterbatasan anggaran negara, Evita mendorong agar industri tidak lagi menjadi penonton.
“Kita ini jangan hanya andalkan APBN, tapi industri harus ikut membesarkan kampus ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara politeknik dan pelaku usaha harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya simbolis belaka.
Salah satu poin penting yang disoroti dalam kunjungan itu adalah kebutuhan akan kurikulum yang adaptif dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi.
Politeknik Petrokimia Banten disebut telah memiliki visi ke arah tersebut, tetapi mewujudkannya memerlukan sumber daya manusia yang kompeten dan sokongan finansial.
“Saya sudah sampaikan ke Pak Dirut dan Kementerian Perindustrian agar duduk bersama industri. Harus ada grand design Politeknik ke depan,” ungkap Evita.
Menurutnya, politeknik ini tidak boleh stagnan. Justru harus menjadi pusat inovasi dan keunggulan vokasi nasional, mengingat pentingnya sektor petrokimia sebagai mother of industrial.
Baca Juga: Bank Jateng Perkuat Transparansi Usai Kasus Kredit, Momentum Berbenah dan Bangun Kepercayaan
Kunjungan tersebut tidak hanya terbatas pada kampus. Komisi VII DPR RI juga akan melakukan dialog lanjutan dengan para pemangku kepentingan industri petrokimia di Banten.
Evita menegaskan bahwa pihaknya ingin memastikan komitmen awal dari industri yang mendorong berdirinya politeknik ini tetap berlanjut secara berkesinambungan.
“Kami akan kunjungi industri-industri setelah ini. Kita ingin tahu seberapa besar komitmen mereka terhadap pendidikan vokasi yang mereka sendiri usulkan saat awal berdirinya politeknik ini,” katanya.
Evita berharap politeknik ini dapat menjadi model pendidikan vokasi ideal, yang tidak hanya mencetak lulusan yang langsung bekerja, tetapi juga menjadi inkubator keahlian, riset terapan, dan inovasi teknologi yang dibutuhkan oleh industri petrokimia nasional.
“Bukan hanya outputnya terserap, tapi juga kampusnya jadi pusat inovasi dan keunggulan vokasi petrokimia Indonesia,” pungkasnya.
Baca Juga: Konvoi Dini Hari Berbuntut Heboh, Tradisi Silat atau Gangguan Jalanan?
Dalam kunjungan tersebut, turut hadir sejumlah anggota Komisi VII DPR RI lainnya, seperti Lamhot Sinaga sebagai wakil ketua tim, Banyu Biru Djarot, Maria Lestari, hingga Jamal Mirdad dan Alifudin.
Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan politik terhadap penguatan pendidikan vokasi demi kemajuan sektor industri nasional.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









