Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah

AKURAT BANTEN— Peta penilaian terhadap kemampuan kepemimpinan tokoh nasional kembali menjadi sorotan.
Hasil survei Opinion Leaders Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) periode September 2026 menempatkan Mahfud MD di posisi teratas dalam indikator kemampuan bekerja, ketegasan, dan pengambilan keputusan.
Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka justru memperoleh skor di kelompok terbawah.
Berdasarkan narasi hasil survei yang dipaparkan, Mahfud MD meraih skor 7,6 dari skala 0 hingga 10. Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan tersebut mengungguli sejumlah nama besar lainnya yang selama ini kerap diperbincangkan dalam peta kepemimpinan nasional menuju 2029.
Di bawah Mahfud, terdapat Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan skor 7,4, disusul Dedi Mulyadi yang memperoleh nilai 7,3.
Hasil ini menarik perhatian karena penilaian tidak hanya melibatkan tokoh politik yang berada di lingkaran kekuasaan, tetapi juga figur dengan latar belakang pemerintahan, birokrasi, dan pengalaman kepemimpinan yang berbeda-beda.
Mahfud MD berada di puncak penilaian kemampuan memimpin, sedangkan Gibran Rakabuming Raka mencatat skor 4,3. Perbedaan angka ini menjadi salah satu sorotan utama dalam hasil survei Opinion Leaders SMRC periode September 2026.
Baca Juga: Dua Orang Tewas akibat Ledakan Pasar Cimanggis, Kerusakan Ruko Jadi Sorotan
Mahfud MD Ungguli Ahok dan Dedi Mulyadi
Dalam indikator yang mengukur kemampuan bekerja, ketegasan, dan pengambilan keputusan, Mahfud MD menempati urutan pertama dengan skor 7,6.
Posisi kedua ditempati Ahok dengan nilai 7,4. Adapun Dedi Mulyadi berada di peringkat ketiga dengan skor 7,3.
Ketiga nama tersebut menjadi jajaran teratas dalam daftar tokoh yang dinilai berdasarkan indikator kepemimpinan tersebut.
Di posisi berikutnya, Pramono Anung Wibowo memperoleh skor 7,2. Sementara itu, Sri Mulyani Indrawati dan Anies Baswedan sama-sama mencatat nilai 7,1.
Persaingan di kelompok atas menunjukkan bahwa sejumlah tokoh dengan pengalaman berbeda di pemerintahan dan politik memperoleh penilaian relatif tinggi dalam indikator yang digunakan survei.
Berikut daftar sepuluh tokoh dengan skor tertinggi berdasarkan data yang disampaikan:
Mahfud MD — 7,6
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) — 7,4
Dedi Mulyadi — 7,3
Pramono Anung Wibowo — 7,2
Sri Mulyani Indrawati — 7,1
Anies Baswedan — 7,1
Sherly Tjoanda Laos — 6,9
Ganjar Pranowo — 6,9
Retno Marsudi — 6,7
Megawati Soekarnoputri — 6,7
Data tersebut memperlihatkan bahwa persaingan di jajaran atas cukup ketat. Selisih skor Mahfud MD dengan Ahok hanya 0,2 poin, sedangkan jarak antara Mahfud dan Dedi Mulyadi sebesar 0,3 poin.
Namun, skor ini perlu dibaca sesuai indikator yang diukur. Hasil tersebut tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa seorang tokoh pasti lebih unggul dalam seluruh aspek kepemimpinan atau memiliki peluang elektoral lebih besar.
Prabowo Subianto Mendapat Skor 5,5
Sorotan lainnya datang dari kelompok tokoh yang memperoleh nilai di bawah 6,0. Dalam daftar yang disampaikan, Presiden Prabowo Subianto mendapatkan skor 5,5.
Nilai tersebut berada di bawah skor sejumlah tokoh yang masuk jajaran teratas, termasuk Mahfud MD, Ahok, Dedi Mulyadi, Pramono Anung, dan Anies Baswedan.
Selain Prabowo, beberapa nama lain juga memperoleh skor di bawah 6,0. Sukidi mendapatkan nilai 5,8, A. Muhaimin Iskandar 5,7, dan Ubedilah Badrun 5,6.
Sementara itu, Almuzammil Yusuf memperoleh skor 5,5, sama dengan Prabowo Subianto. Bahlil Lahadalia mencatat nilai 5,4, sedangkan Puan Maharani dan Zulkifli Hasan masing-masing memperoleh skor 5,3.
Perbedaan angka tersebut memperlihatkan variasi penilaian terhadap para tokoh dalam indikator yang digunakan. Meski demikian, tanpa informasi lebih lengkap mengenai jumlah responden, profil peserta, metode pengumpulan data, dan margin of error jika relevan, hasil ini tidak sepatutnya ditafsirkan melampaui cakupan surveinya.
Gibran Rakabuming Raka Raih Skor 4,3
Bagian yang paling mencolok dalam data tersebut adalah posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Gibran memperoleh skor 4,3 dalam indikator kemampuan bekerja, ketegasan, dan pengambilan keputusan. Nilai itu menempatkannya di kelompok terbawah dalam daftar yang disampaikan.
Bahkan, skor Gibran terpaut 3,3 poin dari Mahfud MD yang berada di peringkat pertama dengan nilai 7,6.
Sementara itu, Kaesang Pangarep berada di posisi paling bawah dalam daftar tersebut dengan skor 3,9.
Hasil ini membuat nama Gibran menjadi salah satu titik perhatian dalam pembacaan survei. Sebagai Wakil Presiden, penilaian terhadap kemampuan kepemimpinannya tentu menarik untuk diperbincangkan, terutama di tengah dinamika politik yang mengarah pada kontestasi nasional 2029.
Meski demikian, skor tersebut tidak otomatis membuktikan penyebab di balik penilaian responden. Untuk memahami lebih jauh, diperlukan informasi mengenai dasar penilaian, karakteristik responden, serta konteks survei secara lengkap.
Baca Juga: Harry Kane Menggila di Liga Champions! Tembus 10 Besar, Rekor Messi dan Ronaldo Mulai Dibidik
Apakah Hasil Ini Berpengaruh terhadap Peta Politik 2029?
Hasil survei Opinion Leaders SMRC ini berpotensi menambah bahan diskusi mengenai figur-figur yang dipandang memiliki kapasitas kepemimpinan nasional.
Nama Mahfud MD, Ahok, dan Dedi Mulyadi memperoleh nilai tinggi dalam indikator yang digunakan. Di sisi lain, skor Prabowo dan Gibran menjadi bagian yang tak kalah menarik untuk dicermati.
Namun, penilaian kemampuan bekerja, ketegasan, dan pengambilan keputusan tidak sama dengan tingkat elektabilitas. Tokoh yang memperoleh skor tinggi dalam indikator kepemimpinan belum tentu menjadi pilihan utama pemilih dalam pemilihan presiden.
Elektabilitas dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari popularitas, rekam jejak, persepsi publik, dukungan partai politik, hingga dinamika koalisi dan situasi nasional menjelang pemilu.
Karena itu, hasil ini lebih tepat dipahami sebagai gambaran penilaian terhadap indikator kepemimpinan tertentu, bukan sebagai prediksi langsung mengenai siapa yang akan memenangkan kontestasi politik pada 2029.
Pada akhirnya, posisi Mahfud MD di puncak dan skor Gibran di kelompok terbawah menjadi dua temuan yang paling menonjol dalam data tersebut. Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana penilaian terhadap para tokoh ini berkembang seiring perubahan situasi politik, kinerja pemerintahan, dan dinamika kepercayaan publik menjelang Pemilu 2029.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Anies, Ganjar, dan Mahfud Bakal Masuk Istana? Wacana Pemakzulan Gibran Ikut Jadi Sorotan
- 2Denny Indrayana Soroti Sikap Megawati soal Gibran, PDIP Bakal Bergerak atau Pilih Diam?
- 3Mahfud MD Jelaskan Beda Pemakzulan dan Pidana dalam Kasus Gibran, Ini Tahapan Hukumnya!
- 4Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 5Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 6Keluarga Tersangka Korupsi BOP Gugat Kejari Kabupaten Tangerang Lewat Praperadilan
- 7Terkenal Vokal, Ini Strategi Baru Abah Saiful Milah Usai Resmi Duduki Kursi Ketua DPRD Kota Tangerang
- 8Ahmad Doli Tantang Hasyim Asy’ari Buka-bukaan! Polemik Pasal Gibran Merembet ke Jabatan Komisaris BUMN, 'Hadiah dari Siapa?'
- 9Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 10Michael Carrick di Ujung Tekanan Usai MU Tumbang 0-2, Legenda Inggris Ingatkan Bahaya Pecat Pelatih Lagi!








