Banten

Konvoi Dini Hari Berbuntut Heboh, Tradisi Silat atau Gangguan Jalanan?

Moehamad Dheny Permana | 22 Juli 2025, 19:32 WIB
Konvoi Dini Hari Berbuntut Heboh, Tradisi Silat atau Gangguan Jalanan?

Akurat Banten - Aksi sekelompok pemuda yang melakukan konvoi sepeda motor di tengah malam sembari membakar kembang api membuat geger warga sekitar Jalan Taman Mini I, Jakarta Timur.

Peristiwa itu sontak menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial.

Dalam video yang beredar di akun Instagram @info.jakartatimurr, terlihat jelas sekelompok remaja menyalakan kembang api, memainkan gas motor bersuara bising, hingga membentangkan bendera besar yang diduga berasal dari salah satu perguruan pencak silat.

Aksi tersebut dilakukan dalam formasi konvoi yang panjang, diiringi dengan teriakan dan suara knalpot yang memekakkan telinga.

Namun, berbeda dengan dugaan awal netizen yang menyangka aksi tersebut merupakan bentuk awal dari keributan antar kelompok, pihak kepolisian justru memberikan klarifikasi yang menenangkan. Kapolsek Makasar Kompol Sumardi menegaskan bahwa tidak terjadi kekacauan atau tawuran pada malam itu.

“Untuk giat yang melaksanakan konvoi merupakan warga baru dari salah satu perguruan silat,” ujar Sumardi.

Baca Juga: Kecelakaan Misterius di Tanggul BKT: Motor Ringsek, Nyawa Tak Terselamatkan

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk tradisi penerimaan anggota baru dari perguruan silat tertentu.

Tradisi tersebut, kata Sumardi, tidak berlangsung lama dan tidak berujung pada kekerasan.

“Tidak ada tawuran, itu tradisi warga baru perguruan silat. Tidak ada yang diamankan karena kegiatan tidak lama dan ada anggota yang berjaga, itu hanya lewat,” tambahnya.

Meski begitu, ia tetap memberikan imbauan kepada masyarakat, khususnya kelompok pemuda yang terlibat dalam konvoi serupa, agar tetap mematuhi aturan lalu lintas dan tidak melakukan hal-hal yang berpotensi menimbulkan bahaya atau menciptakan keresahan publik.

“Kami mengimbau agar masyarakat tetap menjaga ketertiban lalu lintas, mengurangi potensi kecelakaan, dan menjauhkan tindakan yang menimbulkan citra negatif terhadap pengendara motor,” tegasnya.

Fenomena konvoi malam hari yang kerap dilakukan dengan suara knalpot bising dan aksi membakar kembang api memang sering kali memicu perdebatan.

Di satu sisi, ada yang melihatnya sebagai bagian dari ekspresi budaya atau kebersamaan kelompok.

Namun, di sisi lain, banyak warga yang merasa terganggu dengan polusi suara dan potensi risiko kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga: Diduga Gegara Buru-buru Mau Upacara, Anggota Kodim Bantul Tabrak Pejalan Kaki hingga Tewas

“Kalau mau konvoi silakan, tapi jangan tengah malam sambil bikin suara berisik. Kami yang tinggal dekat jalan sulit tidur,” ujar Rini, salah satu warga setempat yang sempat melihat langsung kejadian tersebut.

Kejadian ini pun menjadi pengingat pentingnya keseimbangan antara menjaga tradisi dan menghormati kenyamanan publik.

Tradisi sepatutnya tidak menjadi dalih untuk mengganggu ketenangan warga lainnya, apalagi jika dilakukan di ruang publik pada waktu yang tidak tepat.

Dengan makin banyaknya video semacam ini tersebar di media sosial, semoga para pelaku konvoi dan kelompok serupa bisa lebih bijak dalam mengekspresikan euforia mereka di kemudian hari.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.