Banten

Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!

Aullia Rachma Puteri | 15 Oktober 2026, 23:04 WIB
Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!
Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, saat memberikan instruksi kepada pemainnya dalam laga menghadapi Elche di Stadion Manuel Martinez Valero, Elche, Spanyol, Rabu (16/7/2026) atau Kamis dini hari WIB. REAL MADRID.

AKURAT BANTEN - Jose Mourinho kembali ke Stadio Olimpico dengan cerita yang nyaris seperti skenario film. Membawa Real Madrid menghadapi mantan klubnya, AS Roma, Mourinho melihat timnya tertinggal 1-3 hingga menit ke-83. Namun, tujuh menit terakhir berubah menjadi panggung comeback luar biasa Los Blancos.

Real Madrid akhirnya menang 4-3 setelah mencetak tiga gol dalam rentang waktu tersebut. Carlos Espí memperkecil ketertinggalan, Endrick menyamakan kedudukan, sebelum Antonio Rüdiger mencetak gol kemenangan pada menit ke-90.

Kemenangan tersebut tentu memiliki arti khusus bagi Mourinho. Olimpico bukan sekadar stadion bagi pelatih asal Portugal itu.

Ia pernah menghabiskan sekitar tiga tahun menangani Roma dan memberikan salah satu trofi Eropa paling bersejarah dalam perjalanan klub.

Baca Juga: Manchester United Diam-Diam Bidik Pelatih Brighton! Carrick Tertekan, Fabian Hurzeler Disiapkan ke Old Trafford

Mourinho Memilih Menahan Diri

Setelah Rüdiger mencetak gol kemenangan, suasana Olimpico berubah drastis. Pemain Real Madrid merayakan comeback, sementara Mourinho terlihat melakukan gestur dengan mengangkat satu jari.

Namun, ia tidak berlari menuju tribun atau melakukan selebrasi besar-besaran di hadapan suporter Roma.

Ketika ditanya mengenai gestur tersebut, Mourinho menjelaskan bahwa tidak ada pesan khusus di baliknya.

Ia mengatakan dirinya hanya sedang merayakan kemenangan dan memilih tidak mendatangi tribun pendukung Real Madrid karena memiliki rasa hormat yang sangat besar kepada Roma.

Baca Juga: Lisandro Martinez Mulai Muak di MU? Kritik Manajemen, Kini Dikabarkan Ingin Kembali ke Spanyol

Sikap tersebut terasa semakin bermakna karena suporter Roma juga memberikan sambutan hangat kepada mantan pelatih mereka.

Sebelum pertandingan, pendukung tuan rumah membentangkan spanduk yang memberikan penghormatan kepada Mourinho dan mengingat kembali keberhasilannya membawa Roma meraih trofi Eropa.

Pernah Bawa Roma Raih Trofi Eropa

Mourinho menangani Roma mulai 2021 hingga Januari 2024. Prestasi terbesarnya datang pada musim 2021/2022 ketika ia membawa Giallorossi menjuarai UEFA Conference League.

Gelar tersebut memiliki arti besar bagi Roma karena menjadi trofi Eropa pertama klub sejak 1961. Semusim kemudian, Mourinho kembali membawa Roma ke final kompetisi Eropa, kali ini di Liga Europa, meski akhirnya kalah dari Sevilla melalui adu penalti.

Baca Juga: Chelsea Sudah Kejar Alex Scott, Liverpool Tiba-Tiba Masuk! Bournemouth Pasang Harga Selangit untuk Gelandang Inggris

Tak mengherankan jika kedatangannya kembali ke Olimpico bersama klub lawan tetap mendapatkan sambutan istimewa.

Namun, rasa hormat tersebut tidak membuat Mourinho mengurangi tuntutan terhadap timnya. Justru Real Madrid menunjukkan mentalitas luar biasa untuk membalikkan keadaan.

Comeback Gila dalam Tujuh Menit

Roma sebenarnya tampil sangat meyakinkan. Donyell Malen mencetak dua gol, sementara satu gol lainnya membuat Roma unggul 3-1 hingga menit ke-83.

Real Madrid kemudian menunjukkan karakter khas mereka di Liga Champions. Dalam waktu hanya tujuh menit, Madrid membalikkan keadaan menjadi 4-3.

Baca Juga: Haaland Langgar Aturan Aneh Maresca di Liga Champions, Tapi Justru Jadi Pahlawan Man City di Tengah Kekalahan

Menurut laporan resmi Real Madrid, ketiga gol comeback tersebut berawal dari kreasi Arda Güler sebelum diselesaikan Espí, Endrick, dan Rüdiger.

Mourinho mengakui Roma tampil lebih baik pada sebagian besar pertandingan. Namun, ia menilai intensitas tinggi yang diperlihatkan tuan rumah akhirnya sulit dipertahankan selama 90 menit.

"Saya sangat menghormati Roma," menjadi alasan utama Mourinho ketika ditanya mengapa dirinya tidak merayakan kemenangan secara berlebihan di Olimpico.

Kemenangan ini membuat Real Madrid mengoleksi enam poin dari dua pertandingan fase liga Liga Champions.

Baca Juga: Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!

Bagi Mourinho, malam di Roma akhirnya berakhir sempurna secara olahraga, tetapi tetap dijalani dengan rasa hormat kepada klub yang pernah menjadi bagian penting dalam kariernya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.