Haaland Langgar Aturan Aneh Maresca di Liga Champions, Tapi Justru Jadi Pahlawan Man City di Tengah Kekalahan

AKURAT BANTEN - Erling Haaland menjadi salah satu pusat perhatian dalam duel Manchester City kontra Paris Saint-Germain pada matchday Liga Champions, Kamis (15/10/2026) dini hari WIB.
Bukan hanya karena mencetak dua gol, striker asal Norwegia itu juga disorot karena dianggap tidak menjalankan aturan unik yang pernah dibuat manajer Manchester City, Enzo Maresca.
Manchester City harus menerima kekalahan 2-4 dari PSG di Etihad Stadium. Tuan rumah bahkan sempat berada dalam situasi sangat sulit setelah tertinggal 0-3 pada babak pertama.
Désiré Doué membuka keunggulan PSG pada menit ke-13. Hanya berselang dua menit, Ousmane Dembélé menggandakan skor. Vitinha kemudian membuat pertahanan City semakin terpuruk lewat gol pada menit ke-32.
Maresca merespons dengan melakukan tiga pergantian pemain sekaligus saat jeda. Salah satu pemain yang ditarik keluar adalah kapten Ruben Dias.
Perubahan tersebut kemudian membuat ban kapten berpindah kepada Haaland pada babak kedua.
Keputusan itu menarik perhatian karena Maresca sebelumnya pernah menjelaskan mengapa Haaland bukan pilihan ideal untuk menjadi kapten.
Aturan Unik Maresca
Saat masih menangani Leicester City dan Chelsea, Maresca mengaku memiliki aturan khusus untuk kapten. Setiap kali tim mencetak gol, sang kapten diminta tidak ikut larut dalam perayaan, melainkan segera mendatangi bangku cadangan untuk menerima instruksi atau penyesuaian taktik dari staf pelatih.
Namun, terdapat pengecualian. Jika kapten tersebut merupakan pemain yang mencetak gol, ia diperbolehkan merayakan golnya.
Aturan itulah yang pernah membuat Maresca bercanda bahwa Haaland akan menjadi masalah jika ditunjuk sebagai kapten. Pasalnya, penyerang seperti Haaland sangat sering mencetak gol.
Situasi tersebut akhirnya benar-benar terjadi ketika Dias digantikan. Haaland mengenakan ban kapten pada babak kedua dan kemudian mencetak dua gol untuk membawa City kembali memberikan tekanan kepada PSG.
Gol pertama Haaland lahir pada menit ke-53. Setelah mencetak gol, ia tidak langsung menghampiri bangku cadangan, melainkan melakukan selebrasi sebelum kembali ke permainan.
Haaland kembali mencetak gol pada menit ke-75. Kali ini ia langsung berlari menuju garis tengah setelah bola bersarang di gawang PSG.
Bukan Pelanggaran Serius
Meski disebut melanggar aturan Maresca, konteksnya perlu dilihat secara utuh. Aturan tersebut merupakan instruksi taktik internal, bukan regulasi pertandingan atau larangan disiplin.
Selain itu, Maresca sendiri sejak awal sudah memberikan pengecualian bagi kapten yang mencetak gol.
Karena Haaland merupakan pencetak kedua gol City, situasinya memang berbeda dengan kapten yang hanya bertugas mengatur rekan-rekannya.
Berdasarkan laporan The Mirror dan Give Me Sport yang menyoroti bahwa Haaland tidak menghampiri bangku cadangan setelah kedua gol tersebut.
Namun, laporan itu juga mengakui kemungkinan aturan tersebut lebih ditujukan ketika City mencetak gol pembuka atau memperbesar keunggulan.
Terlepas dari persoalan tersebut, Haaland tetap menunjukkan ketajamannya. Dua gol ke gawang PSG membuatnya mencatat sejarah baru dengan menjadi pemain tercepat yang mencapai 60 gol di Liga Champions, hanya dalam 60 pertandingan.
Sayangnya, brace tersebut belum cukup menyelamatkan City. Maghnes Akliouche mencetak gol keempat PSG pada menit ke-62, sehingga dua gol Haaland hanya memperkecil jarak.
Baca Juga: Harry Kane Menggila di Liga Champions! Tembus 10 Besar, Rekor Messi dan Ronaldo Mulai Dibidik
Maresca sendiri menilai City menunjukkan respons jauh lebih baik setelah turun minum. Ia mengakui timnya kehilangan keseimbangan pada babak pertama, tetapi kemudian mampu menciptakan banyak peluang setelah melakukan perubahan taktik.
Kekalahan 2-4 tersebut sekaligus menjadi kekalahan pertama Maresca sejak menangani Manchester City. Meski gagal mengamankan hasil, performa Haaland pada babak kedua memberikan satu sinyal positif, yaitu City belum menyerah, bahkan ketika sudah tertinggal tiga gol dari juara bertahan Liga Champions.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Anies, Ganjar, dan Mahfud Bakal Masuk Istana? Wacana Pemakzulan Gibran Ikut Jadi Sorotan
- 2Denny Indrayana Soroti Sikap Megawati soal Gibran, PDIP Bakal Bergerak atau Pilih Diam?
- 3Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 4Mahfud MD Jelaskan Beda Pemakzulan dan Pidana dalam Kasus Gibran, Ini Tahapan Hukumnya!
- 5Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 6Terkenal Vokal, Ini Strategi Baru Abah Saiful Milah Usai Resmi Duduki Kursi Ketua DPRD Kota Tangerang
- 7Keluarga Tersangka Korupsi BOP Gugat Kejari Kabupaten Tangerang Lewat Praperadilan
- 8Ahmad Doli Tantang Hasyim Asy’ari Buka-bukaan! Polemik Pasal Gibran Merembet ke Jabatan Komisaris BUMN, 'Hadiah dari Siapa?'
- 9Lisandro Martinez Mulai Muak di MU? Kritik Manajemen, Kini Dikabarkan Ingin Kembali ke Spanyol
- 10Chelsea Sudah Kejar Alex Scott, Liverpool Tiba-Tiba Masuk! Bournemouth Pasang Harga Selangit untuk Gelandang Inggris








