Banten

Kecelakaan Misterius di Tanggul BKT: Motor Ringsek, Nyawa Tak Terselamatkan

Moehamad Dheny Permana | 22 Juli 2025, 19:27 WIB
Kecelakaan Misterius di Tanggul BKT: Motor Ringsek, Nyawa Tak Terselamatkan

Akurat Banten - Kecelakaan bisa datang tanpa aba-aba. Pagi itu, suasana di Jalan Inspeksi Banjir Kanal Timur (BKT), Cilincing, Jakarta Utara, masih diselimuti kabut tipis.

Lalu lintas belum ramai, hanya sesekali terdengar deru kendaraan melintas. Namun di balik ketenangan tersebut, takdir berkata lain bagi seorang pengendara motor berinisial AFR.

AFR tengah melaju dari arah selatan menuju utara. Diduga hendak menuju tempat aktivitasnya, pria itu berkendara dengan cukup cepat.

Namun, tepat di dekat area Pemancingan Tirta Mas, nasib buruk menantinya.

Motor yang dikendarai tiba-tiba tak terkendali, oleng, dan menghantam sisi tanggul.

Baca Juga: Jejak Kredit Bermasalah, KPK Periksa Bank Internasional dalam Pusaran Korupsi LPEI

“Korban ditemukan dalam kondisi luka-luka dan meninggal dunia,” ungkap AKP Edy Wibowo, Kanit Laka Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Utara.

Ia menjelaskan bahwa dugaan sementara adalah korban mengalami kecelakaan tunggal karena kehilangan kendali.

Motor yang dibawa oleh AFR ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Bagian depan hancur, dan beberapa komponen motor terlihat pecah dan baret.

Sementara tubuh korban tergeletak di dekat tanggul, tak bergerak lagi.

Situasi di lokasi langsung membuat warga sekitar terkejut.

Beberapa yang tinggal di sekitar tanggul bergegas mendekat dan mencoba memberikan pertolongan.

Namun, semuanya sudah terlambat.

Baca Juga: Indonesia Incar Lompatan Besar di Pertahanan Siber, Belajar Langsung dari Singapura

“Ini diduga murni kecelakaan tunggal karena 'out of control',” kata AKP Edy Wibowo.

Yang menarik, setelah petugas kepolisian tiba di tempat kejadian, keluarga korban yang datang kemudian menyatakan keberatan terhadap proses hukum lanjutan.

“Orang tua korban tidak berkenan kejadian ini ditangani Laka Lantas Jakarta Utara,” lanjut AKP Edy.

Penolakan dari keluarga membuat penanganan kasus ini bersifat terbatas.

Meski begitu, petugas tetap mendata kejadian dan menyampaikan informasi kepada pihak keluarga secara formal.

Tidak ada tanda-tanda kecelakaan melibatkan pihak lain, dan semua indikasi mengarah pada insiden tunggal.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi banyak pengguna jalan bahwa kecelakaan bisa terjadi kapan saja, bahkan saat jalan lengang dan tanpa hambatan dari kendaraan lain.

Konsentrasi penuh, kondisi fisik yang prima, serta pemeriksaan kendaraan sebelum berangkat sangatlah penting.

Baca Juga: Operasi SAR KMP Tunu Pratama Jaya Dihentikan, 16 Korban Masih Hilang di Laut Selat Bali

AFR mungkin hanya ingin tiba di tujuan dengan cepat. Namun, satu detik kehilangan kontrol bisa mengubah segalanya.

Kini, namanya menjadi bagian dari daftar pengendara yang berpulang di jalanan sunyi Jakarta.

Kepergiannya menjadi duka bagi keluarga dan pengingat bagi kita semua: jangan pernah remehkan perjalanan meski hanya sebentar.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.