Menelisik Fasilitas SMPN Pinang yang Terbengkalai: Atap Bocor dan Kursi Kelas Rusak

AKURAT BANTEN - Pembangunan SMPN Pinang Kota Tangerang belum juga rampung. Dua tahun berjalan, progresnya baru mencapai 46 persen, sisanya masih terbengkalai menunggu pekerjaan lanjutan.
Meski demikian, hasil pembangunan tahap pertama pembangunan fasilitas pendidikan dengan nilai anggaran sebesar Rp9,3 miliar itu meninggalkan jejak buruk. Kerusakan pada atap dan fasilitas belajar mengajar menjadi sorotan DPRD setempat.
Baca Juga: Proyek SMPN Pinang Kota Tangerang Terbengkalai, DPRD Lakukan Sidak
Diketahui, DPRD Kota Tangerang melakukan inspeksi mendadak terhadap proyek SMPN Pinang tersebut pada Rabu (22/01/2025).
Pantauan di lokasi, akses masuk ke sekolah tersebut masih berbatuan. Terkadang becek bila hujan turun.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Gratiskan Kelas Fotografi dan Editing Foto
Kemudian, bangunan berlantai 3 itu belum sepenuhnya rampung. Lantai paling atas masih berupa rangka kontruksi. Sedangkan lantai 1 dan dua sebagian sudah bisa digunakan.
Total, sudah ada 7 kelas dan 4 ruang guru yang difungsikan untuk kegiatan belajar sejak pertengahan tahun 2024 lalu.
Namun, baru beberapa bulan dioperasikan, bangunan SMPN Pinang sudah mengalami kerusakan kebocoran atap lantai 2. Air hujan kerap menggenang di beranda kelas. Tak hanya itu, fasilitas berupa kursi dan meja belajar pun sebagian sudah ada yang mengalami kerusakan.
"Pembangunan SMP 34 Pinang ini menjadi kebutuhan dasar masyarakat di sektor pendidikan," ujar Anggota DPRD Komisi IV, Apanudin.
Baca Juga: Safari Pembangunan Kota Tangerang: Sejumlah Proyek Strategis 2024 Diresmikan
Atas buruknya kondisi bangunan serta fasilitas sekolah itu, Apanudin meminta Pemkot Tangerang untuk mencari vendor yang mampu mengerjakan pembangunan sesuai spesifikasi yang sudah ditentukan.
"Jangan pilih yang paling murah tapi malah pembangunannya terbengkalai seperti ini," tegasnya.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Perketat Pengawasan Pengelolaan Limbah B3
Sementara itu, Kepala Bidang Pembangunan Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Tangerang, Fakhri Wahyudi menjelaskan, saat ini pihaknya masih menunggu proses lelang lanjutan untuk mencari pihak ketiga yang akan melanjutkan proses pembangunan SMPN Pinang tersebut.
Dia menargetkan, pembangunan lanjutan ini akan berlangsung pada Februari 2025 mendatang.
Baca Juga: Lapas Kelas IIA Serang Gelar Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBMM Tahun 2025
"Februari 2025 ini kita akan lanjutkan, mudah-mudahan bulan Juli bisa digunakan oleh sekolah," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 4Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 5Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan
- 9Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 10Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti

