Banten

Bukan Sekadar Perbaikan Jalan, Pemkot Tangerang Benahi Drainase hingga Sungai untuk Redam Banjir

Handrian Setiawan | 25 September 2026, 10:35 WIB
Bukan Sekadar Perbaikan Jalan, Pemkot Tangerang Benahi Drainase hingga Sungai untuk Redam Banjir
Bukan Sekadar Perbaikan Jalan, Pemkot Tangerang Benahi Drainase hingga Sungai untuk Redam Banjir - Istimewa

AKURAT BANTEN – Apa gunanya jalan mulus jika air masih menggenang? Pertanyaan itu menjadi bagian penting dalam pembangunan infrastruktur di Kota Tangerang.

Pemerintah Kota Tangerang tak hanya memperbaiki badan jalan, tetapi juga membenahi drainase, menormalisasi sungai hingga memperbesar kapasitas tampungan air untuk mengurangi risiko banjir.

Langkah tersebut dilakukan di sejumlah wilayah dengan persoalan berbeda. Mulai dari saluran yang tersumbat sedimentasi dan sampah, drainase yang perlu diperbaiki, hingga sungai dan situ yang dinormalisasi untuk meningkatkan kapasitas aliran dan tampungan air.

Baca Juga: Dibalik Patung Ayam Besi dari Ratusan Knalpot Brong di Cianjur, Ada Pesan Humanis Kapolres AKBP Alexander

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang Taufik Syahzaeni mengatakan, penguatan infrastruktur pengendali banjir dilakukan secara bertahap dengan melihat kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Salah satunya melalui normalisasi Situ Bulakan di Kecamatan Periuk. Menurut Taufik, pengerukan sedimentasi dilakukan untuk meningkatkan kapasitas daya tampung situ hingga sekitar 600 ribu meter kubik.

“Upaya normalisasi Situ Bulakan sudah berjalan sekitar sebulan terakhir dengan fokus utamanya melakukan pengerukan lumpur untuk mengantisipasi sedimentasi dan progresnya sudah mencapai 80 persen,” ujar Taufik dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).

Baca Juga: Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya

Ia menambahkan, Pemkot Tangerang terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten untuk menyiapkan penanganan lanjutan setelah proses normalisasi selesai, termasuk rencana penurapan.

“Pemkot Tangerang berharap normalisasi Situ Bulakan dapat berkontribusi besar memperkuat sistem mitigasi banjir di Kota Tangerang, khususnya di wilayah Kecamatan Periuk dan sekitarnya secara jangka panjang,” kata Taufik.

Di sektor jalan, Pemkot Tangerang juga mencatat 1.024 titik jalan telah diperbaiki sepanjang Januari-Juni 2026, dengan total luasan sekitar 34.533,8 meter persegi. Penanganan mencakup jalan utama hingga jalan lingkungan.

Baca Juga: UPDATE! Besok Aksi Unjuk Rasa KPK NU Kepung Gedung KPK RI, Tuntut Nusron Wahid Ditangkap dan Keputusan AHWA Dibatalkan

Namun, perbaikan jalan berjalan beriringan dengan pembenahan sistem drainase. Di Jalan Iskandar Muda, Neglasari, misalnya, saluran yang tertutup sedimentasi, sampah hingga bangunan dinormalisasi agar fungsi pengaliran air kembali optimal.

Langkah tersebut dinilai penting karena persoalan drainase juga dapat berdampak terhadap kondisi jalan. Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan Dinas PUPR Kota Tangerang Iwan Nursyamsu sebelumnya menyebut normalisasi dilakukan untuk mengantisipasi genangan yang dapat mempercepat kerusakan badan jalan.

Penanganan drainase juga dilakukan dengan membangun infrastruktur baru. Di Grand Duta Periuk, Pemkot Tangerang membangun crossing drainase di Jalan Utama Grand Duta, wilayah RW 23 Gebang Raya. Pekerjaan tersebut dilakukan untuk memperlancar aliran air dan meminimalkan potensi genangan.

Baca Juga: Jokowi Ungkap Riwayat Pendidikan Gibran, ‘Masa Sudah Sekolah di Luar Disuruh Paket C?’

Sementara itu, pengendalian banjir diperluas hingga badan sungai. Pada September 2026, Pemkot Tangerang melakukan normalisasi sedimentasi di Kali Ledug, Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, sebagai langkah menghadapi potensi bencana hidrometeorologi menjelang musim penghujan.

Rangkaian pekerjaan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur di Kota Tangerang tidak hanya berorientasi pada kondisi jalan. Jalan, drainase, sungai dan tampungan air menjadi bagian yang saling berkaitan dalam menjaga kelancaran mobilitas sekaligus mengurangi risiko genangan.

Menjelang musim hujan, pembenahan tersebut menjadi semakin penting. Saluran yang berfungsi baik dapat membantu mengalirkan air, sementara sungai dan situ dengan kapasitas yang lebih besar diharapkan mampu menampung debit air ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Baca Juga: Tambah Infrastruktur Hijau, PLN Operasikan SPKLU Center Pertama di Kota Tangerang

Dengan pendekatan itu, pembangunan jalan tidak berdiri sendiri. Jalan diperbaiki, drainase dibenahi, sungai dinormalisasi dan tampungan air diperbesar semuanya diarahkan untuk memperkuat infrastruktur kota sekaligus menekan risiko genangan dan banjir.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.