Aksi Preman Bersenjata di Lampu Merah Pulomas Gegerkan Warga, Polisi Bergerak Cepat

Akurat Banten - Sore di Jakarta Timur biasanya diwarnai deru kendaraan dan lalu lalang warga yang pulang kerja.
Namun, Senin malam,14 Juli 2025 menjadi berbeda ketika sebuah video mendadak viral di media sosial memperlihatkan aksi pemalakan brutal di kawasan lampu merah Pulomas, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kayu Putih, Pulogadung.
Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram, tampak seorang pria dengan jaket hitam menghampiri mobil putih merek Luxio yang tengah berhenti menunggu lampu hijau.
Tanpa ragu, pria tersebut menyodorkan tangannya ke dalam jendela mobil.
Diduga, ia memaksa meminta uang sambil mengintimidasi korban dengan senjata tajam.
“Benar, pada Senin, 14 Juli 2025 pukul 19.30 WIB sampai selesai, tim gabungan Resmob Polres Jakarta Timur dan tim tiga Opsnal Unit Reskrim Polsek Pulogadung menindaklanjuti terkait berita viral video pemalakan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky Fertoffan.
Tindakan pelaku bukan hanya menciptakan ketakutan bagi pengemudi yang menjadi korban, namun juga memancing kekhawatiran masyarakat luas.
Komentar-komentar di media sosial membanjiri unggahan tersebut, mayoritas mengekspresikan keresahan atas aksi premanisme yang dianggap sudah sangat merajalela dan mengganggu ketertiban umum.
Menurut penuturan korban, pelaku saat itu diduga membawa senjata tajam.
Meski demikian, keberanian korban untuk tidak memenuhi permintaan pelaku menyelamatkan situasi.
Korban memilih langsung tancap gas, meninggalkan tempat kejadian.
"Menurut keterangan korban, terduga pelaku saat itu diduga membawa sajam, tapi oleh korban permintaan pelaku tidak dituruti. Kemudian korban langsung meninggalkan tempat kejadian perkara," jelas Dicky.
Baca Juga: HiFi Air HKM 127+ Resmi Meluncur! Internet Rumah Stabil Tanpa Instalasi Ribet
Kejadian ini menjadi alarm keras bagi aparat keamanan untuk kembali memperketat pengawasan, terutama di titik-titik rawan seperti lampu merah dan jalanan ramai.
Polisi tak tinggal diam. Respons cepat dilakukan dengan patroli gabungan dan penyelidikan intensif guna mengidentifikasi pelaku.
Imbauan juga disampaikan kepada masyarakat agar tak segan melapor jika mengalami atau menyaksikan insiden serupa.
“Kami minta masyarakat jangan takut melapor. Setiap laporan akan langsung kami tindak lanjuti,” tegas Dicky.
Bukan kali ini saja polisi harus berurusan dengan aksi premanisme. Sebelumnya, dalam Operasi Berantas Jaya 2025 yang digelar dari 9–20 Mei 2025, sebanyak 157 pelaku berhasil diamankan dari berbagai wilayah di Jakarta Timur.
Dari jumlah tersebut, 20 orang menjalani proses hukum lebih lanjut, sementara sisanya dibina agar tidak mengulangi perbuatannya.
Premanisme ini tak hanya berkutat pada pemalakan. Polisi menemukan pola yang cukup sistematis, mulai dari penguasaan lahan tanpa izin, intimidasi terhadap tukang parkir, kekerasan oleh debt collector terhadap debitur, hingga pungutan liar.
Aksi preman di Pulomas hanya salah satu contoh bahwa kejahatan jalanan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.
Baca Juga: Mayat Pria dan Motor Ditemukan Mengambang di PIK Jakut, Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian
Namun, di balik video yang menggegerkan dunia maya itu, ada harapan bahwa ketegasan dan kecepatan aparat bisa menjadi benteng perlindungan bagi masyarakat.
Yang jelas, publik kini menanti aksi nyata untuk menjadikan jalanan Jakarta kembali aman dari tangan-tangan jahil yang mengancam rasa nyaman pengguna jalan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bukan Anies atau Ganjar, Zulhas Malah Diusulkan Jadi Pengganti Gibran, Siapa Pengusulnya?
- 220.980 Prajurit TNI AL Disiagakan di Jakarta, Dokumen Pengerahan Ini Bikin Publik Bertanya-tanya!
- 3Mahfud MD Bongkar Dampak Putusan MA soal Suket Gibran, Nasib Jabatan Wapres Jadi Sorotan
- 4Gibran Terancam Lengser, Relawan Jokowi Beri Peringatan Keras ke Prabowo
- 5Benyamin Davnie Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat Gerindra Tangsel, Siap Gaspol Konsolidasi Internal
- 6Tagihan Air Melonjak Hingga Rp2,3 Juta, Pelanggan Asal Cipondoh Ancam Laporkan Perumda Tirta Benteng ke Ombudsman
- 7Gibran Terancam Kehilangan Kursi Wapres? Pakar Hukum Minta DPR Segera Bertindak
- 8Komitmen DPAD Kota Tangerang: Ubah Perpustakaan Jadi Pusat Pemberdayaan dan Kreativitas Warga
- 9Terungkap Dugaan Motif Penyadapan Prabowo, Eks Kompolnas Singgung Kepentingan Politik Listyo Sigit
- 10Terungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Lewat Sistem LIMS, Ada Apa dengan Listyo Sigit?








