Banten

Komitmen DPAD Kota Tangerang: Ubah Perpustakaan Jadi Pusat Pemberdayaan dan Kreativitas Warga

Redaksi | 3 November 2026, 08:38 WIB
Komitmen DPAD Kota Tangerang: Ubah Perpustakaan Jadi Pusat Pemberdayaan dan Kreativitas Warga
Komitmen DPAD Kota Tangerang: Ubah Perpustakaan Jadi Pusat Pemberdayaan dan Kreativitas Warga - Istimewa

AKURAT BANTEN - Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang terus membuktikan komitmennya dalam memperluas fungsi perpustakaan.

Melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), Perpustakaan Umum Daerah Kota Tangerang kini aktif dioptimalkan sebagai wadah inklusif untuk mengasah keterampilan masyarakat.

Salah satu wujud nyata dari program ini adalah Kelas Literasi Pelatihan Sulam Pita yang digelar di Ruang Kelas Lantai 4 dengan menghadirkan perajin ahli Nuning Sekarningrum sebagai narasumber.

Baca Juga: MA Kabulkan Gugatan Subhan Palal, Istana Diancam Digeruduk: 'Mending Gibran Pulang ke Solo!'

Pelatihan ini memfasilitasi 20 peserta terpilih untuk mendalami teknik kerajinan tangan yang bernilai estetika tinggi.

Kepala DPAD Kota Tangerang, Engkos Zarkasyi, mengapresiasi tinggi besarnya animo masyarakat terhadap ruang belajar baru yang dihadirkan pemerintah daerah ini.

"Dari total 51 pendaftar secara daring, sebanyak 20 peserta mendapat kesempatan mengikuti pelatihan. Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan adanya minat masyarakat untuk mempelajari keterampilan baru melalui kegiatan literasi yang lebih beragam," tutur Engkos.

Baca Juga: Tagihan Air Melonjak Hingga Rp2,3 Juta, Pelanggan Asal Cipondoh Ancam Laporkan Perumda Tirta Benteng ke Ombudsman

Melalui pelatihan sulam pita ini, peserta tidak hanya diajarkan ketelitian, tetapi juga didorong untuk mampu menciptakan produk kerajinan mandiri yang memiliki nilai jual di pasaran.

Langkah inovatif ini diharapkan dapat terus mengubah paradigma lama masyarakat, dari yang semula memandang perpustakaan hanya sebagai tempat membaca buku, menjadi pusat inkubasi kreativitas yang mampu mendongkrak produktivitas.

"Ke depan, perpustakaan diharapkan semakin berperan sebagai ruang inklusif yang membuka akses belajar bagi masyarakat dari berbagai latar belakang. Dengan demikian, kegiatan literasi dapat memberikan manfaat yang lebih luas, mulai dari peningkatan pengetahuan hingga pengembangan potensi ekonomi masyarakat," jelasnya. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.