Banten

Lionel Messi Lolos dari Hukuman Skorsing MLS, Ini Aturan Khusus yang Menyelamatkannya

Viona Sebastian Nolani | 31 Oktober 2026, 12:34 WIB
Lionel Messi Lolos dari Hukuman Skorsing MLS, Ini Aturan Khusus yang Menyelamatkannya
Lionel Messi - instagram/@leomessi

AKURAT BANTEN - Lionel Messi ternyata tidak harus menjalani hukuman larangan bermain meskipun telah menerima lima kartu kuning sepanjang kompetisi Major League Soccer (MLS) 2026.

Keputusan tersebut berkaitan dengan aturan khusus dalam regulasi disiplin MLS yang memberikan pengurangan akumulasi kartu kepada pemain yang mampu menjaga perilaku selama beberapa pertandingan berturut-turut.

Dalam pertandingan Inter Miami melawan FC Cincinnati yang berakhir imbang 2-2 pada 28 Oktober waktu Amerika Serikat, Messi mendapatkan kartu kuning pada menit ke-44.

Wasit Armando Villarreal memberikan peringatan setelah pemain asal Argentina itu melakukan pelanggaran terhadap Samuel Gidi.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Sudah Cetak 985 Gol, Tinggal 15 Gol Lagi Menuju Rekor 1.000 Gol

Messi sempat menunjukkan ekspresi tidak puas terhadap keputusan wasit tersebut.

Kartu kuning itu menjadi yang kelima bagi Messi sepanjang MLS 2026.

Sebelumnya, ia telah menerima empat kartu kuning ketika menghadapi Colorado Rapids, Orlando City, Nashville SC, dan Atlanta United.

Berdasarkan aturan umum MLS, pemain yang mengumpulkan lima kartu kuning harus menjalani skorsing satu pertandingan serta membayar denda sebesar 250 dolar AS.

Namun, ketentuan tersebut tidak langsung berlaku bagi Messi karena adanya klausul Insentif Perilaku Baik atau Good Behavior Incentive dalam regulasi resmi MLS.

Baca Juga: Achraf Hakimi Cetak Hat-trick Perdana, PSG Hancurkan Le Havre 5-1 di Ligue 1

Aturan ini memberikan kesempatan kepada pemain untuk mengurangi jumlah akumulasi kartu kuning.

Setiap pemain yang menjalani lima pertandingan berturut-turut tanpa menerima kartu kuning, kartu merah, maupun hukuman disiplin tambahan akan mendapatkan pengurangan satu kartu kuning.

Sebagai contoh, pemain yang telah mengoleksi tiga kartu kuning dapat mengurangi jumlahnya menjadi dua setelah melewati lima pertandingan tanpa pelanggaran disiplin.

Apabila kembali melewati lima pertandingan berikutnya tanpa hukuman, jumlah kartu kuningnya dapat dikurangi satu lagi.

Meski demikian, keuntungan tersebut hanya dapat digunakan maksimal tiga kali selama fase round-robin dalam satu musim.

Jumlah kartu kuning yang diperhitungkan juga tidak boleh dikurangi hingga berada di bawah nol.

Dalam kasus Messi, pemain berusia 39 tahun itu telah memenuhi persyaratan pengurangan kartu sebanyak dua kali sepanjang musim 2026.

Kesempatan pertama diperoleh dalam rentang pertandingan melawan Orlando City hingga Nashville.

Pengurangan kedua terjadi setelah pertandingan melawan Nashville sampai laga menghadapi Atlanta United.

Dengan demikian, dua kartu kuning Messi tidak lagi diperhitungkan dalam penentuan sanksi.

Meskipun secara keseluruhan telah menerima lima kartu kuning, jumlah yang tercatat untuk menentukan skorsing hanya tiga.

Kondisi tersebut membuat Messi tetap memenuhi syarat untuk tampil ketika Inter Miami menghadapi New England Revolution pada 1 November waktu Amerika Serikat.

Perlu diketahui, aturan pengurangan kartu ini berlaku bagi seluruh pemain MLS dan bukan merupakan perlakuan khusus untuk Messi.

Tujuan penerapannya adalah mendorong pemain menjaga disiplin dan menghindari pelanggaran sepanjang kompetisi.

Terhindarnya Messi dari skorsing juga menjadi kabar baik bagi Inter Miami yang sedang berjuang mempertahankan posisi terbaik di klasemen.

Saat ini, Inter Miami menempati peringkat ketiga Wilayah Timur dengan koleksi 56 poin.

Mereka hanya terpaut dua poin dari New England Revolution, meskipun kedua tim sudah memastikan tempat di babak playoff.

Sementara itu, kondisi tersebut berpotensi menjadi keuntungan tersendiri bagi Messi dalam persaingan dengan Cristiano Ronaldo yang juga tengah mengejar pencapaian 1.000 gol sepanjang kariernya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.