Banten

Data Pelanggan Fore Coffee Bocor? CEO Imbau Pengguna Segera Lakukan Langkah Penting Ini!

Abdurahman | 29 Oktober 2026, 14:50 WIB
Data Pelanggan Fore Coffee Bocor? CEO Imbau Pengguna Segera Lakukan Langkah Penting Ini!
Heboh dugaan kebocoran 5,7 juta data pelanggan aplikasi Fore Coffee. (Instagram/fore.coffee)

AKURAT BANTEN — Isu keamanan siber kembali mengguncang industri gaya hidup nasional. Aplikasi pemesanan kedai kopi populer, Fore Coffee, mendadak jadi sorotan hangat setelah muncul dugaan kebocoran data pribadi yang berdampak pada jutaan pelanggannya.

Kabar ini dengan cepat memicu kepanikan massal di media sosial. Sejumlah pengguna bahkan mengambil tindakan drastis dengan menghapus aplikasi hingga memutuskan tautan dompet digital mereka dari sistem.

Menanggapi situasi yang kian memanas, pihak manajemen PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) akhirnya angkat bicara. CEO Fore Coffee, Vico Lomar, secara resmi mengonfirmasi adanya pengaksesan tanpa izin terhadap platform pengelola data pelanggan mereka.

Sebagai langkah tanggap darurat, manajemen merilis imbauan krusial yang wajib segera dilakukan oleh seluruh pengguna aplikasi Fore guna mengamankan akun mereka dari potensi penyalahgunaan.

Baca Juga: Gayo Lues Aceh Diterjang Banjir Bandang dan Puting Beliung, Warga: Belum Pulih Tahun Lalu, Kini Diterjang Lagi!

Rincian Data yang Terekspos dan Imbauan Resmi CEO

Dalam keterangan resminya, Vico Lomar membeberkan bahwa pihak tak dikenal telah berhasil menembus sebagian sistem pengolahan data. Informasi yang terekspos mencakup data demografis hingga riwayat transaksi konsumen.

Sebagian informasi pelanggan diakses oleh pihak yang tidak berwenang. Informasi tersebut mencakup nama, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat yang terdaftar pada aplikasi Fore, hashed PIN, serta riwayat pembelian melalui aplikasi Fore, ungkap CEO PT Fore Kopi Indonesia Tbk, Vico Lomar, Kamis (29/10/2026).

Mengingat pentingnya perlindungan data konsumen, pihak Fore meminta masyarakat tidak menunda tindakan pengamanan mandiri. Langkah utama dan paling penting yang harus segera diambil pengguna saat ini adalah memperbarui kode keamanan PIN pada aplikasi.

"Kami mengimbau agar Anda segera mengganti PIN di akun aplikasi Fore. Penggantian atau pembuatan PIN adalah tindakan pencegahan," imbau Vico tegas.

Baca Juga: Malam Kelabu di Malioboro: Demo Damai Diwarnai Kericuhan Massa Tak Dikenal, Polisi Semprot 'Water Cannon'

Kepanikan Pengguna di Media Sosial

Sebelum pernyataan resmi ini keluar, gelombang kekhawatiran warganet sudah membanjiri berbagai platform digital seperti Threads dan X (Twitter). Banyak pelanggan mengaku terkejut saat menerima notifikasi pemberitahuan dari pihak pengembang.

"Udah dapet email dari tadi siang, baru ngeh ternyata sebahaya itu masalahnya. Sebelum hapus akun, aku juga udah putuskan semua tautan payment," tulis akun Threads @adindapnat.

Ungkapan senada disampaikan pengguna lain yang mengkhawatirkan celah keamanan pada sistem aplikasi langganannya tersebut.

"Kaget tiba-tiba dapat notif email dari Fore terkait pengaksesan informasi tanpa izin dan harus ubah PIN aplikasi. Ternyata emang ada kebocoran data dan dari Fore juga udah ada Official Statement-nya. Kok bisa ya sampe bocor gitu, jadi takut," tulis akun Threads @olil1606.

Baca Juga: Guncang Aceh! BNNP Bongkar Pabrik Sabu 1,2 Ton dan Temukan Ladang Ganja 18 Hektare Bertepatan Sumpah Pemuda

Langkah Hukum dan Koordinasi Bersama Komdigi

Guna menangani insiden siber ini secara tuntas, PT Fore Kopi Indonesia Tbk memastikan telah mengambil tindakan tegas. Perusahaan telah melaporkan kasus peretasan ini kepada pihak berwenang untuk mengusut siapa pelaku di balik pengaksesan ilegal tersebut.

Pihak Fore juga mengandeng Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) serta otoritas siber terkait demi memastikan keamanan infrastruktur digital mereka kembali solid.

Meskipun data seperti PIN terenkripsi (hashed) sempat diakses, manajemen menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada tanda-tanda eksploitasi yang merugikan finansial pelanggan.

"Hingga saat ini, kami tidak menemukan indikasi bahwa informasi yang diakses tersebut telah disalahgunakan," pungkas Vico.

Bagi masyarakat pengguna aplikasi pemesanan digital, insiden ini menjadi alarm keras agar senantiasa rutin mengganti PIN/kata sandi, serta menghindari penggunaan kombinasi angka yang sama pada aplikasi perbankan maupun dompet digital lainnya.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman