Banten

Tekan Risiko Gangguan Mata, JEC dan Syafana Gelar Skrining Digital Gratis di Tangerang

David Amanda | 29 Oktober 2026, 10:41 WIB
Tekan Risiko Gangguan Mata, JEC dan Syafana Gelar Skrining Digital Gratis di Tangerang
Tekan Risiko Gangguan Mata, JEC dan Syafana Gelar Skrining Digital Gratis di Tangerang - Istimewa

AKURAT BANTEN - Kementerian Kesehatan RI mencatat sekitar 17 persen dari 55 juta penduduk usia di atas tujuh tahun yang mengikuti skrining kesehatan pada 2025 mengalami gangguan penglihatan.

Merespons tingginya angka gangguan refraksi seperti miopia, hipermetropia, dan astigmatisme di masyarakat, JEC Eye Hospitals and Clinics bersama Parent Teacher Association (PTA) Secondary Syafana Islamic School menggelar aksi intervensi kesehatan di Syafana Islamic School Secondary Campus, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Sabtu (24/10/2026).

Aksi yang bertepatan dengan momentum pasca-World Sight Day 2026 ini menyasar penanganan langsung terhadap 250 hingga 300 warga. Berbeda dengan pendekatan edukasi biasa, program ini berfokus pada deteksi dini dan pembagian alat bantu penglihatan gratis bagi kelompok rentan.

Baca Juga: Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar

Tingginya angka gangguan mata saat ini dipicu oleh perubahan gaya hidup, mulai dari durasi aktivitas melihat dekat yang intensif, paparan perangkat digital yang tinggi, hingga minimnya aktivitas di luar ruangan.

Gangguan penglihatan yang tidak terdeteksi sering kali menjadi hambatan tersembunyi bagi produktivitas orang dewasa dan kemampuan belajar anak-anak.

Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Eye Hospitals and Clinics, Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiarjo, SpM(K), PhD, menegaskan bahwa kelainan refraksi kerap tidak disadari oleh penderitanya sejak awal.

Baca Juga: Sudah Kalah Telak dan 8 Laga Tanpa Menang, Michael Carrick Masih Aman! Ini Alasan MU Menunda Pemecatan

"Kelainan refraksi, seperti mata minus, plus, dan silinder, dapat dialami siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Kondisi ini kerap tidak disadari sejak awal, padahal dapat memengaruhi kenyamanan belajar, produktivitas, hingga kualitas hidup sehari-hari. Karena itu, pemeriksaan mata secara berkala penting untuk mengenali gangguan penglihatan sedini mungkin agar dapat ditangani secara tepat," ujar Prof. Tjahjono.

Beliau juga menambahkan bahwa sebagai trusted eye care leader yang telah melayani masyarakat Indonesia selama lebih dari empat dekade, JEC Eye Hospitals and Clinics berkomitmen memperluas jangkauan layanan kesehatan mata yang berkualitas.

Kolaborasi dengan Syafana Islamic School diharapkan mampu mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan penglihatan sekaligus berbagi akses pemeriksaan mata bagi mereka yang membutuhkan.

Baca Juga: Portugal Siap Bantu Cristiano Ronaldo Wujudkan Ambisi Terakhir, CR7 Kejar 1.000 Gol dan Trofi Ketiga!

Program ini menyasar kelompok yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan mata, meliputi tenaga pendidik, staf sekolah Syafana Islamic Boarding School, anak didik Atta’awun Educare Kampus Lengkong, serta masyarakat dhuafa di sekitar kawasan Lengkong Kulon.

Untuk memastikan akurasi penanganan, JEC menerjunkan teknologi skrining digital EyeCheck. Peserta yang teridentifikasi membutuhkan alat bantu penglihatan langsung mendapatkan pasokan bingkai dan lensa gratis yang difasilitasi oleh jejaring M-Optik JEC.

"Melalui M-Optik JEC, kami melengkapi pemeriksaan mata dalam kegiatan ini dengan pemberian kacamata bagi peserta yang membutuhkan berdasarkan hasil pemeriksaan. Bagi JEC Eye Hospitals and Clinics, ini menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat untuk memiliki penglihatan yang baik dan memperoleh kacamata yang sesuai untuk menunjang aktivitas sehari-hari," kata Mubadiyah, Kepala Divisi Marketing dan Komunikasi JEC Eye Hospitals and Clinics.

Baca Juga: Nomor 10 Messi Jadi Rebutan! Cuti Romero Punya Kandidat Pilihan, Respons Julian Alvarez Bikin Penasaran

Langkah intervensi berbasis komunitas ini dinilai menjadi model efektif untuk menekan angka gangguan penglihatan yang tidak tertangani di tingkat akar rumput. Ketua PTA Secondary Syafana Islamic School, Sundus Wahidah, menyatakan keterlibatan institusi pendidikan sangat krusial dalam memperluas dampak sosial kesehatan.

"Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Kami ingin mengajak seluruh komunitas sekolah untuk berkontribusi sesuai perannya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Melalui pemeriksaan dan pemberian kacamata ini, kami berharap warga sekolah maupun masyarakat sekitar dapat lebih nyaman menjalani aktivitas sehari-hari," tutur Sundus Wahidah.

Di sisi lain, JEC Eye Hospitals and Clinics yang dikelola oleh PT Nitrasanata Dharma Tbk (kode saham: JECX) terus berupaya mengatasi ketimpangan akses faskes mata di Indonesia.

Baca Juga: Demo Mahasiswa Nyaris Lumpuhkan Sudirman: 5 Tuntutan Menggelegar, Langkah Menuju Bundaran HI Ditahan Dua Lapis Aparat

Beroperasi sejak 1984 dengan 16 fasilitas di sembilan kota, jaringan rumah sakit mata ini tengah bersiap melakukan ekspansi strategis berskala besar.

"Langkah ke depan akan dilanjutkan melalui pembangunan JEC BALI @Sanur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, serta persiapan fasilitas medis baru di Kediri, Jawa Timur, dan Tangerang, Banten," pungkasnya. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.