Demo Mahasiswa Nyaris Lumpuhkan Sudirman: 5 Tuntutan Menggelegar, Langkah Menuju Bundaran HI Ditahan Dua Lapis Aparat

Poin Utama:
Ribuan mahasiswa dan elemen masyarakat memadati Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, mengusung lima tuntutan krusial dari isu karhutla hingga biaya pendidikan.
Langkah massa menuju Bundaran HI tertahan ketat oleh barisan dua lapis pengamanan kepolisian dan TNI AD.
Sejumlah rute bus Transjakarta terpaksa mengalami penyesuaian dan pengalihan jalur akibat aksi unjuk rasa ini.
AKURAT BANTEN— Suhu politik di jantung ibu kota mendadak memanas. Ribuan mahasiswa yang bergabung bersama berbagai elemen masyarakat tumpah ruah memadati ruas Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.
Aksi unjuk rasa yang membawa lima tuntutan besar ini sempat diwarnai ketegangan saat barisan massa yang bergerak menuju kawasan strategis Bundaran Hotel Indonesia (HI) tertahan oleh pagar betis berlapis dari aparat keamanan.
Sejak pukul 15.00 WIB, gelombang peserta aksi yang sebagian besar datang dari arah Bendungan Hilir dan Jalan Jenderal Sudirman mulai memenuhi badan jalan.
Meski tanpa atribut instansi yang mencolok, kehadiran mereka membawa gelombang desakan publik yang kuat terhadap sejumlah persoalan krusial yang tengah membelit negeri.
Di tengah kerumunan, yel-yel dan seruan "Revolusi, revolusi, revolusi!" terus bergema membakar semangat massa. Namun, langkah mereka tidak berjalan mulus.
Dua lapis barisan pengamanan yang terdiri dari personel kepolisian di barisan depan serta diperkuat oleh barisan TNI Angkatan Darat di lapis kedua secara tegas menutup akses menuju kawasan pusat ekonomi dan perdagangan Bundaran HI.
Kepala Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Reynold Elisa Partomuan Hutagalung menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan demi menjaga kestabilan aktivitas vital di kawasan komersial tersebut.
"Kami selalu terbuka, tetapi kalau di Bundaran HI itu pusat perdagangan, pusat ekonomi," ujarnya di lokasi.
Di sisi lain, perwakilan massa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Fathimah Azzahra, menyayangkan hambatan tersebut karena pihak aksi mengeklaim telah melayangkan pemberitahuan resmi sebelumnya.
Tekad massa untuk menembus titik kumpul sempat memicu aksi dorong dan konsolidasi cepat di tengah jalan raya di bawah komando Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI, Hafidz Hernanda.
Menguak 5 Tuntutan Rakyat dan Mahasiswa
Dalam gelombang aksi kali ini, aliansi masyarakat dan mahasiswa merumuskan lima poin tuntutan utama yang dinilai mendesak untuk segera disikapi oleh pemerintah:
Darurat Karhutla Nasional: Menuntut pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan sebagai bencana nasional, menyeret korporasi yang terlibat ke meja hijau, serta melakukan pemulihan ekosistem secara menyeluruh.
Keadilan Ekonomi: Pembenahan tata kelola kebijakan ekonomi demi memangkas jurang ketimpangan sosial di tengah masyarakat.
Kebebasan Sipil: Menghentikan segala bentuk penyempitan ruang sipil serta praktik militerisasi.
Pemberantasan Korupsi: Komitmen nyata dalam memberantas praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) tanpa pandang bulu.
Reformasi Pendidikan: Menuntut penurunan biaya pendidikan secara drastis demi mewujudkan sistem pendidikan nasional yang berpihak dan mengabdi kepada rakyat kecil.
Aksi ini murni representasi suara keresahan masyarakat. Kami membawa persoalan nyata yang dirasakan rakyat, mulai dari beban biaya pendidikan yang mencekik hingga keadilan ekologis yang diabaikan, tegas salah satu orator aksi di lokasi.
Baca Juga: Rekonstruksi Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun: 48 Adegan Digelar, Warga Geruduk Lokasi!
Dampak Transportasi dan Rute Alternatif Transjakarta
Imbas dari aksi massa yang memadati kawasan protokol ini, denyut transportasi publik ikut mengalami disrupsi.
PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) bergerak cepat melakukan penyesuaian operasional demi mengamankan mobilitas warga.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, memaparkan bahwa dari ratusan rute yang beroperasi normal, setidaknya terdapat delapan koridor yang mengalami penyesuaian signifikan, mulai dari penghentian sementara, perpendekan rute, hingga pengalihan jalur lintasan.
Beberapa rute yang dihentikan sementara di antaranya:
6B (Ragunan - Balai Kota via Semanggi)
6A (Ragunan - Balai Kota via Kuningan)
1P (Senen - Blok M)
1B (Stasiun Palmerah - Tosari)
Sementara itu, pengalihan jalur utama juga diberlakukan pada koridor 1 Blok M - Kota yang melintasi kawasan Polda Metro Jaya hingga Monas.
Pihak Transjakarta mengimbau masyarakat pengguna transportasi umum untuk senantiasa memantau pembaruan informasi melalui aplikasi resmi TJ: Transjakarta guna menghindari kemacetan parah di titik-titik pengalihan.
Hingga batas waktu sore hari, ketegangan sempat mewarnai negosiasi di Jalan Jenderal Sudirman.
Apabila ruang gerak menuju Bundaran HI terus ditutup, massa berencana untuk membacakan seluruh naskah tuntutan rakyat tersebut langsung di tengah aspal Jalan Jenderal Sudirman sebagai simbol perlawanan damai.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 5Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 6Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 7Haaland Semprot Donnarumma di Tengah Laga, Blunder Sang Kiper Bikin Man City Tumbang!
- 8Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 9Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 10MU Dihajar Bournemouth, Legenda Liverpool Mengamuk! Gerrard Sebut 6 Pemain Setan Merah Tak Cukup Bagus









