MU Dihajar Bournemouth, Legenda Liverpool Mengamuk! Gerrard Sebut 6 Pemain Setan Merah Tak Cukup Bagus

AKURAT BANTEN - Manchester United kembali menjadi sasaran kritik setelah menelan kekalahan telak 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford. Kali ini, legenda Liverpool Steven Gerrard ikut menyoroti kualitas skuad Setan Merah.
Ia menilai enam pemain belum menunjukkan standar yang dibutuhkan untuk membantu klub bersaing di papan atas Premier League.
Dalam pembahasannya di program The Overlap Daily, Gerrard menyebut Harry Maguire, Luke Shaw, Lisandro Martinez, Andrey Santos, Carlos Baleba, dan Amad Diallo sebagai pemain yang penampilannya atau kualitasnya masih jauh dari harapan.
Di tengah kritik tersebut, ia justru memberikan pujian kepada Bruno Fernandes yang dinilainya sebagai pemain paling berbakat di skuad Manchester United.
Maguire, Shaw, dan Martinez Jadi Sorotan
Gerrard menilai Manchester United seharusnya lebih cepat mengambil keputusan mengenai masa depan Harry Maguire dan Luke Shaw.
Ia mengakui keduanya pernah memiliki karier yang bagus, tetapi menganggap mereka kini tidak lagi memenuhi standar yang diharapkannya dari pemain Manchester United.
Sorotan juga diarahkan kepada Lisandro Martinez. Gerrard mempertanyakan sejumlah sikap bek asal Argentina tersebut, termasuk komentar mengenai kebijakan perekrutan pemain dan situasi ketika ia ditarik keluar saat menghadapi Leeds United.
Penilaian Gerrard itu terbilang keras, terutama karena Martinez pernah menjadi bagian penting dari lini pertahanan United.
Namun, kritik tersebut mencerminkan besarnya tuntutan terhadap pemain yang mengenakan seragam klub dengan sejarah panjang di sepak bola Inggris.
Dua Rekrutan Mahal Belum Meyakinkan
Kritik Gerrard tidak berhenti di lini belakang. Ia juga mempertanyakan perekrutan Andrey Santos dan Carlos Baleba, dua pemain yang diharapkan memperkuat sektor tengah Manchester United.
Santos, yang disebut direkrut dari Chelsea dengan nilai sekitar 50 juta paun, dinilai Gerrard belum memenuhi standar untuk bermain bagi klub sebesar United.
Sementara itu, Baleba dianggap memiliki potensi besar, tetapi belum siap membantu Setan Merah bersaing memperebutkan posisi teratas liga.
Pernyataan itu sekaligus menyoroti tantangan yang dihadapi manajemen dalam membangun skuad. Belanja besar tidak otomatis menghasilkan tim yang solid.
Pemain baru membutuhkan waktu untuk beradaptasi, tetapi Manchester United juga membutuhkan hasil nyata dalam waktu singkat.
Amad Diallo Dinilai Belum Konsisten
Nama keenam dalam daftar Gerrard adalah Amad Diallo. Mantan kapten Liverpool itu menilai penampilan pemain sayap tersebut masih naik turun dan belum memperlihatkan konsistensi yang dibutuhkan Manchester United.
Gerrard kemudian membandingkan kondisi itu dengan masa ketika United memiliki pemain sayap kelas dunia seperti Ryan Giggs dan David Beckham.
Perbandingan tersebut menggambarkan betapa tingginya standar yang ia gunakan untuk menilai sektor sayap Setan Merah.
Baca Juga: Kalah dari Harry Kane dan Mbappe, Lamine Yamal Justru Santai: Ballon d'Or Itu Akan Datang!
Meski demikian, kritik tersebut tetap merupakan opini Gerrard. Performa seorang pemain perlu dinilai dengan mempertimbangkan kontribusi, peran taktis, menit bermain, dan kondisi tim secara keseluruhan.
Carrick dan Manajemen Ikut Tertekan
Kritik Gerrard datang ketika posisi pelatih Michael Carrick juga berada dalam sorotan. Kekalahan dari Bournemouth membuat Manchester United tertahan di peringkat ke-16 dengan tujuh poin dari delapan pertandingan Premier League, menurut laporan Reuters pada Minggu (25/10/2026).
Situasi ini memunculkan pertanyaan mengenai siapa yang paling bertanggung jawab atas kemerosotan performa tim: pelatih, pemain, atau kebijakan perekrutan klub.
Bagi Manchester United, mengganti pelatih saja belum tentu menyelesaikan seluruh persoalan. Tim membutuhkan peningkatan performa kolektif, keputusan transfer yang tepat, serta konsistensi di lapangan.
Komentar Gerrard pun menjadi alarm keras bagi Setan Merah. Jika ingin kembali bersaing di papan atas, Manchester United harus membuktikan bahwa skuad mereka mampu memenuhi tuntutan klub, bukan sekadar mengandalkan nama besar dan investasi mahal.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 4Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 5Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 6Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 7Haaland Semprot Donnarumma di Tengah Laga, Blunder Sang Kiper Bikin Man City Tumbang!
- 8Uang Pelicin Rp338 Juta di Balik Kredit Fiktif Bank BJB: Polda Banten Bongkar Modus Licik Rekayasa Dokumen, Negara Boncos Rp8,7 Miliar!
- 9Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 10MU Dihajar Bournemouth, Legenda Liverpool Mengamuk! Gerrard Sebut 6 Pemain Setan Merah Tak Cukup Bagus









