Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!

AKURATBANTEN – Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, mengaku heran setelah pernyataannya mengenai polemik ijazah Joko Widodo mendapat tanggapan berupa tantangan untuk menunjukkan dokumen pribadinya.
Salah satu dokumen yang disinggung adalah buku nikah asli, padahal JK merasa dirinya hanya mengusulkan agar ijazah mantan Presiden tersebut diperlihatkan untuk menjawab pertanyaan publik.
Persoalan itu kembali dibahas JK saat berbincang dengan mantan juru bicara kepresidenan, Johan Budi, dalam sebuah podcast yang ditayangkan pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Dalam perbincangan tersebut, JK menjelaskan bahwa permintaannya agar ijazah Jokowi diperlihatkan bukan berarti dirinya meragukan keaslian dokumen pendidikan tersebut.
JK justru menegaskan keyakinannya bahwa ijazah Jokowi asli.
Menurutnya, memperlihatkan dokumen yang selama ini menjadi bahan perdebatan bisa menjadi salah satu cara untuk menghentikan polemik yang terus berkembang di tengah masyarakat.
Ia juga membedakan sikapnya dengan Roy Suryo, yang selama ini mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi.
JK menegaskan bahwa dirinya tidak berada pada posisi yang menuding ijazah tersebut palsu. Ia lebih menekankan pentingnya keterbukaan untuk menjawab keraguan yang muncul.
Baca Juga: Analisis Roy Suryo dan Dokter Tifa soal Dokumen Ijazah Jokowi Jadi Sorotan, Apa Fakta Hukumnya?
JK mempertanyakan alasan pernyataannya justru memicu tanggapan yang mengarah pada dokumen pribadi miliknya.
Ia merasa usulannya kepada Jokowi merupakan dorongan agar persoalan yang berlarut-larut dapat memperoleh kejelasan.
Menurut JK, apabila ijazah yang dipersoalkan memang asli, memperlihatkan dokumen tersebut dapat membantu meredakan perdebatan.
Ia berharap persoalan itu tidak terus menjadi sumber pertentangan di tengah masyarakat.
Baca Juga: Bonatua Serahkan Putusan MK soal Gibran dalam Gugatan Ijazah Jokowi, Akankah Jadi Bukti Kunci?
Sebelumnya, pernyataan JK mendapat respons dari sejumlah pihak.
Salah satunya adalah Bestari Barus dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang dikabarkan menantang JK untuk menunjukkan ijazah dan buku nikahnya sendiri sebagai tanggapan atas permintaan JK kepada Jokowi.
Respons tersebut membuat JK mempertanyakan relevansi dokumen pribadinya dengan persoalan ijazah mantan Presiden.
Ia menilai usulannya tidak dimaksudkan untuk menyerang pribadi Jokowi, melainkan mendorong penyelesaian polemik melalui keterbukaan.
Baca Juga: Polemik Ijazah Jokowi Kembali Memanas, Dokumen Disebut Dibakar dan 3 Saksi Siap Buka Suara
Di tengah berkembangnya perdebatan, JK kembali menekankan bahwa dirinya tidak mendukung tuduhan bahwa ijazah Jokowi palsu.
Ia menyatakan percaya pada keaslian dokumen tersebut, tetapi menganggap penjelasan terbuka dapat membantu menghentikan berbagai spekulasi.
Posisi itu sekaligus menjadi penegasan bahwa permintaan JK berbeda dari tudingan yang disampaikan sejumlah pihak dalam polemik ijazah.
Ia ingin persoalan tersebut memperoleh kejelasan agar tidak terus memunculkan perdebatan baru.
Selain persoalan dokumen, JK juga pernah membantah tuduhan mengenai pemberian dana kepada pihak-pihak yang mempertanyakan ijazah Jokowi.
Ia mengambil langkah hukum terhadap Rismon Hasiholan Sianipar atas dugaan pencemaran nama baik.
Tuduhan mengenai pendanaan tersebut tetap harus dibedakan dari fakta yang telah dibuktikan melalui proses hukum.
Perdebatan mengenai ijazah Jokowi terus menarik perhatian publik karena melibatkan sejumlah tokoh politik dan persoalan hukum.
Baca Juga: Gus Nur Gugat Negara Rp4,2 Miliar, Curhat di Depan Hakim soal Kasus Ijazah Jokowi
JK menginginkan dokumen tersebut diperlihatkan untuk menjawab pertanyaan masyarakat, sedangkan Jokowi sebelumnya menyatakan bersedia menunjukkan ijazah aslinya apabila diminta oleh hakim di pengadilan.
Perbedaan pandangan mengenai cara menyelesaikan polemik tersebut membuat isu ijazah kembali menjadi perbincangan.
Meski demikian, berbagai tuduhan yang muncul tetap perlu dinilai berdasarkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Bagi JK, keterbukaan merupakan salah satu jalan untuk mengurangi spekulasi dan mengakhiri perdebatan berkepanjangan.
Baca Juga: Akhirnya Diadili! Roy Suryo Hadapi Sidang Kasus Ijazah Jokowi Usai 5 Kali Ajukan Praperadilan
Namun, penyelesaian polemik tetap membutuhkan informasi yang jelas, proses yang sesuai hukum, serta kehati-hatian masyarakat dalam menerima dan menyebarkan klaim yang belum terverifikasi.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Begini Alasan Dedi Mulyadi Saat Dicari Prabowo di Rakornas, Lebih Baik di Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai
- 2Kasus Korupsi Pesawat Fiktif Rp4,94 Miliar, Eks Dirut Angkasa Pura Kargo Jadi Tersangka
- 3150 Guru Besar Kirim Surat Terbuka Desak Gibran Mundur, Bareskrim Bergerak Maraton Cecar Pelapor Kasus Suket Ijazah!
- 4AC Milan Hancur Lebur di Markas Bournemouth: 4 Pemain Ini Jadi Biang Keladi Pembantaian Rossoneri!
- 5Prabowo Akhirnya Buka Kartu! Said Didu Cium Perombakan Besar Kabinet Sebelum Akhir Oktober
- 6Disaat Kumpul Keluarga Akhir Pekan, Resep Masakan Kepala Ikan Kakap jadi Primadona Keluarga
- 7Bayar 'Hutang' 16 Tahun Lalu, Skuad Emas Manchester United Resmi Bentrok Lawan Persija di SUGBK!
- 8SIAP-SIAP BORONG TIKET! Pemerintah Gratiskan PPN Pesawat 100 Persen Buat Libur Nataru, Cek Trik dan Tanggal Mainnya!
- 9Rizal Fadillah Desak Prabowo Bersikap soal Gibran, Benarkah Wacana Pemakzulan Makin Panas?
- 10Ade Armando Sentil Sikap Prabowo soal Polemik Gibran, Benarkah Mas Wapres Tak Bisa Disalahkan?









