Banten

Kylian Mbappe Minta Maaf kepada China, Kontroversi Meme Mao Zedong Bikin Sponsor Cabut dan La Liga Kena Imbas!

Aullia Rachma Puteri | 28 Oktober 2026, 22:52 WIB
Kylian Mbappe Minta Maaf kepada China, Kontroversi Meme Mao Zedong Bikin Sponsor Cabut dan La Liga Kena Imbas!
Kylian Mbappe, memperlihatkan gestur hattrick saat merayakan gol ketiga yang dicetaknya ke gawang Real Sociedad dalam laga jornada kedua La Liga 2026/2027 di Santiago Bernabeu, Kamis (27/8/2026) dini hari WIB. (Thomas COEX / AFP)

AKURAT BANTEN - Kylian Mbappe akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat China setelah komentarnya mengenai sebuah meme yang menampilkan dirinya sebagai Mao Zedong memicu kontroversi besar.

Pernyataan tersebut bahkan berkembang menjadi persoalan komersial dan penyiaran, dengan sejumlah perusahaan China menghentikan kerja sama bersama bintang Real Madrid tersebut.

Mbappe menyampaikan permintaan maaf melalui pernyataan dalam bahasa Prancis, Mandarin, dan Inggris pada Selasa (27/10/2026).

Ia mengakui komentarnya tidak tepat dan memahami bahwa perkataannya telah melukai perasaan masyarakat China serta komunitas China di berbagai negara.

Baca Juga: Bukan Panik, Barcelona Malah Pesta Barbeku Setelah Kalah dari PSG dan Real Madrid, Ini Tujuannya!

Bermula dari Pertanyaan soal Meme

Kontroversi tersebut berawal dari sebuah wawancara dengan program Prancis, The Bridge. Mbappe ditanya mengenai meme favoritnya yang beredar di internet.

Dalam video tersebut, ia menunjuk sebuah meme yang menampilkan wajahnya telah diedit ke tubuh Mao Zedong. Mbappe menyebut gambar tersebut sebagai meme yang menurutnya lucu. Namun, komentarnya kemudian mendapat reaksi keras di China.

Meme tersebut sebenarnya merupakan bagian dari tren lama yang menggambarkan Mbappe sebagai seorang "diktator". Meme semacam itu berkembang dari candaan mengenai pengaruh besar Mbappe di klub yang pernah dibelanya, terutama Paris Saint-Germain.

Sejumlah meme bahkan memasangkan wajah Mbappe dengan sejumlah tokoh politik dan pemimpin militer.

Baca Juga: Portugal Siap Bantu Cristiano Ronaldo Wujudkan Ambisi Terakhir, CR7 Kejar 1.000 Gol dan Trofi Ketiga!

Masalah muncul karena Mao Zedong merupakan figur yang sangat sensitif dalam konteks sosial dan politik China. Candaan yang berkaitan dengannya akhirnya dianggap menyinggung perasaan masyarakat China.

Dampaknya Meluas ke Dunia Bisnis

Kontroversi tersebut tidak berhenti di media sosial. Sejumlah perusahaan China kemudian mengambil tindakan terhadap Mbappe.

Perusahaan minuman Eastroc Beverage serta perusahaan susu Mengniu dan Shanghai Milkground Food Tech dilaporkan menghentikan kerja sama dengan pemain berusia 27 tahun tersebut.

Beberapa merek global juga dilaporkan menghapus materi promosi yang menampilkan Mbappe dari platform media sosial China.

Baca Juga: Nomor 10 Messi Jadi Rebutan! Cuti Romero Punya Kandidat Pilihan, Respons Julian Alvarez Bikin Penasaran

Dampaknya bahkan merembet ke kompetisi yang diikuti Mbappe. China Media Group, yang mengelola jaringan penyiaran publik CCTV, menghentikan sementara siaran pertandingan La Liga di China.

Situasi tersebut memperlihatkan betapa sensitifnya hubungan antara olahraga, bisnis, dan isu budaya ketika seorang bintang sepak bola dengan popularitas global membuat pernyataan yang dianggap menyinggung di sebuah pasar penting.

La Liga Ikut Terseret

La Liga juga terdampak akibat kontroversi tersebut. Presiden La Liga, Javier Tebas, menyampaikan penyesalan atas kekecewaan yang muncul di kalangan penggemar sepak bola China.

La Liga menegaskan bahwa komentar Mbappe merupakan pendapat pribadi dan tidak mewakili sikap kompetisi.

Baca Juga: Blunder Fatal Kylian Mbappe: Guyonan soal Mao Zedong Berbuntut Panjang, Sponsor Cabut hingga Siaran LaLiga Diblokir!

Pihak liga juga berencana memperkuat protokol komunikasi serta pemahaman budaya untuk klub dan pemain guna mencegah kejadian serupa terulang.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang awalnya bermula dari sebuah meme telah berkembang menjadi isu yang jauh lebih luas.

Real Madrid Akhirnya Ikut Minta Maaf

Perkembangan terbaru membuat kasus ini semakin serius. Pada Rabu (28/10/2026), Real Madrid secara resmi menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat China atas ketidaknyamanan yang muncul akibat pernyataan Mbappe.

Dalam pernyataannya, klub menegaskan rasa hormat terhadap China, sejarah, budaya, dan masyarakatnya, termasuk jutaan penggemar Real Madrid di negara tersebut.

Baca Juga: Keluarga Lamine Yamal Tuai Kritik setelah Ballon d'Or 2026, Ayahnya Jadi Sorotan

Pemerintah China juga merespons permintaan maaf Mbappe. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, mengatakan pemerintahnya menanggapi serius permintaan maaf tersebut.

Bagi Mbappe, kontroversi ini menjadi pengingat bahwa status sebagai salah satu pesepak bola paling populer di dunia membawa konsekuensi besar di luar lapangan.

Satu komentar yang awalnya dimaksudkan sebagai candaan tentang meme ternyata berdampak terhadap hubungan komersial, penyiaran La Liga, bahkan membuat klubnya harus turun tangan.

Kini, Mbappe telah meminta maaf. Tinggal menunggu apakah langkah tersebut cukup untuk meredakan kontroversi dan memulihkan kembali hubungannya dengan para penggemar serta mitra bisnis di China.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.