Banten

Bukan Panik, Barcelona Malah Pesta Barbeku Setelah Kalah dari PSG dan Real Madrid, Ini Tujuannya!

Aullia Rachma Puteri | 28 Oktober 2026, 22:43 WIB
Bukan Panik, Barcelona Malah Pesta Barbeku Setelah Kalah dari PSG dan Real Madrid, Ini Tujuannya!
Barcelona kalah dari Real Madrid. - FC Barcelona

AKURAT BANTEN - Barcelona sedang menghadapi ujian serius setelah menelan dua kekalahan beruntun dalam pertandingan besar.

Menariknya, alih-alih membiarkan suasana ruang ganti semakin panas, para pemain senior justru mengambil inisiatif untuk menggelar pesta barbeku di kompleks latihan Ciutat Esportiva Joan Gamper.

Agenda tersebut digelar sebagai upaya menjaga kebersamaan skuad setelah Barcelona kalah 2-4 dari Paris Saint-Germain di Liga Champions dan kemudian takluk 1-2 dari Real Madrid dalam El Clasico.

Menurut laporan SPORT yang dikutip sejumlah media, acara tersebut diinisiasi pemain senior dan berlangsung setelah sesi latihan.

Baca Juga: Portugal Siap Bantu Cristiano Ronaldo Wujudkan Ambisi Terakhir, CR7 Kejar 1.000 Gol dan Trofi Ketiga!

Dua Kekalahan Datang dalam Laga Besar

Hasil negatif Barcelona memang cukup mengejutkan jika melihat awal musim mereka. Sebelum menghadapi PSG dan Real Madrid, tim asuhan Hansi Flick tampil sangat impresif.

Barcelona bahkan memenangi sembilan pertandingan pertama La Liga. Mereka juga mengawali musim Liga Champions dengan performa kuat sebelum PSG menghentikan catatan tersebut lewat kemenangan 4-2 di Paris pada 20 Oktober.

Empat hari kemudian, Barcelona kembali mendapatkan pukulan. Bermain di Camp Nou, mereka kalah 1-2 dari Real Madrid. Kylian Mbappe mencetak dua gol untuk Los Blancos, sementara Raphinha menjadi pencetak gol Barcelona.

Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri start sempurna Barcelona di La Liga. Meski demikian, Blaugrana masih berada di puncak klasemen dengan 27 poin dari 10 pertandingan, unggul tiga poin dari Real Madrid.

Baca Juga: Nomor 10 Messi Jadi Rebutan! Cuti Romero Punya Kandidat Pilihan, Respons Julian Alvarez Bikin Penasaran

Pemain Senior Ambil Inisiatif

Di tengah tekanan tersebut, pemain senior Barcelona memilih mengambil langkah sederhana tetapi penting. Mereka mengorganisasi acara barbeku di tempat latihan klub.

Pertemuan itu memberikan kesempatan bagi seluruh anggota skuad untuk berkumpul dalam suasana yang lebih santai tanpa atmosfer pertandingan.

Pemilihan fasilitas latihan juga membuat acara tersebut lebih privat dibandingkan makan bersama di restoran yang berpotensi menarik perhatian media.

Laporan mengenai acara tersebut juga menyebut tidak ada indikasi bahwa dua kekalahan itu telah memicu perpecahan di ruang ganti. Hubungan antarpemain tetap baik dan skuad masih menunjukkan kepercayaan terhadap pekerjaan Flick.

Baca Juga: Blunder Fatal Kylian Mbappe: Guyonan soal Mao Zedong Berbuntut Panjang, Sponsor Cabut hingga Siaran LaLiga Diblokir!

Dengan kata lain, barbeku tersebut bukan pesta untuk merayakan hasil. Justru sebaliknya, kegiatan ini menjadi cara para pemain menjaga hubungan ketika tekanan sedang meningkat.

Flick Minta Barcelona Segera Bereaksi

Hansi Flick sendiri tidak berusaha mencari alasan setelah kekalahan dari Real Madrid. Pelatih asal Jerman itu mengakui bahwa Barcelona perlu menganalisis kesalahan dan segera memberikan respons.

Flick juga menilai timnya tidak cukup segar setelah menjalani rangkaian pertandingan dan perjalanan yang padat. Namun, ia menegaskan faktor tersebut bukan alasan untuk menghindari tanggung jawab.

Barcelona memang tampil berbeda dibandingkan ketika menjalani awal musim. Dalam pertandingan melawan Madrid, mereka beberapa kali kehilangan bola dan kesulitan menemukan ritme permainan.

Baca Juga: Mbappe Kehilangan Tiga Mitra Bisnis di China, Kontroversi Meme Picu Boikot Besar-besaran

Pedri juga mengakui timnya tidak bermain seperti biasanya dan terlalu lambat dalam mengalirkan bola.

Barbeku Bukan Solusi Utama

Kebersamaan di luar lapangan tentu tidak otomatis menyelesaikan masalah Barcelona. Setelah dua kekalahan besar, Flick tetap harus memperbaiki detail permainan, terutama efektivitas serangan, konsentrasi pertahanan, dan kemampuan mengontrol pertandingan.

Barcelona juga harus memperhatikan kondisi kebugaran pemain. Flick mengungkapkan cedera menjadi salah satu kekhawatiran setelah Xavi Espart harus meninggalkan pertandingan melawan Madrid.

Sebelumnya, lini belakang Barcelona juga kehilangan sejumlah pemain karena masalah kebugaran.

Baca Juga: Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Konsistensi Gol dan Kerja Keras Mengantarkannya ke Puncak

Kini, Barcelona dituntut membuktikan bahwa dua kekalahan tersebut hanyalah sebuah periode buruk, bukan awal dari kemerosotan.

Barbeku telah menjadi langkah pertama untuk menjaga ruang ganti tetap solid. Berikutnya, tugas para pemain adalah menunjukkan respons tersebut di atas lapangan.

Laga melawan Alaves pada akhir pekan akan menjadi kesempatan pertama Barcelona untuk membuktikan bahwa kekalahan dari PSG dan Real Madrid tidak menggoyahkan ambisi mereka pada musim ini.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.