Mbappe Kehilangan Tiga Mitra Bisnis di China, Kontroversi Meme Picu Boikot Besar-besaran

AKURAT BANTEN - Satu komentar Kylian Mbappe mengenai meme di media sosial memicu gelombang protes di Tiongkok.
Pada 27 Oktober, sedikitnya tiga perusahaan asal Tiongkok mengumumkan penghentian kerja sama komersial dengan bintang Real Madrid tersebut.
Menurut Associated Press, ketiga perusahaan itu adalah produsen minuman Dongpeng, perusahaan susu Mengniu, dan produsen keju Milkground.
Ketiganya menyatakan akan menghentikan hubungan bisnis dengan Mbappe setelah kontroversi tersebut mencuat.
Baca Juga: Manchester United Belum Pecat Michael Carrick, Sejumlah Nama Disiapkan sebagai Pengganti
Polemik bermula dari video wawancara Mbappe dalam acara bincang-bincang daring The Bridge yang beredar luas pada 26 Oktober.
Dalam wawancara itu, striker berusia 27 tahun tersebut membicarakan meme yang dianggap menyinggung masyarakat Tiongkok.
Mbappe ditanya mengenai gambar meme yang menampilkan dirinya dan dianggap paling lucu menurutnya.
Pemain asal Prancis tersebut mengaku menyukai gambar hasil penyuntingan digital yang menempatkan wajahnya pada karakter yang ia ingat berasal dari Tiongkok.
Baca Juga: Bayern Munich Beri Penghormatan kepada Harry Kane, 73 Bola Sepak Jadi Simbol Istimewa
Ia juga mengatakan sering menggunakan gambar tersebut ketika bermain gim daring bersama teman-temannya.
Meskipun tidak menyebut nama seseorang secara langsung, pernyataan Mbappe memicu kritik dari para penggemarnya di Tiongkok.
Nada bercanda dalam wawancara tersebut, ditambah dengan gambar-gambar yang beredar di media sosial, memperbesar kontroversi.
Gelombang kecaman kemudian muncul di berbagai platform media sosial Tiongkok.
Sejumlah perusahaan di negara tersebut ikut mengambil tindakan dengan menghentikan kerja sama bersama pemain internasional Prancis itu.
Pada 27 Oktober, Dongpeng menyatakan penolakan tegas terhadap tindakan yang dianggap melukai sentimen nasional.
Perusahaan minuman tersebut menegaskan kebijakan tanpa toleransi terhadap perilaku semacam itu dan langsung menghentikan seluruh kerja samanya dengan Mbappe.
Mengniu, salah satu perusahaan susu terkemuka di Tiongkok, juga mengeluarkan pernyataan serupa.
Perusahaan tersebut menegaskan tidak akan menerima pernyataan maupun tindakan yang melukai perasaan masyarakat Tiongkok.
Sementara itu, Milkground menjadi perusahaan ketiga yang dikonfirmasi Associated Press telah mengakhiri perjanjian komersial dengan Mbappe.
Sebelum kontroversi ini terjadi, Mbappe merupakan salah satu wajah terkenal dalam industri periklanan Tiongkok.
Foto dirinya digunakan untuk mempromosikan berbagai produk, transportasi umum, hingga kampanye pemasaran.
Dalam salah satu iklan Mengniu, Mbappe bahkan tampil bersama Lionel Messi.
Ketiga perusahaan tersebut belum mengungkapkan nilai kontrak yang dihentikan.
Karena itu, besarnya potensi kerugian finansial yang dialami Mbappe belum dapat dipastikan.
Dampak kontroversi tersebut juga meluas ke penayangan pertandingan sepak bola di Tiongkok.
Kantor berita Spanyol EFE, dengan mengutip The Paper, melaporkan bahwa China Central Television (CCTV) menangguhkan siaran pertandingan La Liga dan laga yang melibatkan Mbappe mulai malam 26 Oktober.
Iklan serta video yang menampilkan pemain tersebut juga dilaporkan telah dihapus.
Platform Xiaohongshu atau RedNote turut menyatakan sedang meninjau dan menghapus konten promosi yang berkaitan dengan Mbappe.
Namun, platform itu menjelaskan bahwa perjanjian kerja samanya dengan Mbappe sebenarnya telah berakhir pada 31 Desember 2024.
Dengan demikian, kerja sama tersebut bukan baru saja dibatalkan akibat kontroversi terbaru.
Menurut surat kabar Jiemian pada 27 Oktober, akun Mbappe di Xiaohongshu dan Weibo juga mengalami pembatasan untuk mengunggah konten.
Hingga siang hari pada 27 Oktober, pihak Mbappe belum memberikan tanggapan resmi sebagaimana dilaporkan Associated Press.
Real Madrid juga belum mengumumkan adanya tindakan disipliner terhadap striker asal Prancis tersebut.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 4Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 5Ballon d’Or 2026 Segera Terjawab! Ini Jadwal Pengumuman, Jam Tayang WIB, dan Kandidat yang Berebut Trofi
- 6Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 7Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 8Haaland Semprot Donnarumma di Tengah Laga, Blunder Sang Kiper Bikin Man City Tumbang!
- 9Mbappe Kehilangan Tiga Mitra Bisnis di China, Kontroversi Meme Picu Boikot Besar-besaran
- 10Keluarga Lamine Yamal Tuai Kritik setelah Ballon d'Or 2026, Ayahnya Jadi Sorotan








