Sudah Kalah Telak dan 8 Laga Tanpa Menang, Michael Carrick Masih Aman! Ini Alasan MU Menunda Pemecatan

AKURAT BANTEN - Manchester United dikabarkan mengurungkan rencana untuk memecat Michael Carrick meski performa tim terus menjadi sorotan.
Manajemen Setan Merah disebut belum menemukan kandidat pengganti yang cukup meyakinkan untuk mengambil alih kursi pelatih di tengah musim yang berjalan sulit.
Jajaran petinggi Manchester United di bawah kendali INEOS sempat mempertimbangkan pergantian pelatih setelah kekalahan telak 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford. Namun, Carrick akhirnya mendapat kesempatan untuk memperbaiki situasi tim.
Keputusan tersebut bukan berarti posisi Carrick sepenuhnya aman. Tekanan terhadap pelatih berusia 45 tahun itu masih besar, terutama karena hasil pertandingan Manchester United belum memenuhi harapan pendukung maupun manajemen.
Kekalahan dari Bournemouth Jadi Titik Kritis
Kekalahan 0-3 dari Bournemouth pada Minggu (25/10/2026) menjadi pukulan berat bagi Manchester United. Bermain di kandang sendiri, Setan Merah gagal menghindari hasil buruk yang memperpanjang catatan tanpa kemenangan mereka menjadi delapan pertandingan.
Situasi tersebut membuat masa depan Carrick semakin tidak menentu. Sebelumnya, kekalahan 1-4 dari Como di Liga Champions juga memicu kritik terhadap pendekatan taktik sang pelatih.
Bahkan, kapten Bruno Fernandes sempat mempertanyakan taktik dan kondisi mental tim setelah pertandingan tersebut.
Menurut laporan Sky Sports, petinggi klub memang telah mempertimbangkan sejumlah alternatif sebelum kekalahan dari Bournemouth.
Artinya, pembahasan mengenai masa depan Carrick bukan sekadar reaksi spontan terhadap satu hasil buruk, melainkan bagian dari evaluasi atas performa tim secara keseluruhan.
Eddie Howe dan Julian Nagelsmann Jadi Kandidat
Dua nama yang menonjol dalam pembahasan calon pengganti Carrick adalah Eddie Howe dan Julian Nagelsmann. Keduanya memiliki latar belakang berbeda, tetapi sama-sama dinilai berpotensi menangani klub sebesar Manchester United.
Howe memiliki pengalaman panjang di sepak bola Inggris. Ia sukses membawa Newcastle United menjuarai Carabao Cup pada 2025, sekaligus mengakhiri penantian klub tersebut selama sekitar 70 tahun untuk meraih trofi domestik utama. Ia meninggalkan Newcastle pada Juli 2026 dan belum kembali menangani klub lain.
Sementara itu, Nagelsmann pernah melatih Bayern Munchen dan tim nasional Jerman. Ia juga memiliki hubungan profesional dengan Christopher Vivell, kepala perekrutan Manchester United.
Baca Juga: Kalah dari Harry Kane dan Mbappe, Lamine Yamal Justru Santai: Ballon d'Or Itu Akan Datang!
Namun, penjajakan terhadap para kandidat belum membuat manajemen yakin untuk segera mengganti Carrick.
Biaya dan Ketersediaan Pelatih Jadi Kendala
Selain kecocokan taktik, perekrutan pelatih baru juga tidak lepas dari persoalan biaya dan kesediaan meninggalkan pekerjaan saat ini.
Unai Emery, misalnya, turut dikaitkan dengan posisi tersebut. Namun, pelatih asal Spanyol itu masih terikat kontrak dengan Aston Villa. Kompensasi untuk membawanya ke Old Trafford berpotensi menjadi hambatan.
Antonio Conte juga sempat masuk dalam pembicaraan. Akan tetapi, laporan Reuters menyebut Conte membantah bahwa dirinya sedang menjalani negosiasi lanjutan dengan Manchester United. Ia menyebut kabar tersebut tidak berdasar.
Baca Juga: Bukan Panik, Barcelona Malah Pesta Barbeku Setelah Kalah dari PSG dan Real Madrid, Ini Tujuannya!
Kondisi ini memperlihatkan bahwa menemukan nama besar saja tidak cukup. Manchester United perlu memastikan calon pelatih tersedia, cocok dengan arah klub, dan mampu menangani tekanan besar di Old Trafford.
Carrick Dapat Kesempatan, tetapi Tekanan Belum Hilang
Untuk sementara, Carrick masih dipercaya memimpin latihan dan mempersiapkan tim menghadapi Chelsea pada Sabtu (31/10/2026).
Pertandingan tersebut berpotensi menjadi ujian penting bagi upayanya mengembalikan kepercayaan manajemen.
Bagi Manchester United, mempertahankan Carrick bisa menjadi pilihan sementara ketika kandidat pengganti belum dianggap tepat. Namun, keputusan itu juga membawa risiko apabila performa tim tidak segera membaik.
Carrick kini menghadapi tugas berat: memperbaiki hasil pertandingan, membangkitkan kepercayaan diri pemain, dan membuktikan bahwa dirinya masih layak memimpin Setan Merah.
Di tengah spekulasi pemecatan dan perburuan pelatih baru, satu hal jelas: kesempatan yang diberikan kepada Carrick harus dibayar dengan perubahan nyata di lapangan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 4Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 5Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 6Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 7Haaland Semprot Donnarumma di Tengah Laga, Blunder Sang Kiper Bikin Man City Tumbang!
- 8Uang Pelicin Rp338 Juta di Balik Kredit Fiktif Bank BJB: Polda Banten Bongkar Modus Licik Rekayasa Dokumen, Negara Boncos Rp8,7 Miliar!
- 9Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 10MU Dihajar Bournemouth, Legenda Liverpool Mengamuk! Gerrard Sebut 6 Pemain Setan Merah Tak Cukup Bagus









