Banten

Aksi Preman Bersenjata di Lampu Merah Pulomas Gegerkan Warga, Polisi Bergerak Cepat

Moehamad Dheny Permana | 15 Juli 2025, 18:32 WIB
Aksi Preman Bersenjata di Lampu Merah Pulomas Gegerkan Warga, Polisi Bergerak Cepat

Akurat Banten - Sore di Jakarta Timur biasanya diwarnai deru kendaraan dan lalu lalang warga yang pulang kerja.

Namun, Senin malam,14 Juli 2025 menjadi berbeda ketika sebuah video mendadak viral di media sosial memperlihatkan aksi pemalakan brutal di kawasan lampu merah Pulomas, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kayu Putih, Pulogadung.

Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram, tampak seorang pria dengan jaket hitam menghampiri mobil putih merek Luxio yang tengah berhenti menunggu lampu hijau.

Tanpa ragu, pria tersebut menyodorkan tangannya ke dalam jendela mobil.

Diduga, ia memaksa meminta uang sambil mengintimidasi korban dengan senjata tajam.

“Benar, pada Senin, 14 Juli 2025 pukul 19.30 WIB sampai selesai, tim gabungan Resmob Polres Jakarta Timur dan tim tiga Opsnal Unit Reskrim Polsek Pulogadung menindaklanjuti terkait berita viral video pemalakan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky Fertoffan.

Baca Juga: Olahraga Padel Dipajaki 10 Persen, Menpora: Ada Potensi Ekonomi, Pemerintah Punya Hak Ambil Kontribusi

Tindakan pelaku bukan hanya menciptakan ketakutan bagi pengemudi yang menjadi korban, namun juga memancing kekhawatiran masyarakat luas.

Komentar-komentar di media sosial membanjiri unggahan tersebut, mayoritas mengekspresikan keresahan atas aksi premanisme yang dianggap sudah sangat merajalela dan mengganggu ketertiban umum.

Menurut penuturan korban, pelaku saat itu diduga membawa senjata tajam.

Meski demikian, keberanian korban untuk tidak memenuhi permintaan pelaku menyelamatkan situasi.

Korban memilih langsung tancap gas, meninggalkan tempat kejadian.

"Menurut keterangan korban, terduga pelaku saat itu diduga membawa sajam, tapi oleh korban permintaan pelaku tidak dituruti. Kemudian korban langsung meninggalkan tempat kejadian perkara," jelas Dicky.

Baca Juga: HiFi Air HKM 127+ Resmi Meluncur! Internet Rumah Stabil Tanpa Instalasi Ribet

Kejadian ini menjadi alarm keras bagi aparat keamanan untuk kembali memperketat pengawasan, terutama di titik-titik rawan seperti lampu merah dan jalanan ramai.

Polisi tak tinggal diam. Respons cepat dilakukan dengan patroli gabungan dan penyelidikan intensif guna mengidentifikasi pelaku.

Imbauan juga disampaikan kepada masyarakat agar tak segan melapor jika mengalami atau menyaksikan insiden serupa.

“Kami minta masyarakat jangan takut melapor. Setiap laporan akan langsung kami tindak lanjuti,” tegas Dicky.

Bukan kali ini saja polisi harus berurusan dengan aksi premanisme. Sebelumnya, dalam Operasi Berantas Jaya 2025 yang digelar dari 9–20 Mei 2025, sebanyak 157 pelaku berhasil diamankan dari berbagai wilayah di Jakarta Timur.

Dari jumlah tersebut, 20 orang menjalani proses hukum lebih lanjut, sementara sisanya dibina agar tidak mengulangi perbuatannya.

Premanisme ini tak hanya berkutat pada pemalakan. Polisi menemukan pola yang cukup sistematis, mulai dari penguasaan lahan tanpa izin, intimidasi terhadap tukang parkir, kekerasan oleh debt collector terhadap debitur, hingga pungutan liar.

Aksi preman di Pulomas hanya salah satu contoh bahwa kejahatan jalanan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.

Baca Juga: Mayat Pria dan Motor Ditemukan Mengambang di PIK Jakut, Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian

Namun, di balik video yang menggegerkan dunia maya itu, ada harapan bahwa ketegasan dan kecepatan aparat bisa menjadi benteng perlindungan bagi masyarakat.

Yang jelas, publik kini menanti aksi nyata untuk menjadikan jalanan Jakarta kembali aman dari tangan-tangan jahil yang mengancam rasa nyaman pengguna jalan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.