Dulu Pahlawan Anfield, Kini Dicemooh! Jordan Henderson Dapat Sambutan Panas saat Pulang Bersama Chelsea

AKURAT BANTEN - Kepulangan Jordan Henderson ke Anfield berubah menjadi malam yang penuh emosi. Mantan kapten Liverpool itu untuk pertama kalinya kembali ke markas The Reds sebagai pemain Chelsea.
Alih-alih mendapat sambutan hangat seperti ketika masih mengenakan seragam Liverpool, Henderson justru menghadapi sorakan dan cemoohan dari sebagian pendukung tuan rumah.
Momen tersebut terjadi saat Liverpool menjamu Chelsea pada putaran keempat Carabao Cup, Kamis (29/10/2026) dini hari WIB.
Henderson menjadi starter dan tampil selama 90 menit dalam pertandingan yang akhirnya dimenangi Liverpool melalui adu penalti dengan skor 6-5 setelah laga berakhir 1-1.
Baca Juga: Chelsea Tersingkir Dramatis, Xabi Alonso Tetap Bangga: The Blues Mulai Tunjukkan Perubahan
12 Tahun Bersama Liverpool
Reaksi fans terasa kontras dengan hubungan Henderson bersama Liverpool pada masa lalu.
Gelandang Inggris itu bergabung dengan The Reds pada 2011 dan menghabiskan 12 tahun di Anfield sebelum meninggalkan klub pada 2023.
Selama periode tersebut, Henderson mencatat 492 penampilan dan menjadi kapten Liverpool selama delapan musim.
Ia juga menjadi bagian penting dari era kesuksesan klub, termasuk ketika Liverpool menjuarai Premier League dan Liga Champions.
Situs resmi Liverpool bahkan pernah menggambarkan Henderson sebagai kapten yang membawa klub meraih trofi domestik, Eropa, dan dunia pada era modern.
Hubungan tersebut membuat perlakuan yang diterimanya saat menghadapi Liverpool terasa semakin menarik.
Henderson sebelumnya masih mendapat sambutan hangat ketika kembali ke Anfield bersama Brentford pada akhir musim lalu. Ia bahkan mengaku sangat terharu dengan penerimaan tersebut.
Namun, situasinya berubah setelah Henderson bergabung dengan Chelsea pada musim panas 2026.
Baca Juga: Benjamin Sesko Absen hingga 2027, Michael Carrick Pusing! MU Kehilangan Satu-satunya Striker Nomor 9
Setiap Menyentuh Bola Dicemooh
Begitu Henderson mendapatkan bola, sebagian suporter Liverpool langsung memberikan respons berupa siulan dan cemoohan.
Bahkan, ketika Chelsea memperoleh penalti pada babak pertama, Henderson sempat mengambil bola dan berjalan menuju titik putih.
Momen tersebut membuat suara dari tribun semakin keras. Henderson kemudian memberikan bola kepada Morgan Rogers, yang akhirnya menjadi eksekutor dan sukses membawa Chelsea unggul 1-0.
Sikap Henderson yang terlihat tersenyum ketika mendapat cemoohan semakin membuat momen tersebut menjadi bahan pembicaraan.
Media Inggris juga menyoroti bagaimana mantan kapten Liverpool itu tampak menikmati atmosfer panas di Anfield.
Namun, keunggulan Chelsea tidak bertahan lama. Liverpool mendapatkan penalti setelah Wesley Fofana melakukan handball. Cody Gakpo sukses menjalankan tugasnya dan membuat kedudukan menjadi 1-1.
Henderson Tetap Tenang saat Adu Penalti
Drama belum berakhir. Karena skor tetap imbang hingga akhir waktu normal, Liverpool dan Chelsea harus menentukan pemenang melalui adu penalti.
Henderson kembali menjadi pusat perhatian. Ia dipercaya sebagai salah satu eksekutor Chelsea dan berhasil menjalankan tugasnya.
Baca Juga: Lionel Messi Absen Lawan New England Revolution, Inter Miami Kehilangan Kapten Usai Drama Imbang 2-2
Tendangannya masuk ke gawang Giorgi Mamardashvili, membuat Chelsea tetap memiliki peluang untuk lolos.
Sayangnya bagi Henderson dan Chelsea, Liverpool akhirnya menang 6-5. Wesley Fofana gagal mencetak gol pada kesempatan terakhir Chelsea setelah tendangannya melambung, sementara Joe Gomez memastikan kemenangan The Reds.
Dari Legenda Menjadi Rival
Kepulangan Henderson memperlihatkan bagaimana hubungan seorang pemain dengan klub dapat berubah ketika ia berganti seragam.
Ia pernah menjadi salah satu simbol kesuksesan Liverpool, tetapi kali ini berdiri di sisi berlawanan.
Baca Juga: Cuma Gara-Gara Candaan soal Mao Zedong, Bisnis Real Madrid di China Bisa Goyang? Ini Dampaknya
Bahkan, Henderson sempat terlibat adu argumen dengan Virgil van Dijk di lapangan. Keduanya pernah menjadi rekan setim selama bertahun-tahun, tetapi malam itu harus bertarung sebagai lawan.
Pada akhirnya, Liverpool yang tersenyum. The Reds melaju ke perempat final Carabao Cup dan akan menghadapi Bournemouth.
Sementara bagi Henderson, kepulangan pertamanya ke Anfield sebagai pemain Chelsea meninggalkan cerita yang jauh lebih rumit. Ia pernah meninggalkan stadion tersebut sebagai legenda.
Kali ini, ia pulang sebagai rival dan merasakan sendiri betapa cepat atmosfer sepak bola dapat berubah.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 5Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 6Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 7TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 8Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 9Jose Mourinho Punya Strategi Khusus untuk Jude Bellingham, Posisi Nomor 10 Jadi Kunci di Real Madrid
- 10Arsenal Tersingkir dari Carabao Cup usai Dikalahkan Fleetwood Town, Kartu Merah Max Dowman Jadi Sorotan








