Banten

Arsenal Tersingkir dari Carabao Cup usai Dikalahkan Fleetwood Town, Kartu Merah Max Dowman Jadi Sorotan

Viona Sebastian Nolani | 30 Oktober 2026, 14:39 WIB
Arsenal Tersingkir dari Carabao Cup usai Dikalahkan Fleetwood Town, Kartu Merah Max Dowman Jadi Sorotan
Mikel Arteta. - Instagram/@arsenal

AKURAT BANTEN - Arsenal mengalami hasil mengejutkan setelah tersingkir dari Carabao Cup akibat kekalahan dari Fleetwood Town, tim yang berada di peringkat ke-18 League Two dan terpaut 84 posisi dari The Gunners.

Pertandingan yang berlangsung di kandang Fleetwood tersebut menjadi salah satu hasil paling mengejutkan dalam perjalanan Arsenal di kompetisi piala domestik.

Fleetwood membuka keunggulan pada menit ke-21 melalui Aaron Loupalo-Bi yang berhasil melewati bek tengah Arsenal berusia 17 tahun, Marli Salmon.

Arsenal baru mampu menyamakan kedudukan pada babak kedua melalui gol Viktor Gyokeres sehingga pertandingan berakhir dengan skor 1-1 pada waktu normal.

Baca Juga: AFC Berbalik Mendukung Gianni Infantino, Pengunduran Diri Takeshi Okada Picu Gejolak Sepak Bola Asia

Pertandingan kemudian ditentukan melalui adu penalti, yang akhirnya dimenangkan Fleetwood Town.

Hasil tersebut semakin mengejutkan karena tim Fleetwood disebut belum pernah menjalani latihan adu penalti sebelumnya.

Bahkan, manajer Fleetwood, Matt Lawlor, sempat kebingungan dan mengira pertandingan masih akan dilanjutkan ke babak tambahan waktu.

Namun, perhatian setelah pertandingan tidak hanya tertuju pada tersingkirnya Arsenal, tetapi juga insiden kartu merah yang diterima pemain muda Max Dowman.

Baca Juga: Vincent Kompany Keluar dari Rumah Sakit, Bayern Munich Ungkap Penyebab Ia Pingsan

Pemain berusia 16 tahun itu diusir dari lapangan pada menit ke-85 setelah terlibat insiden dengan Harrison Neal.

Setelah menerima tekel keras dari belakang, Dowman kehilangan kendali dan membalas dengan tendangan sehingga wasit mengeluarkan kartu merah langsung.

Akibat insiden tersebut, Dowman terancam menjalani hukuman larangan bermain selama tiga pertandingan.

Sebelumnya, pemain muda itu telah menunjukkan potensinya dengan mencetak dua gol ketika Arsenal menghadapi Ipswich pada putaran sebelumnya.

Namun, insiden terbaru tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai kemampuannya mengendalikan emosi di lapangan.

Kartu merah itu juga menjadi yang kedua bagi Dowman dalam kurun waktu satu bulan setelah ia menerima hukuman serupa ketika bermain di level tim nasional U19 Inggris.

Situasi tersebut semakin menarik perhatian karena Dowman masih berusia 16 tahun dan dianggap sebagai salah satu talenta muda yang menjanjikan bagi Arsenal.

Kontroversi semakin besar ketika kamera televisi merekam reaksi manajer Mikel Arteta setelah Dowman meninggalkan lapangan menuju terowongan pemain.

Alih-alih membiarkan pemain muda tersebut menenangkan diri di ruang ganti, Arteta terlihat mendekatinya dan menyampaikan kritik dengan nada keras di depan kamera.

Tindakan pelatih asal Spanyol itu langsung memicu kritik dari sejumlah pengamat sepak bola di Sky Sports.

Mantan pemain Paul Merson menilai Arteta seharusnya tidak memperlakukan Dowman dengan cara tersebut setelah sang pemain melakukan kesalahan.

Merson juga mempertanyakan apakah Arteta akan menunjukkan reaksi serupa apabila pemain berpengalaman seperti Viktor Gyokeres yang menerima kartu merah.

Menurutnya, pemain berusia 16 tahun yang baru saja melakukan kesalahan membutuhkan dukungan dan bimbingan, bukan teguran keras di depan publik.

Pandangan tersebut juga didukung pakar sepak bola Jobi McAnuff yang menilai reaksi Arteta tidak pantas terhadap pemain muda yang dipandang sebagai bagian penting dari masa depan Arsenal.

Setelah pertandingan, Arteta menjelaskan bahwa dirinya hanya mengingatkan kembali instruksi sebelum laga mengenai pentingnya "mengendalikan dan mengelola emosi mereka."

Meski demikian, sejumlah media menilai tindakan Arteta justru bertentangan dengan pesan yang disampaikannya karena sang pelatih juga terlihat kesulitan menjaga ketenangan di pinggir lapangan.

Kekalahan dari Fleetwood Town membuat Arsenal kehilangan kesempatan untuk melanjutkan perjuangan meraih gelar Carabao Cup musim ini.

Selain hasil pertandingan, insiden antara Arteta dan Dowman turut memunculkan perdebatan mengenai cara pelatih menangani pemain muda ketika melakukan kesalahan.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa pengembangan talenta muda tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga bimbingan emosional dan lingkungan yang mendukung.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.