AFC Berbalik Mendukung Gianni Infantino, Pengunduran Diri Takeshi Okada Picu Gejolak Sepak Bola Asia

AKURAT BANTEN - Konfederasi Sepak Bola Asia atau AFC menghadapi gejolak internal setelah mengambil keputusan untuk mendukung Gianni Infantino dalam pencalonan kembali sebagai Presiden FIFA.
Keputusan tersebut memunculkan kontroversi karena sebelumnya AFC sempat melontarkan kritik terhadap FIFA terkait rencana penjualan saham Piala Dunia kepada investor swasta.
Perubahan sikap itu juga memperlihatkan adanya perbedaan pandangan di antara federasi sepak bola Asia mengenai arah kebijakan FIFA.
Dampak dari keputusan tersebut semakin terlihat setelah Wakil Presiden Asosiasi Sepak Bola Jepang atau JFA, Takeshi Okada, mengundurkan diri dari jabatannya.
Baca Juga: Vincent Kompany Keluar dari Rumah Sakit, Bayern Munich Ungkap Penyebab Ia Pingsan
Kontroversi lainnya muncul dari Presiden Asosiasi Sepak Bola Yordania, Pangeran Ali bin Hussein, yang melontarkan tuduhan serius terhadap FIFA.
Dua bulan sebelum perubahan sikap AFC, sejumlah pihak sempat mengkritik FIFA karena dianggap melakukan "pelanggaran kepercayaan serius" terkait rencana penjualan saham Piala Dunia kepada investor swasta.
Namun, dalam kongres luar biasa yang berlangsung di Tokyo, Presiden AFC Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa menunjukkan dukungan kepada Infantino melalui gestur yang menegaskan kedekatan keduanya.
Langkah AFC tersebut langsung mendapat perhatian karena dilakukan di Jepang, negara yang menjadi tuan rumah kongres dan memiliki perbedaan pandangan mengenai sejumlah kebijakan FIFA.
Baca Juga: Lionel Messi Finish Kelima di Ballon d'Or 2026, Samir Nasri dan Mehdi Benatia Melontarkan Kritik
Takeshi Okada kemudian secara resmi mengajukan pengunduran diri sebagai Wakil Presiden JFA.
Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui situs resmi JFA, Okada menegaskan bahwa sepak bola harus menjunjung tinggi integritas dan nilai-nilai sosial.
Ia menilai sejumlah keputusan yang berkaitan dengan Piala Dunia bertentangan dengan prinsip yang selama ini dipegangnya.
Meskipun memahami bahwa JFA memiliki pertimbangan praktis untuk mengikuti arah kebijakan umum AFC, Okada memilih mundur demi mempertahankan pendiriannya.
Presiden JFA Tsuneyasu Miyamoto juga mengakui bahwa federasi-federasi Asia tidak selalu memiliki pandangan yang sama ketika menentukan sikap bersama.
Perselisihan tersebut semakin memanas setelah Pangeran Ali bin Hussein menyampaikan kritik terhadap FIFA mengenai pencairan hadiah bagi tim nasional Yordania.
Ia menuduh FIFA melakukan "pemerasan" karena menahan pembayaran hadiah selama delapan bulan setelah Yordania mencapai final Piala Arab.
Menurut Pangeran Ali, FIFA menawarkan bantuan untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi Yordania dengan syarat ia menyatakan dukungan secara terbuka kepada Infantino.
Dana hadiah tersebut kemudian dicairkan dua hari setelah persoalan itu dipublikasikan melalui media sosial.
Namun, perwakilan Yordania tetap menolak memberikan dukungan kepada Infantino meskipun pembayaran telah dilakukan.
Pangeran Ali juga menilai kongres AFC telah berubah menjadi acara "murni politik " karena para delegasi disebut tidak diberi kesempatan untuk berbicara, berdebat, maupun berinteraksi dengan media.
AFC membantah seluruh tuduhan mengenai ancaman atau penyuapan dan menyatakan bahwa kasus yang melibatkan perwakilan Yordania telah diserahkan kepada otoritas kehakiman untuk proses disipliner.
Di tengah kontroversi tersebut, Infantino terus berupaya mengamankan dukungan menjelang pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027.
Ia membutuhkan 106 suara dari total 211 federasi anggota untuk mencapai mayoritas yang diperlukan dalam pemilihan tersebut.
Berdasarkan statistik yang dikutip The Independent, Infantino memperoleh dukungan dari sekitar 116 federasi anggota, sementara sekitar 91 federasi menyatakan penolakan.
Jumlah dukungan tersebut menunjukkan bahwa peluang Infantino untuk kembali memimpin FIFA masih terbuka meskipun kebijakannya menuai kritik.
Kelompok oposisi dipimpin UEFA yang memiliki 55 anggota, termasuk federasi sepak bola Inggris, Jerman, Prancis, Italia, dan Belanda.
Selandia Baru dan Yordania juga disebut berada dalam kelompok yang menentang Infantino.
Sebaliknya, basis dukungan Infantino mencakup Konfederasi Sepak Bola Afrika atau CAF dengan 54 anggota serta AFC dengan 47 anggota.
Dukungan dari sejumlah negara di Amerika Selatan, termasuk Argentina, dan kawasan Karibia seperti Meksiko turut memperkuat posisinya.
Perkembangan ini memperlihatkan bahwa persaingan menuju pemilihan Presiden FIFA bukan hanya menyangkut dukungan terhadap seorang kandidat, tetapi juga perbedaan kepentingan dan prinsip di antara federasi sepak bola dunia.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 5Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 6TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 7Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 8Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 9Cristiano Ronaldo Cetak Hat-trick dalam 15 Menit, Total Gol Karier Kini Tembus 985
- 10Inter Miami Ditahan Imbang FC Cincinnati 2-2, Posisi Lionel Messi Terancam di Klasemen MLS







