Banten

Cuma Gara-Gara Candaan soal Mao Zedong, Bisnis Real Madrid di China Bisa Goyang? Ini Dampaknya

Aullia Rachma Puteri | 30 Oktober 2026, 07:41 WIB
Cuma Gara-Gara Candaan soal Mao Zedong, Bisnis Real Madrid di China Bisa Goyang? Ini Dampaknya
Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe. - Instagram/@k.mbappe

AKURAT BANTEN - Kontroversi Kylian Mbappe di China mulai merembet ke ranah bisnis Real Madrid. Candaan penyerang asal Prancis itu mengenai Mao Zedong memicu gelombang kritik di China dan telah menimbulkan konsekuensi komersial bagi sang pemain.

Kini, klub yang dibelanya ikut menghadapi risiko karena China merupakan salah satu pasar penting bagi Real Madrid.

Masalah bermula dari sebuah video wawancara yang kemudian beredar luas di media sosial. Mbappe membicarakan meme yang menampilkan wajahnya disunting ke tubuh Mao Zedong.

Ia menyebut sosok dalam meme tersebut sebagai seorang diktator China. Video itu kemudian memicu kemarahan publik China.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Kalahkan Lionel Messi dalam BOAT 2026, Ballon d'Or 2008 Jadi Pilihan Terbaik Penggemar

Tiga Sponsor China Putus Kerja Sama

Dampak kontroversi tersebut bergerak cepat. Setidaknya tiga perusahaan China, yaitu Dongpeng, Mengniu, dan Shanghai Milkground Food Tech, menghentikan kerja sama dengan Mbappe.

Dongpeng sebelumnya menggunakan Mbappe sebagai bagian dari kampanye promosinya, termasuk iklan minuman olahraga yang beredar selama Piala Dunia 2026. Mengniu juga menjadikan bintang Real Madrid tersebut sebagai figur promosi.

Keputusan tersebut menunjukkan bahwa persoalan Mbappe bukan lagi sekadar kontroversi di media sosial. Hubungan komersial sang pemain dengan pasar China sudah terkena dampak nyata.

Real Madrid Ikut Terseret

Real Madrid kemudian mengambil langkah untuk meredakan situasi. Klub tersebut menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat China dan menegaskan rasa hormat terhadap China, sejarah, budaya, serta para pendukung Real Madrid di negara tersebut.

Baca Juga: Bikin Malu! Warga Australia Mengamuk Usai Melbourne Victory Dihancurkan Persib Bandung di Kandang Sendiri

La Liga juga meminta maaf atas kontroversi tersebut. Presiden La Liga Javier Tebas bahkan ikut berupaya meredakan ketegangan dengan pihak China.

Respons tersebut tidak mengherankan karena sepak bola Spanyol mempunyai kepentingan ekonomi besar di pasar Negeri Tirai Bambu.

La Liga menyebut China dan Amerika Serikat secara bersama-sama menyumbang mayoritas nilai hak siar internasional kompetisi tersebut, yang bernilai 748 juta euro untuk musim 2024/2025.

Penjualan Jersey Real Madrid Ikut Terancam

Bagi Real Madrid, persoalan ini menjadi lebih sensitif karena China merupakan pasar merchandise yang besar.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Menang Penghargaan BOAT, Ballon d'Or 2008 Kalahkan Prestasi Lionel Messi pada 2012

Berdasarkan laporan AFP yang mengutip Marca, sekitar 10 hingga 15 persen penjualan jersey dan merchandise Real Madrid berasal dari China.

Angka tersebut tidak berarti Real Madrid sudah kehilangan persentase tersebut akibat kontroversi Mbappe. Namun, jika sentimen negatif terhadap sang pemain berlanjut, potensi penurunan penjualan produk yang menggunakan nama Mbappe tentu menjadi perhatian.

Menariknya, AFP menemukan jersey Real Madrid masih tersedia di gerai Adidas di Beijing, tetapi tidak ada jersey Los Blancos dengan nama Mbappe ketika dilakukan pengecekan.

Kondisi tersebut menjadi gambaran awal bagaimana kontroversi bisa memengaruhi aspek komersial sang pemain di China.

Baca Juga: Messi Tinggalkan Lapangan dengan Wajah Kecewa, Inter Miami Tertahan dan Ronaldo Menang Penghargaan BOAT

Siaran La Liga Juga Terdampak

Dampaknya bahkan telah masuk ke sektor penyiaran. China Media Group menghentikan siaran pertandingan La Liga di tengah kontroversi tersebut.

Migu, yang memiliki kesepakatan menayangkan pertandingan La Liga, juga tidak menjadwalkan pertandingan Real Madrid berikutnya melawan Racing Santander.

Bagi La Liga dan klub-klub besarnya, situasi ini tentu tidak ideal. Pada Agustus 2026, La Liga mengumumkan kesepakatan dengan Migu untuk menyiarkan 380 pertandingan per musim hingga 2030. China pun menjadi bagian penting dari strategi liga untuk mengembangkan basis penggemarnya di Asia.

Mbappe Sudah Minta Maaf

Mbappe sendiri telah menyampaikan permintaan maaf dalam bahasa Prancis, Mandarin, dan Inggris. Ia mengakui komentarnya kurang bijaksana dan memahami bahwa perkataannya telah melukai banyak orang di China serta komunitas China di seluruh dunia.

Baca Juga: Michael Carrick dan Bruno Fernandes Akhiri Ketegangan, Manchester United Dibayangi Laga Penentuan Kontra Chelsea

Kementerian Luar Negeri China mengatakan pihaknya mencermati dan menganggap serius permintaan maaf tersebut. Namun, sejumlah konsekuensi komersial sudah terlanjur terjadi.

Kini, tantangan Mbappe dan Real Madrid bukan sekadar meredakan kontroversi. Mereka juga harus memulihkan kepercayaan pasar China, yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu wilayah penting bagi pertumbuhan bisnis sepak bola Spanyol.

Belum ada angka resmi mengenai total kerugian Real Madrid akibat kasus ini. Namun, dengan sponsor yang mulai mundur, siaran yang terganggu, dan potensi tekanan terhadap penjualan merchandise, kontroversi Mbappe jelas telah berubah menjadi persoalan bisnis yang jauh lebih besar daripada sekadar satu candaan yang viral.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.