Cuma Gara-Gara Candaan soal Mao Zedong, Bisnis Real Madrid di China Bisa Goyang? Ini Dampaknya

AKURAT BANTEN - Kontroversi Kylian Mbappe di China mulai merembet ke ranah bisnis Real Madrid. Candaan penyerang asal Prancis itu mengenai Mao Zedong memicu gelombang kritik di China dan telah menimbulkan konsekuensi komersial bagi sang pemain.
Kini, klub yang dibelanya ikut menghadapi risiko karena China merupakan salah satu pasar penting bagi Real Madrid.
Masalah bermula dari sebuah video wawancara yang kemudian beredar luas di media sosial. Mbappe membicarakan meme yang menampilkan wajahnya disunting ke tubuh Mao Zedong.
Ia menyebut sosok dalam meme tersebut sebagai seorang diktator China. Video itu kemudian memicu kemarahan publik China.
Tiga Sponsor China Putus Kerja Sama
Dampak kontroversi tersebut bergerak cepat. Setidaknya tiga perusahaan China, yaitu Dongpeng, Mengniu, dan Shanghai Milkground Food Tech, menghentikan kerja sama dengan Mbappe.
Dongpeng sebelumnya menggunakan Mbappe sebagai bagian dari kampanye promosinya, termasuk iklan minuman olahraga yang beredar selama Piala Dunia 2026. Mengniu juga menjadikan bintang Real Madrid tersebut sebagai figur promosi.
Keputusan tersebut menunjukkan bahwa persoalan Mbappe bukan lagi sekadar kontroversi di media sosial. Hubungan komersial sang pemain dengan pasar China sudah terkena dampak nyata.
Real Madrid Ikut Terseret
Real Madrid kemudian mengambil langkah untuk meredakan situasi. Klub tersebut menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat China dan menegaskan rasa hormat terhadap China, sejarah, budaya, serta para pendukung Real Madrid di negara tersebut.
La Liga juga meminta maaf atas kontroversi tersebut. Presiden La Liga Javier Tebas bahkan ikut berupaya meredakan ketegangan dengan pihak China.
Respons tersebut tidak mengherankan karena sepak bola Spanyol mempunyai kepentingan ekonomi besar di pasar Negeri Tirai Bambu.
La Liga menyebut China dan Amerika Serikat secara bersama-sama menyumbang mayoritas nilai hak siar internasional kompetisi tersebut, yang bernilai 748 juta euro untuk musim 2024/2025.
Penjualan Jersey Real Madrid Ikut Terancam
Bagi Real Madrid, persoalan ini menjadi lebih sensitif karena China merupakan pasar merchandise yang besar.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Menang Penghargaan BOAT, Ballon d'Or 2008 Kalahkan Prestasi Lionel Messi pada 2012
Berdasarkan laporan AFP yang mengutip Marca, sekitar 10 hingga 15 persen penjualan jersey dan merchandise Real Madrid berasal dari China.
Angka tersebut tidak berarti Real Madrid sudah kehilangan persentase tersebut akibat kontroversi Mbappe. Namun, jika sentimen negatif terhadap sang pemain berlanjut, potensi penurunan penjualan produk yang menggunakan nama Mbappe tentu menjadi perhatian.
Menariknya, AFP menemukan jersey Real Madrid masih tersedia di gerai Adidas di Beijing, tetapi tidak ada jersey Los Blancos dengan nama Mbappe ketika dilakukan pengecekan.
Kondisi tersebut menjadi gambaran awal bagaimana kontroversi bisa memengaruhi aspek komersial sang pemain di China.
Siaran La Liga Juga Terdampak
Dampaknya bahkan telah masuk ke sektor penyiaran. China Media Group menghentikan siaran pertandingan La Liga di tengah kontroversi tersebut.
Migu, yang memiliki kesepakatan menayangkan pertandingan La Liga, juga tidak menjadwalkan pertandingan Real Madrid berikutnya melawan Racing Santander.
Bagi La Liga dan klub-klub besarnya, situasi ini tentu tidak ideal. Pada Agustus 2026, La Liga mengumumkan kesepakatan dengan Migu untuk menyiarkan 380 pertandingan per musim hingga 2030. China pun menjadi bagian penting dari strategi liga untuk mengembangkan basis penggemarnya di Asia.
Mbappe Sudah Minta Maaf
Mbappe sendiri telah menyampaikan permintaan maaf dalam bahasa Prancis, Mandarin, dan Inggris. Ia mengakui komentarnya kurang bijaksana dan memahami bahwa perkataannya telah melukai banyak orang di China serta komunitas China di seluruh dunia.
Kementerian Luar Negeri China mengatakan pihaknya mencermati dan menganggap serius permintaan maaf tersebut. Namun, sejumlah konsekuensi komersial sudah terlanjur terjadi.
Kini, tantangan Mbappe dan Real Madrid bukan sekadar meredakan kontroversi. Mereka juga harus memulihkan kepercayaan pasar China, yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu wilayah penting bagi pertumbuhan bisnis sepak bola Spanyol.
Belum ada angka resmi mengenai total kerugian Real Madrid akibat kasus ini. Namun, dengan sponsor yang mulai mundur, siaran yang terganggu, dan potensi tekanan terhadap penjualan merchandise, kontroversi Mbappe jelas telah berubah menjadi persoalan bisnis yang jauh lebih besar daripada sekadar satu candaan yang viral.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 5Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 6Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 7Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 8TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 9Cuma Gara-Gara Candaan soal Mao Zedong, Bisnis Real Madrid di China Bisa Goyang? Ini Dampaknya
- 10Dokter Tifa Singgung Ancaman Penjara 7 Tahun di Sidang Ijazah Jokowi, Peringatan untuk Siapa?








