Banten

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Andoni Iraola Beri Pujian Setinggi Langit untuk The Reds

Aullia Rachma Puteri | 30 Oktober 2026, 13:36 WIB
Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Andoni Iraola Beri Pujian Setinggi Langit untuk The Reds
Andoni Iraola, pelatih Liverpool.

AKURAT BANTEN - Liverpool menunjukkan mentalitas kuat ketika menghadapi Chelsea pada putaran keempat Carabao Cup 2026/2027.

Bermain di Anfield, Kamis (29/10/2026) dini hari WIB, The Reds harus melalui pertandingan ketat hingga adu penalti sebelum akhirnya menang 6-5 setelah skor 1-1 bertahan selama 90 menit.

Hasil tersebut membuat Liverpool memastikan tiket ke perempat final. Andoni Iraola pun memberikan apresiasi khusus kepada para pemainnya yang dinilai telah bekerja sangat keras untuk mengamankan kemenangan.

Liverpool dan Chelsea Saling Balas Penalti

Pertandingan berjalan sengit sejak babak pertama. Chelsea lebih dahulu memecah kebuntuan melalui Morgan Rogers pada menit ke-40 lewat tendangan penalti.

Baca Juga: Benjamin Sesko Absen hingga 2027, Michael Carrick Pusing! MU Kehilangan Satu-satunya Striker Nomor 9

Keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Liverpool mendapatkan hadiah penalti hanya beberapa menit kemudian setelah bola mengenai tangan Wesley Fofana di area terlarang. Cody Gakpo maju sebagai eksekutor dan sukses mengubah skor menjadi 1-1 pada menit ke-43.

Tidak ada gol tambahan hingga pertandingan berakhir. Kedua tim kemudian harus menentukan pemenang melalui adu penalti.

Dalam drama tersebut, Liverpool akhirnya menang 6-5. Joe Gomez sukses menjalankan tugasnya, sementara Wesley Fofana gagal menaklukkan Giorgi Mamardashvili. Kiper Liverpool tersebut juga sebelumnya menggagalkan eksekusi Emmanuel Emegha.

Iraola Puji Perjuangan Anak Asuhnya

Iraola mengaku puas bukan hanya karena Liverpool berhasil lolos, tetapi juga karena para pemain menunjukkan daya juang sepanjang pertandingan.

Baca Juga: Cuma Gara-Gara Candaan soal Mao Zedong, Bisnis Real Madrid di China Bisa Goyang? Ini Dampaknya

Pelatih asal Spanyol itu menilai pertandingan seperti ini memang sering ditentukan oleh detail kecil.

Dalam kompetisi piala, menurut Iraola, hal terpenting adalah memastikan tim tetap berada di babak berikutnya.

Liverpool memang tidak tampil dominan secara mutlak. Statistik pertandingan menunjukkan penguasaan bola The Reds berada di angka 52 persen, sementara Chelsea 48 persen. Kedua tim juga sama-sama mencatat tiga tembakan tepat sasaran.

Artinya, kemenangan Liverpool bukan lahir dari dominasi penuh, melainkan dari kemampuan bertahan dalam pertandingan ketat hingga momen penentuan.

Baca Juga: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti, Geronimo Rulli Jadi Pahlawan di Piala Liga Inggris

Iraola Lakukan Rotasi Besar

Iraola melakukan tujuh perubahan dalam susunan pemain dibandingkan kemenangan Liverpool atas Brighton & Hove Albion pada akhir pekan sebelumnya.

Beberapa pemain utama seperti Florian Wirtz dan Bradley Barcola baru masuk pada babak kedua. Alexander Isak juga dimainkan pada menit-menit akhir.

Strategi tersebut memperlihatkan bahwa Iraola berusaha menjaga keseimbangan antara target di Carabao Cup dan jadwal padat Liverpool. Meski melakukan banyak perubahan, The Reds tetap mampu melewati Chelsea.

Liverpool Sudah Ditunggu Bournemouth

Kelolosan Liverpool ternyata langsung menghadirkan cerita menarik. Hasil undian perempat final mempertemukan The Reds dengan Bournemouth, mantan klub yang pernah ditangani Iraola.

Baca Juga: Michael Carrick dan Bruno Fernandes Akhiri Ketegangan, Manchester United Dibayangi Laga Penentuan Kontra Chelsea

Iraola bahkan mengakui sebelum undian dirinya berharap tidak bertemu Bournemouth.

Menurutnya, klub tersebut sedang berada dalam momentum positif dan pertandingan melawan mantan timnya akan terasa spesial.

Namun, keinginan tersebut tidak terwujud. Liverpool akan menghadapi Bournemouth di Anfield pada perempat final yang dijadwalkan berlangsung pada pekan mulai 14 Desember 2026.

Bagi Iraola, kemenangan atas Chelsea menjadi bukti bahwa Liverpool memiliki mental untuk bertahan dalam laga penuh tekanan.

Tantangan berikutnya pun sudah menunggu. Bukan sekadar lawan sulit, tetapi juga mantan klub sang pelatih yang datang dengan motivasi ekstra.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.