Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti, Geronimo Rulli Jadi Pahlawan di Piala Liga Inggris

AKURAT BANTEN - Manchester City berhasil mengalahkan Brighton melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 2-2 dalam pertandingan putaran keempat Piala Liga Inggris pada 29 Oktober.
Kemenangan dramatis tersebut terasa istimewa karena Manchester City berhasil membalas kekalahan menyakitkan dari Brighton pada musim 2008-2009, ketika kedua tim juga bermain imbang 2-2 sebelum City kalah dalam adu penalti.
Kiper cadangan Geronimo Rulli menjadi salah satu sosok terpenting dalam kemenangan kali ini setelah menggagalkan dua tendangan penalti lawan.
Berkat penyelamatan tersebut, Manchester City menang 4-3 dalam adu penalti dan memastikan tempat di babak perempat final.
Pertandingan di Stadion Etihad berlangsung ketat karena Brighton mampu memberikan perlawanan sengit meskipun bermain di kandang lawan.
Pelatih Enzo Maresca melakukan sembilan perubahan dalam susunan pemain inti dibandingkan pertandingan sebelumnya.
Sejumlah pemain utama, termasuk Erling Haaland dan Gianluigi Donnarumma, juga diistirahatkan sehingga Manchester City tidak tampil dengan kekuatan terbaiknya.
Keputusan rotasi tersebut membuat City kesulitan menguasai pertandingan dan memberikan kesempatan bagi Brighton untuk mencetak gol lebih dahulu.
Baca Juga: 90 Persen Trafik Internet Indonesia Masih Bergantung pada Singapura, Pemerintah Siapkan Solusi
Brighton membuka keunggulan pada menit ke-30 melalui Malick Yalcouye.
Gol itu berawal dari kerja sama Jack Hinshelwood dan Georginio Rutter sebelum bola dikirimkan ke kotak penalti untuk diselesaikan Yalcouye dari jarak dekat.
Rulli sempat menyentuh bola, tetapi usahanya tidak cukup untuk mencegah gawang Manchester City kebobolan.
Tertinggal satu gol, Manchester City berusaha meningkatkan tekanan untuk segera menyamakan kedudukan.
Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-40 ketika Mateo Kovacic melepaskan tembakan keras mendatar dari luar kotak penalti.
Bola sempat membentur tiang gawang sebelum masuk ke dalam gawang Brighton dan mengubah skor menjadi 1-1.
Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama setelah pertandingan memasuki babak kedua.
Baru sekitar 90 detik setelah jeda, Brighton kembali unggul melalui Georginio Rutter yang menyelesaikan umpan silang Jaouen Hadjam dari sisi kiri.
Gol tersebut membuat Manchester City kembali berada dalam tekanan dan harus bekerja keras untuk menghindari kekalahan.
Rutter sebenarnya memiliki dua peluang tambahan untuk memperbesar keunggulan Brighton.
Pada kesempatan pertama, tembakannya berhasil dihentikan oleh Rulli melalui penyelamatan penting.
Pada kesempatan berikutnya, Rutter gagal memanfaatkan situasi setelah melewati kiper asal Argentina tersebut karena tendangannya justru melebar dari sasaran.
Manchester City kemudian kembali bangkit dan berhasil menyamakan skor menjadi 2-2 pada menit ke-72.
Gol itu berawal dari tendangan bebas rendah Rayan Cherki yang kemudian membentur tumit Vitor Reis sehingga arah bola berubah dan mengecoh kiper Jason Steele.
Pada menit-menit akhir, Brighton kembali mengancam melalui tendangan Mats Wieffer yang membentur tiang gawang.
Kedua tim akhirnya gagal mencetak gol tambahan selama 90 menit sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.
Brighton sempat berada dalam posisi menguntungkan setelah Kovacic gagal menjalankan tugasnya sebagai penendang penalti pada putaran keempat.
Namun, Rulli tampil gemilang dengan menggagalkan tendangan Yasin Ayari dan Lewis Dunk secara berurutan.
Di antara dua penyelamatan tersebut, Cherki berhasil menjalankan tugasnya dan membantu Manchester City mengamankan kemenangan 4-3.
Hasil ini membawa Manchester City ke perempat final sekaligus menjaga peluang mereka mempertahankan gelar Piala Liga Inggris.
Manchester City telah mengoleksi sembilan gelar kompetisi tersebut dan kini hanya terpaut satu gelar dari Liverpool yang memiliki sepuluh trofi.
Apabila kembali menjadi juara musim ini, Manchester City akan menyamai rekor Liverpool.
Sebelum kembali menghadapi Brighton di Stadion Etihad pada pertandingan Liga Premier 31 Oktober, kemenangan ini menjadi modal penting bagi Maresca dan timnya untuk menjaga kepercayaan diri.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 5Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 6Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 7Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 8Uang Pelicin Rp338 Juta di Balik Kredit Fiktif Bank BJB: Polda Banten Bongkar Modus Licik Rekayasa Dokumen, Negara Boncos Rp8,7 Miliar!
- 9TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 1013 Siswa di Dramaga Bogor Masih Diobservasi, BGN Ungkap Dugaan Penyebab Gangguan Kesehatan









