Banten

13 Siswa di Dramaga Bogor Masih Diobservasi, BGN Ungkap Dugaan Penyebab Gangguan Kesehatan

Viona Sebastian Nolani | 29 Oktober 2026, 11:43 WIB
13 Siswa di Dramaga Bogor Masih Diobservasi, BGN Ungkap Dugaan Penyebab Gangguan Kesehatan
BGN Prioritaskan Penanganan Siswa di Dramaga, Investigasi dan Uji Laboratorium Terus Berjalan - Doc. Biro Hukum dan Humas BGN

AKURAT BANTEN - Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan keprihatinan sekaligus permohonan maaf atas gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa di Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (27/10).

BGN memastikan para siswa yang mengalami keluhan kesehatan terus mendapatkan penanganan, sementara penyelidikan untuk mengetahui penyebab kejadian masih dilakukan.

Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan, tim dari BGN Pusat bersama KPPG Bogor dan tim asistensi telah mendatangi lokasi untuk menyelidiki kejadian serta memantau kondisi para siswa.

“Tentu kami turut prihatin atas peristiwa yang terjadi. Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Saat ini tim kami dari BGN Pusat, KPPG setempat, serta tim asistensi sudah turun langsung ke lapangan untuk melakukan investigasi,” ujar Tysa di Jakarta, Selasa (27/10).

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Kalahkan Lionel Messi dalam BOAT 2026, Ballon d'Or 2008 Jadi Pilihan Terbaik Penggemar

Menanggapi kabar yang menyebut lebih dari 400 siswa terdampak, Tysa menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan hasil pendataan di lapangan.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 40 siswa sempat menjalani observasi di Puskesmas Cangkurawok, RS Medika Dramaga, dan RS Karya Bhakti Pratiwi.

Namun, jumlah siswa yang masih membutuhkan observasi terus menurun seiring dengan perkembangan pemantauan kondisi kesehatan mereka.

Hingga pukul 23.42 WIB, tercatat sebanyak 13 siswa masih menjalani observasi di dua rumah sakit, yaitu RS Karya Bhakti Pratiwi dan RS Medika Dramaga.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Menang Penghargaan BOAT, Ballon d'Or 2008 Kalahkan Prestasi Lionel Messi pada 2012

“Perlu kami luruskan bahwa Jumlah mereka yang terdampak karena peristiwa ini Mencapai 13 orang dari data terakhir kami. Informasi yang beredar di luar menyebutkan Ada 400 orang yang terdampak, tapi informasi yang benar adalah 13 orang yang terdampak sampai dengan malam hari ini,” jelas Tysa.

Ia menjelaskan bahwa klarifikasi tersebut bertujuan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat berdasarkan data terbaru di lapangan, bukan untuk mengabaikan dampak yang dialami para siswa.

BGN tetap mengutamakan penanganan siswa yang mengalami gangguan kesehatan sekaligus menelusuri penyebab kejadian melalui proses investigasi.

Dari pemeriksaan awal, dugaan sementara mengarah pada penggunaan bumbu kacang yang telah diolah oleh pihak ketiga sebelum digunakan oleh SPPG Bogor Dramaga 4.

Meski demikian, dugaan tersebut belum bisa dipastikan sebagai penyebab gangguan kesehatan para siswa karena sampel makanan masih diperiksa di laboratorium.

“Sampel makanan telah dibawa untuk diperiksa di laboratorium. Kita tunggu hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium yang lebih mendetail,” kata Tysa.

Tysa juga menyampaikan bahwa BGN telah menghentikan sementara operasional SPPG Bogor Dramaga 4 guna mendukung proses penyelidikan dan evaluasi.

BGN memastikan pemantauan kondisi kesehatan para siswa tetap berjalan, sedangkan keputusan mengenai langkah selanjutnya akan ditetapkan setelah hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium diperoleh.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.