Pimpin Rapat Paripurna Raperda APBD 2026, Wakil Ketua DPRD Yudi: Semoga Positif untuk Banten

AKURAT BANTEN, SERANG - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten, Yudi Budi Wibowo memimpin rapat paripurna yang digelar, Kamis (20/11/2025).
DPRD Provinsi Banten kembali menjadi saksi dinamika pembahasan anggaran. ruang rapat paripurna di KP3B, Kota Serang dipadati anggota dewan dan jajaran eksekutif.
Agenda utama paripurna kali ini yakni, mendengarkan Jawaban Gubernur atas Pandangan Umum Fraksi terhadap draf Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 Provinsi Banten.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten, Yudi Budi Wibowo, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang hadir.
Yudi menyematkan harapan agar proses pembahasan anggaran ini membawa dampak positif bagi warga Banten.
"Semoga pembahasan APBD 2026 selanjutnya dapat berjalan lancar dan memberikan hasil terbaik bagi pembangunan Banten," katanya.
Baca Juga: Pedalaman Papua Geger! Smartboard 'Kiriman Prabowo' Sulap Kelas Tradisional Jadi Jendela Dunia!
Budi meyakini, APBD Banten 2026 berpihak pada kepentingan pembangunan masyarakat di Provinsi Banten.
"APBD ini adalah uang rakyat, sehingga harus mementingkan kepentingan pembangunan Banten," ungkapnya.
Diketahui, sebelumnya, pada Rabu (19/11), lima fraksi yaitu Partai Gerindra, PDIP, PKB, Demokrat, dan NasDem, secara lisan membacakan Pandangan Umum mereka.
Sementara Fraksi Golkar, PKS, PAN, PPP, dan PSI memilih menyerahkan catatan pandangan secara tertulis.
Gubernur Banten Andra Soni membuka jawabannya dengan nada apresiatif. Ia berterima kasih kepada seluruh fraksi atas masukan, saran, hingga kritik tajam yang disampaikan sehari sebelumnya.
"Kontribusi positif ini penting untuk penyempurnaan Raperda APBD agar semakin baik dan responsif terhadap kebutuhan daerah," ujar Andra Soni, menjanjikan proses penyusunan yang ketat sesuai PP No. 12 Tahun 2019 dan Permendagri No. 77 Tahun 2020.
Andra kemudian merespons berbagai pertanyaan fraksi. Ia menjamin transparansi pengelolaan anggaran, meningkatkan efektivitas belanja, dan memperkuat pendapatan daerah. Fokus utama: memastikan seluruh program pembangunan berorientasi pada masyarakat.
"Kebijakan pembangunan 2026 fokus pada pelayanan dasar dan penguatan ekonomi. Pemprov Banten menegaskan bahwa arah pembangunan tahun 2026 tetap sejalan dengan kebutuhan masyarakat," tegasnya.
Baca Juga: Hendak Edarkan Sabu Siap Jual, Dua Pengedar Dibekuk Polisi di Cipondoh
Salah satu poin menarik yang disorot adalah penurunan target pendapatan daerah di APBD 2026. Gubernur menjelaskan hal ini disebabkan oleh penurunan transfer dari pemerintah pusat dan penyesuaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) akibat kebijakan keringanan pajak kendaraan bermotor.
Meskipun tantangan fiskal menghadang, Andra Soni memastikan sektor-sektor kunci tetap menjadi prioritas. Pendidikan, transportasi publik, kesehatan, dan ekonomi masyarakat disebutnya sebagai perhatian utama Pemprov Banten.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bukan Anies atau Ganjar, Zulhas Malah Diusulkan Jadi Pengganti Gibran, Siapa Pengusulnya?
- 2MA Batalkan Suket Ijazah Gibran, Mahfud MD Tegaskan Harus Diproses Pidana: 'Sudah Jelas!'
- 3Mahfud MD Bongkar Dampak Putusan MA soal Suket Gibran, Nasib Jabatan Wapres Jadi Sorotan
- 4Benyamin Davnie Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat Gerindra Tangsel, Siap Gaspol Konsolidasi Internal
- 5Lionel Messi Lolos dari Hukuman Skorsing MLS, Ini Aturan Khusus yang Menyelamatkannya
- 6Amankan Terduga Pelaku Curanmor, Polsek Kelapa Dua Sita Kunci T Hingga Sajam
- 7Gibran Terancam Lengser, Relawan Jokowi Beri Peringatan Keras ke Prabowo
- 8Rebut Bonus Triliunan! Kemendagri Guyur Daerah yang Sukses Jalankan Program MBG, Ini Skemanya
- 9Akbar Faizal Sentil Jokowi soal Gibran, Pesannya Menohok, 'Berjiwa Besarlah'
- 10Gibran Terancam Lengser, Relawan Jokowi Beri Peringatan Keras ke Prabowo








