Pedalaman Papua Geger! Smartboard 'Kiriman Prabowo' Sulap Kelas Tradisional Jadi Jendela Dunia!

- Terobosan Digitalisasi Menyentuh Distrik Okbibab, Wujudkan Pemerataan Kualitas Pendidikan Nasional
AKURAT BANTEN – Komitmen Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk meratakan kualitas pendidikan di seluruh pelosok negeri bukan sekadar janji. Bukti nyata itu kini mendarat di Distrik Okbibab, Pegunungan Bintang, sebuah wilayah terpencil di Papua Pegunungan.
Dikutip dari Akurat.co, 20/11/2025 Ratusan Papan Interaktif Digital (PID) atau Smartboard berukuran 75 inch, yang merupakan bagian dari program ambisius Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), telah berhasil didistribusikan, membuka lembaran baru bagi proses belajar mengajar di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).
Perjalanan Penuh Tantangan Menuju Pedalaman
Momen bersejarah kedatangan teknologi canggih ini terekam jelas dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @tumgrd. Papan interaktif tersebut harus diterbangkan menggunakan pesawat perintis, menembus pegunungan terjal dan mendarat di landasan pacu Distrik Okbibab.
Kedatangan pesawat disambut dengan suka cita. Salah seorang guru yang ikut menyambut di landasan pacu tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Dengan hadirnya Smartboard ini, ia optimis bahwa sistem pembelajaran di Okbibab akan mengalami lonjakan kualitas.
"Papan digital yang programnya Pak Prabowo... Pedalaman rasa kota!" ujar guru tersebut, Kamis (20/11/2024), menegaskan moto baru yang menyelimuti semangat sekolah-sekolah di Okbibab.
Antusiasme Siswa Menerima Teknologi Mutakhir
Video tersebut menampilkan pemandangan yang mengharukan sekaligus membanggakan: para siswa di pedalaman Papua kini aktif berinteraksi dengan teknologi modern. Mereka terlihat antusias melakukan presentasi dan memanfaatkan Smartboard, membuktikan bahwa semangat belajar tidak dibatasi oleh sekat geografis.
Digitalisasi pendidikan ini secara langsung menghapus kesenjangan akses teknologi. Anak-anak di Okbibab kini dapat belajar dengan metode yang sama canggihnya dengan anak-anak di Jakarta atau Surabaya, menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan kualitas pendidikan yang setara bagi semua warga negara.
Baca Juga: Wacana PPPK Jadi PNS, MenPANRB Buka Suara Soal Status dan Kesejahteraan ASN!
Prabowo: 3T Adalah Prioritas Pertama
Keberhasilan distribusi ini sejalan dengan penegasan Presiden Prabowo Subianto. Dalam berbagai kesempatan, Presiden selalu menegaskan bahwa sekolah-sekolah di wilayah 3T harus menjadi prioritas utama penerima Smartboard ini.
Pada acara Peluncuran Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas di SMPN 4 Kota Bekasi (17/11/2025), Presiden Prabowo menekankan bahwa penyaluran 288.000 unit Smartboard ini adalah program pemerataan terbesar.
"Suatu saat orang akan mengenang bagaimana 288 ribu alat ini bisa didistribusikan ke semua sekolah di Indonesia termasuk yang di 3T, di tempat yang paling terpencil, paling terluar, dan daerah paling tertinggal. Kita kirim ke situ, bahkan itu prioritas pertama yang kita kirim," tegasnya.
Meski distribusi ke daerah terpencil, termasuk 140 sekolah di kawasan pegunungan, penuh tantangan, pemerintah berkomitmen untuk menuntaskannya. Bantuan dari TNI dan Polri pun dikerahkan untuk memastikan tidak ada satu pun sekolah yang tertinggal.
Visi Besar Ekosistem Pembelajaran Digital
Distribusi Smartboard hanyalah permulaan. Presiden Prabowo juga mengungkapkan rencana besar ke depan: pembangunan studio pengajaran terpusat di Jakarta. Studio ini akan menjadi pusat produksi materi pembelajaran berkualitas tinggi yang dapat diakses secara serentak oleh guru dan siswa di seluruh Indonesia.
"Ini baru awal. Kita akan terus tingkatkan. Guru-guru akan memberi pelajaran ke semua sekolah di Indonesia... dan semua modul ini nanti boleh diakses gratis oleh siapa pun," jelas Presiden Prabowo.
Dengan langkah ini, setiap sekolah, dari yang berada di tengah kota hingga yang tersembunyi di Distrik Okbibab, akan terhubung dalam satu ekosistem pembelajaran digital yang kokoh, siap melahirkan generasi cerdas tanpa batas (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 3Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 4Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 5Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan







