Polisi Beberkan Fakta Baru Kasus Sekeluarga Tewas di Ciputat Tangsel

AKURAT BANTEN - Polsek Ciputat, Tangerang Selatan telah merampungkan proses visum jenazah dan digital forensik terhadap ponsel korban tewas sekeluarga di Cirendeu. Rangkaian sciencetific crime investigation itu mengungkap sejumlah fakta terbaru dalam peristiwa maut tersebut.
Kapolsek Ciputat Kompol Kemas Muhammad Syawaludin Arifin mengatakan, proses investigasi kasus tersebut melibatkan sejumlah saksi, dokter dan digital forensik, serta ahli pidana.
Dari hasil penyelidikan, kata Kemas, ketiga korban yang berinisial AF (31), YL (28) dan AH (3) memiliki luka pada bagian leher. Namun setelah diteliti, luka tersebut memiliki karakteristik yang berbeda.
Baca Juga: TOKO ISTERI, Menjual Calon Isteri Yang Disukai Kaum Pria
"Ditemukan luka dibagian leher disimpulkan sesuai dengan kasus korban penjeratan pada tubuh YL dan AH, lalu pada korban AF, ditemukan ciri ciri luka khas gantung diri," ujar Kemas dalam konferensi pers, Selasa (07/01/2025).
Kemudian, dugaan pembunuhan yang dilakukan AF terhadap YL dan AH kian menguat pascaproses investigasi melalui digital forensik terhadap ponsel milik korban.
Pada ponsel milik AF, didapati adanya pencarian google dengan kata kunci tutorial membunuh seseorang dengan waktu yang cepat.
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Gagasan Prabowo di Banten Belum Merata
"Barang bukti dalam hal ini AF mengunjungi situs website dengan judul penjelasan dokter soal racun yang ditenggak juragan sepatu di Mojokerto," tuturnya.
Tata cara membunuh seseorang itu dicari AF pada Minggu (15/12/2024) pukul 02.41 WIB atau beberapa jam sebelum para anggota keluarga itu ditemukan tewas oleh saudaranya.
Kemas mengungkapkan, motif pembunuhan dan bunuh diri itu didorong permasalahan ekonomi keluarga. Pinjaman dan judi online menjadi penyebab utama.
Baca Juga: Anggota Komisi V DPRD Banten Dukung Langkah BPOM, Usut Tuntas Kasus Obat Tanpa Kemasan
"Korban AF pernah mengirim email ke Bank Indonesia, yang berisi cerita bahwa sedang mengalami kesulitan untuk membayar pinjaman yang ada pada dirinya," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, sekeluarga di Kampung Poncol, Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, ditemukan tewas di kediamannya pada Minggu (15/12/2024) siang.
Jasad para korban ditemukan pertama kali oleh saudaranya yang berinisial Y dan N pada siang hari. Saat ditemukan, jasad YL dan AH sudah terbujur kaku di dalam kamar. Sedangkan tubuh AF ditemukan tergantung tali yang mengikat di plafon dapur rumah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 3Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 4TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 5Bikin Malu! Warga Australia Mengamuk Usai Melbourne Victory Dihancurkan Persib Bandung di Kandang Sendiri
- 6Data Pelanggan Fore Coffee Bocor? CEO Imbau Pengguna Segera Lakukan Langkah Penting Ini!
- 7Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 813 Siswa di Dramaga Bogor Masih Diobservasi, BGN Ungkap Dugaan Penyebab Gangguan Kesehatan
- 9Baru Pulih dari Cedera, Raphinha Harus Terbang ke Asia! Barcelona Khawatir Keputusan Ancelotti Jadi Petaka
- 10Man City Terancam Sanksi Berat, Eks Liverpool Justru Bela Para Pemain: Bukan Mereka yang Bersalah!







