Banten

Mikel Arteta Beri Peringatan Keras kepada Max Dowman: Kami Bukan di Disneyland!

Aullia Rachma Puteri | 31 Oktober 2026, 22:19 WIB
Mikel Arteta Beri Peringatan Keras kepada Max Dowman: Kami Bukan di Disneyland!
Max Dowman dikartu merah dalam pertandingan Carabao Cup. - Getty Images

AKURAT BANTEN - Mikel Arteta memberikan peringatan tegas kepada pemain muda Arsenal, Max Dowman, setelah sang pemain menerima kartu merah dalam pertandingan Carabao Cup melawan Fleetwood Town.

Pelatih asal Spanyol tersebut menegaskan bahwa tidak ada perlakuan istimewa bagi siapa pun di Arsenal, termasuk pemain yang masih berusia 16 tahun.

Pernyataan Arteta menjadi sorotan setelah ia melontarkan kalimat, "Kami bukan berada di Disneyland," ketika ditanya mengenai reaksinya terhadap kartu merah Dowman.

Insiden tersebut terjadi saat Arsenal menghadapi Fleetwood Town pada babak keempat Carabao Cup, Selasa (27/10/2026).

Baca Juga: Michael Carrick Beri 5 Peringatan Keras untuk Pemain MU: Jangan Ada yang Merasa Lebih Besar dari Klub!

Pertandingan yang berlangsung di kandang Fleetwood itu berakhir imbang 1-1 selama waktu normal. Arsenal kemudian harus menerima kenyataan pahit setelah kalah 3-5 melalui adu penalti.

Kekalahan tersebut semakin mengecewakan karena Arsenal harus menyelesaikan pertandingan dengan sepuluh pemain.

Dowman diusir wasit pada menit ke-85 setelah bereaksi terhadap tekel keras gelandang Fleetwood, Harrison Neal.

Arteta Tidak Ingin Dowman Mengulangi Kesalahan

Arteta mengakui bahwa dirinya sangat kecewa dengan insiden tersebut. Menurutnya, Dowman sebenarnya sudah mendapatkan peringatan sebelum pertandingan mengenai kemungkinan provokasi dari pemain lawan.

Baca Juga: Lewandowski Sindir Arsenal soal Gelar Juara, Fans The Gunners Langsung Dapat Balasan Telak!

Sang pelatih ingin pemain mudanya mampu mengendalikan emosi, terutama ketika menghadapi situasi pertandingan yang penuh tekanan.

"Saya memahami situasinya. Namun, kalian harus memahami konteks hubungan saya dengannya dan apa yang sudah kami bicarakan sebelum pertandingan dimulai," ujar Arteta.

Arteta juga menegaskan bahwa dirinya memiliki tanggung jawab untuk melindungi perkembangan Dowman.

Namun, perlindungan tersebut bukan berarti sang pemain boleh terbebas dari tuntutan profesional.

Baca Juga: Liverpool Berubah Total di Tangan Iraola, Van Dijk Ungkap Satu Hal yang Wajib Dilakukan Rekan Setimnya!

"Kami sangat melindunginya, tetapi pada saat yang sama kami akan menuntut banyak hal darinya karena dia harus mendapatkan hak untuk bermain, sama seperti pemain lainnya."

Ia kemudian menyampaikan kalimat yang menjadi sorotan media.

"Kalau tidak, kita berada di Disneyland. Kita bukan di Disneyland, kita berada di Premier League."

Arsenal Gagal dalam Upaya Banding

Setelah pertandingan, Arsenal berusaha mengajukan banding untuk membatalkan kartu merah Dowman.

Klub merasa keputusan wasit terlalu keras jika mempertimbangkan situasi yang mendahului insiden tersebut.

Baca Juga: Miris! Emiliano Martinez Ungkap Cedera Mengerikan yang Bikin Transfer ke Juventus Batal

Arteta bahkan menilai reaksi Dowman relatif minimal dibandingkan tekel keras yang diterimanya. Ia juga bersyukur sang pemain tidak mengalami patah kaki akibat insiden tersebut.

Namun, upaya Arsenal tidak membuahkan hasil. Banding mereka ditolak oleh komisi independen sehingga Dowman tetap harus menjalani hukuman larangan bermain selama tiga pertandingan.

Berdasarkan laporan The Guardian, hukuman tersebut membuat Dowman harus melewatkan pertandingan melawan Liverpool, Hull City, dan Newcastle United.

Bukan Kartu Merah Pertama Dowman

Hal lain yang membuat Arteta semakin serius menangani persoalan ini adalah fakta bahwa kartu merah tersebut bukan pengalaman pertama Dowman dalam waktu berdekatan.

Baca Juga: Lamine Yamal Gagal Raih Ballon d'Or 2026, Barcelona Dituntut Bangkit Saat Hadapi Alaves

Sebelumnya, pemain muda Arsenal itu juga pernah menerima kartu merah ketika memperkuat Timnas Inggris U-19 pada Oktober 2026.

Dua insiden tersebut menjadi peringatan bahwa Dowman masih perlu mengembangkan kedewasaan dalam mengendalikan emosi di lapangan.

Padahal, Dowman merupakan salah satu talenta muda yang mendapat perhatian besar di Arsenal.

Kemampuan dan potensinya membuat Arteta memberikan kesempatan untuk berkembang bersama tim utama.

Kini, tantangan Dowman bukan hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga belajar menghadapi tekanan sepak bola profesional.

Baca Juga: Hansi Flick Bikin Pemain Barcelona Tak Betah? Aturan Menginap di Hotel Mulai Dipertanyakan

Arteta tentu tidak ingin kehilangan salah satu aset masa depan Arsenal hanya karena persoalan kedisiplinan. Namun, pesan sang pelatih cukup jelas: bakat besar tidak otomatis memberikan keistimewaan.

Di Arsenal, setiap pemain tetap harus membuktikan kualitas, menjaga sikap, dan menghormati standar yang berlaku di klub.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.