Roy Keane dan Paul Scholes Mulai Ragu! Senne Lammens Tak Lagi Jadi Jaminan di Gawang MU

AKURAT BANTEN - Senne Lammens kini berada di bawah sorotan tajam di Manchester United. Penjaga gawang asal Belgia tersebut mendapat kritik dari dua legenda klub, Roy Keane dan Paul Scholes, setelah performanya dinilai menurun pada awal musim 2026/2027.
Situasi ini cukup mengejutkan jika melihat perjalanan Lammens sejak bergabung dengan Manchester United.
Didatangkan dari Royal Antwerp pada September 2025 dengan biaya sekitar 18 juta poundsterling, Lammens awalnya diproyeksikan bersaing untuk mendapatkan tempat utama.
Namun, ia dengan cepat merebut posisi nomor satu dan tampil dalam 32 pertandingan Premier League pada musim debutnya. Bahkan, MU menobatkannya sebagai Premier League Signing of the Season.
Musim lalu menjadi periode yang sangat positif bagi kiper berusia 24 tahun tersebut. Namun, standar tinggi di Old Trafford membuat performa buruk dalam beberapa pertandingan saja cukup untuk kembali memunculkan pertanyaan.
Roy Keane: Lammens Mulai Merugikan MU
Kritik paling keras datang dari Roy Keane. Mantan kapten Manchester United itu menilai Lammens yang sebelumnya tampil sangat baik kini justru mulai memberikan kerugian bagi tim.
"Penjaga gawang mereka justru menjadi salah satu masalah, bukan? Tahun lalu dia sangat bagus," ujar Keane dalam podcast Stick to Football, seperti dikutip Metro.
Komentar tersebut muncul setelah kekalahan 0-3 Manchester United dari Bournemouth. Dalam pertandingan tersebut, Lammens dinilai turut bertanggung jawab atas beberapa situasi yang berujung gol.
Baca Juga: Mikel Arteta Beri Peringatan Keras kepada Max Dowman: Kami Bukan di Disneyland!
Gol ketiga menjadi sorotan khusus. Lammens keluar cukup jauh dari sarangnya untuk mencoba mengantisipasi bola, tetapi gagal memenangkan duel dengan Evanilson. Penyerang Bournemouth tersebut kemudian mampu mencetak gol dari sudut yang sulit.
Scholes Juga Meragukan Kualitasnya
Beberapa pekan sebelumnya, Paul Scholes juga mempertanyakan apakah Lammens benar-benar memiliki kualitas untuk menjadi penjaga gawang yang membawa Manchester United kembali meraih gelar Premier League.
Scholes menilai klub yang ingin menjadi juara membutuhkan kiper kelas atas. Ia kemudian membandingkan situasi tersebut dengan beberapa tim juara yang memiliki penjaga gawang elite seperti Alisson di Liverpool, David Raya di Arsenal, serta kiper-kiper legendaris MU, Peter Schmeichel dan Edwin van der Sar.
"Lammens mungkin bisa menjadi sosok tersebut, tetapi saya belum tahu. Penilaiannya masih terbuka," kata Scholes.
Pernyataan Scholes bukan berarti ia menganggap Lammens sebagai kiper buruk. Justru keraguannya lebih berkaitan dengan apakah sang pemain mampu berkembang menjadi penjaga gawang kelas dunia yang dibutuhkan MU untuk kembali bersaing di papan atas.
Lammens Tidak Terpengaruh Kritik
Menariknya, Lammens tidak menunjukkan tanda-tanda terganggu oleh berbagai kritik tersebut.
Ketika membela Belgia, ia menegaskan bahwa bermain untuk Manchester United tidak mengubah kepribadiannya.
Menurutnya, seorang pemain harus mempunyai mental kuat dan kepercayaan diri ketika menghadapi banyak opini dari luar.
Baca Juga: Lewandowski Sindir Arsenal soal Gelar Juara, Fans The Gunners Langsung Dapat Balasan Telak!
"Saya tidak berubah sebagai pribadi karena bermain sepak bola untuk Manchester United," ujar Lammens.
Pelatih Belgia, Mark van Bommel, juga memberikan pembelaan. Ia menilai kemampuan Lammens untuk tetap tenang dalam berbagai situasi merupakan salah satu kekuatan terbesarnya.
Van Bommel bahkan memuji proses adaptasinya di Old Trafford dan hubungan positif yang dibangun Lammens dengan para pemain bertahan.
Dengan demikian, masalah Manchester United tidak bisa hanya dibebankan kepada sang kiper. Pertahanan secara keseluruhan juga harus diperbaiki.
Namun, sebagai penjaga gawang utama, Lammens memang akan menjadi salah satu pemain pertama yang mendapat sorotan ketika hasil buruk terus berlanjut.
Kini, tantangan bagi Lammens adalah menjawab kritik tersebut di lapangan. Musim debutnya menunjukkan bahwa ia memiliki kualitas. Tetapi untuk membuktikan dirinya sebagai kiper jangka panjang Manchester United, konsistensi menjadi ujian terbesar yang harus dilewati.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2MA Batalkan Suket Ijazah Gibran, Mahfud MD Tegaskan Harus Diproses Pidana: 'Sudah Jelas!'
- 3Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 4Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 5TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 6Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 7Data Pelanggan Fore Coffee Bocor? CEO Imbau Pengguna Segera Lakukan Langkah Penting Ini!
- 8Bikin Malu! Warga Australia Mengamuk Usai Melbourne Victory Dihancurkan Persib Bandung di Kandang Sendiri
- 9Chelsea Bikin MU Makin Merana, Setan Merah Terancam Terjerumus ke Jurang Degradasi!
- 10MU Kembali Hancur! Martinez Kartu Merah, Chelsea Menang 2-0 dan Bikin Carrick Makin Tertekan









