Banten

Liverpool Berubah Total di Tangan Iraola, Van Dijk Ungkap Satu Hal yang Wajib Dilakukan Rekan Setimnya!

Aullia Rachma Puteri | 31 Oktober 2026, 20:32 WIB
Liverpool Berubah Total di Tangan Iraola, Van Dijk Ungkap Satu Hal yang Wajib Dilakukan Rekan Setimnya!
Kiper Liverpool, Virgil van Dijk - Getty Images/Robbie Jay Barratt

AKURAT BANTEN - Liverpool sedang menjalani perubahan besar di bawah arahan pelatih anyar, Andoni Iraola. Kapten The Reds, Virgil van Dijk, meminta rekan-rekannya untuk berani mengambil risiko dan tidak ragu menjalankan pendekatan permainan agresif yang menjadi ciri khas sang pelatih.

Pesan tersebut muncul seiring upaya Liverpool membangun identitas baru setelah berakhirnya era Arne Slot.

Iraola membawa filosofi sepak bola yang lebih intens, mengandalkan pressing tinggi, transisi cepat, serta keberanian pemain untuk memenangkan bola sedekat mungkin dengan area pertahanan lawan.

Van Dijk menilai para pemain harus benar-benar memahami tuntutan tersebut. Menurutnya, menerapkan pressing agresif bukan sekadar berlari mengejar bola, tetapi juga membutuhkan kemampuan membaca permainan dan mengambil keputusan dalam waktu singkat.

Baca Juga: Miris! Emiliano Martinez Ungkap Cedera Mengerikan yang Bikin Transfer ke Juventus Batal

"Pada awalnya, kalian harus berkomitmen penuh dan berani mengambil risiko," ujar Van Dijk.

Bek asal Belanda itu menjelaskan bahwa lawan juga akan berusaha memanfaatkan ruang kosong yang ditinggalkan Liverpool ketika melakukan tekanan tinggi.

Karena itu, pemain harus mampu menentukan kapan perlu maju menekan dan kapan harus menjaga posisi.

Iraola Bawa Liverpool ke Gaya Bermain Lebih Agresif

Kehadiran Iraola memang membawa perubahan pendekatan yang cukup signifikan di Anfield. Pelatih asal Spanyol tersebut dikenal dengan gaya permainan intens selama menangani Bournemouth.

Baca Juga: Hansi Flick Bikin Pemain Barcelona Tak Betah? Aturan Menginap di Hotel Mulai Dipertanyakan

Ketika masih melatih The Cherries, Iraola berhasil membangun tim yang berani menekan lawan dan melakukan serangan langsung setelah merebut penguasaan bola.

Pendekatan tersebut bahkan membantu Bournemouth mengamankan posisi keenam Premier League musim 2025/2026 sekaligus meraih tiket kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Liverpool kemudian menunjuk Iraola sebagai pengganti Arne Slot untuk musim 2026/2027. Keputusan tersebut menandai keinginan klub mengembalikan permainan agresif yang selama ini identik dengan karakter The Reds.

Laporan BBC Sport mengenai awal kepemimpinan Iraola juga memperlihatkan bagaimana Liverpool mulai menerapkan pressing tinggi, serangan vertikal, serta kombinasi pergerakan antarpemain di area sayap.

Baca Juga: Lamine Yamal Gagal Raih Ballon d'Or 2026, Barcelona Dituntut Bangkit Saat Hadapi Alaves

Namun, pendekatan tersebut tetap membutuhkan proses adaptasi. Liverpool tidak bisa hanya mengandalkan intensitas karena lawan juga memiliki kemampuan untuk mengeksploitasi ruang di belakang garis pertahanan.

Bukan Sekadar Meniru Era Jurgen Klopp

Van Dijk juga menegaskan bahwa pendekatan Iraola tidak sepenuhnya sama dengan permainan Liverpool ketika masih ditangani Jurgen Klopp.

Menurutnya, sepak bola telah berkembang dan setiap pelatih memiliki cara berbeda dalam menerapkan tekanan kepada lawan.

Meski demikian, ada satu kesamaan yang tetap dipertahankan, yakni intensitas berlari dan keinginan merebut bola secepat mungkin.

Baca Juga: Barcelona Krisis Bek Jelang Hadapi Alaves, Hansi Flick Sampai Siapkan Frenkie de Jong sebagai Bek Tengah

Liverpool juga dituntut bermain lebih langsung ketika situasi memungkinkan. Mereka harus mampu memenangkan bola kedua, memanfaatkan ruang kosong, dan menciptakan tekanan berkelanjutan di area pertahanan lawan.

Van Dijk mengakui bahwa para pemain masih dalam tahap mempelajari pendekatan tersebut.

Menciptakan situasi permainan yang tidak nyaman bagi lawan menjadi salah satu tujuan utama Iraola.

Arsenal Jadi Ujian Penting Liverpool

Tantangan berikutnya bagi Liverpool adalah menghadapi Arsenal dalam pertandingan Premier League.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Berpeluang Kembali ke Timnas Portugal pada November, Skorsing 30 Hari Segera Berakhir

Laga tersebut menjadi kesempatan penting untuk menguji sejauh mana para pemain mampu menjalankan instruksi Iraola ketika menghadapi lawan dengan kualitas tinggi.

Arsenal memiliki kemampuan menyerang dan menguasai bola yang dapat menjadi ancaman bagi sistem pressing agresif Liverpool.

Kesalahan dalam menentukan waktu untuk menekan bisa membuka ruang berbahaya bagi lawan.

Karena itu, pesan Van Dijk menjadi sangat penting. Liverpool membutuhkan keberanian, tetapi juga disiplin dan kecermatan dalam membaca situasi.

Baca Juga: Hansi Flick Khawatir Raphinha Cedera Lagi, Minta Carlo Ancelotti Batasi Menit Bermain di Timnas Brasil

Era Iraola bukan hanya tentang bermain lebih cepat dan agresif. The Reds harus menemukan keseimbangan antara mengambil risiko dan menjaga kestabilan pertahanan jika ingin kembali bersaing di papan atas Premier League.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.