Banten

Lamine Yamal Gagal Raih Ballon d'Or 2026, Barcelona Dituntut Bangkit Saat Hadapi Alaves

Viona Sebastian Nolani | 31 Oktober 2026, 20:10 WIB
Lamine Yamal Gagal Raih Ballon d'Or 2026, Barcelona Dituntut Bangkit Saat Hadapi Alaves
Lamine Yamal. - instagram/@lamineyamal

AKURAT BANTEN - Barcelona akan menjamu Deportivo Alaves di Camp Nou dalam pertandingan pekan ke-11 La Liga pada pukul 03.00 dini hari tanggal 1 November.

Laga tersebut menjadi kesempatan bagi Blaugrana untuk memperbaiki keadaan setelah melewati pekan yang penuh hasil mengecewakan.

Barcelona memang masih berada di puncak klasemen sementara La Liga.

Namun, kekalahan dari Real Madrid dalam pertandingan El Clasico membuat persaingan di papan atas semakin ketat.

Baca Juga: Barcelona Krisis Bek Jelang Hadapi Alaves, Hansi Flick Sampai Siapkan Frenkie de Jong sebagai Bek Tengah

Jarak Barcelona dengan rivalnya kini semakin menyempit, sementara keunggulan mereka atas Atletico Madrid hanya tersisa dua poin.

Situasi bisa semakin sulit apabila Atletico Madrid berhasil mengalahkan Levante dalam pertandingan yang berlangsung lebih awal pada pukul 20.00.

Jika hasil tersebut terjadi, Barcelona berpotensi turun sementara ke posisi kedua klasemen sebelum menghadapi Alaves.

Kekalahan dari Real Madrid bukan satu-satunya pukulan yang diterima Barcelona dalam sepekan terakhir.

Beberapa hari sebelumnya, tim asuhan Hansi Flick juga menelan kekalahan 2-4 dari Paris Saint-Germain dalam kompetisi Liga Champions.

Baca Juga: Hansi Flick Khawatir Raphinha Cedera Lagi, Minta Carlo Ancelotti Batasi Menit Bermain di Timnas Brasil

Di antara para pemain Barcelona, Lamine Yamal menjadi salah satu sosok yang paling merasakan dampak dari rangkaian hasil buruk tersebut.

Pada Senin lalu, pemain muda itu datang ke London dengan harapan membawa pulang penghargaan Ballon d'Or 2026.

Sebelumnya, Yamal sempat menunjukkan keyakinan bahwa dirinya layak mendapatkan penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola tersebut.

Namun, hasil akhir justru menempatkannya di posisi ketiga di bawah Harry Kane dan Kylian Mbappe.

Meski gagal meraih Ballon d'Or, Yamal tetap membawa pulang Trofi Kopa untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Pencapaian tersebut menjadi catatan bersejarah dalam penyelenggaraan penghargaan France Football.

Walaupun demikian, penghargaan tersebut tampaknya belum cukup untuk mengobati kekecewaan pemain muda Barcelona itu.

Dalam pidato penerimaannya, Yamal bahkan menyebut rekan setimnya, Pau Cubarsi, sebagai sosok yang pantas mendapatkan penghargaan.

Cubarsi sendiri merupakan salah satu pemain penting yang menjadi bagian dari perjalanan tim di Piala Dunia 2026.

Orang-orang terdekat Yamal menyebut kegagalan meraih Ballon d'Or justru dapat menjadi dorongan tambahan untuk meningkatkan ambisinya.

Sehari setelah malam penghargaan, pemain berusia 19 tahun itu mengunggah pesan penuh keyakinan melalui media sosial.

"Itu akan datang pada akhirnya; hal-hal baik membutuhkan waktu. Saya percaya pada jalan yang sedang saya bangun. Saya tidak terburu-buru, saya selalu penuh ambisi, dan saya dengan tenang percaya bahwa suatu hari nanti, waktu saya akan tiba."

Perjalanan menuju Ballon d'Or berikutnya masih menyisakan waktu sekitar satu tahun.

Namun, kompetisi sepak bola terus berjalan dan Yamal sudah memiliki kesempatan untuk membuktikan kemampuannya bersama Barcelona.

Pertandingan melawan Alaves menjadi momen penting bagi Blaugrana untuk mengembalikan kepercayaan diri para pendukung.

Mereka ingin kembali memperlihatkan permainan menarik seperti yang ditunjukkan pada awal musim sebelum dua kekalahan terakhir mengganggu momentum tim.

Orang-orang yang mengenal Yamal secara dekat mengakui bahwa pekan sebelumnya menjadi periode yang cukup mengecewakan bagi sang pemain.

Ia memang sempat mencetak gol ketika Barcelona menghadapi PSG di Paris.

Namun, kontribusi tersebut belum cukup untuk menutupi penampilan tim yang kurang memuaskan dalam pertandingan tersebut.

Ketika menghadapi Real Madrid, Yamal juga tidak mampu menunjukkan permainan terbaiknya.

Bahkan, ia sempat membuang peluang yang sebenarnya cukup terbuka untuk menghasilkan gol.

Kegagalan mendapatkan Ballon d'Or kemudian menjadi tambahan kekecewaan bagi pemain muda tersebut.

Meski begitu, orang-orang terdekatnya tetap optimistis bahwa Yamal mampu segera melewati situasi sulit tersebut.

Mereka tetap memberikan penilaian positif terhadap karakter dan kemampuan sang pemain.

"Dia adalah tipe orang cerdas yang berbeda dan akan cepat bangkit kembali."

Pertandingan menghadapi Alaves yang sedang mengalami enam kekalahan beruntun menjadi peluang bagi Yamal untuk memulai kembali perjalanannya.

Laga tersebut juga bisa menjadi awal baru bagi ambisinya untuk mendapatkan Ballon d'Or pada masa mendatang.

Di sisi lain, Yamal diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam memimpin Barcelona setelah tim mengalami periode yang kurang meyakinkan.

Hansi Flick sebelumnya mengakui bahwa para pemainnya mulai kehilangan kelincahan dalam beberapa pertandingan terakhir.

Karena itu, pelatih asal Jerman tersebut memberikan waktu libur selama dua hari setelah kekalahan dalam El Clasico agar para pemain dapat memulihkan kondisi mental.

Yamal memanfaatkan kesempatan tersebut dengan pergi ke London bersama sejumlah orang terdekatnya.

Namun, persoalan Barcelona sebenarnya tidak hanya berkaitan dengan kelelahan para pemain.

Gelombang cedera yang menyerang ruang ganti, khususnya di sektor pertahanan, turut memperumit situasi tim.

Selain itu, Barcelona kembali memperlihatkan sejumlah kelemahan dalam menerapkan strategi permainan.

Hal tersebut terutama terlihat ketika mereka harus mundur untuk bertahan dan menghadapi tekanan dari pemain lawan.

Setelah menggelar pertemuan pada Kamis yang dihadiri Presiden Joan Laporta dan Direktur Olahraga Deco, manajemen Barcelona menyampaikan dukungan terhadap proyek tim.

Mereka juga menegaskan kepercayaan kepada Hansi Flick untuk melanjutkan pekerjaannya bersama Blaugrana.

Dukungan tersebut menjadi perkembangan penting karena sebelumnya situasi seperti ini belum pernah menjadi pembahasan serius di lingkungan klub.

Kini, salah satu pemain yang diharapkan mampu menjawab kepercayaan tersebut adalah Lamine Yamal.

Ia kembali menjalani pertandingan La Liga dengan membawa Trofi Kopa sebagai bukti pencapaian individunya.

Barcelona membutuhkan kemenangan meyakinkan untuk mengembalikan kepercayaan diri sebelum memasuki periode pertandingan yang padat.

Setelah menghadapi Alaves, Blaugrana dijadwalkan bertemu Aston Villa di Liga Champions pada pukul 03.00 dini hari tanggal 4 Januari.

Selanjutnya, Barcelona akan menjalani pertandingan penting melawan Atletico Madrid pada pukul 03.00 dini hari tanggal 9 November.

Duel melawan Atletico tersebut berpotensi menjadi salah satu pertandingan penentu dalam persaingan memperebutkan posisi teratas klasemen La Liga musim 2026-2027.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.