Hansi Flick Khawatir Raphinha Cedera Lagi, Minta Carlo Ancelotti Batasi Menit Bermain di Timnas Brasil

AKURAT BANTEN - Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menyampaikan kekhawatirannya mengenai pemanggilan Raphinha ke tim nasional Brasil untuk agenda pertandingan internasional November.
Flick berharap pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, dapat mengatur menit bermain pemain berusia 29 tahun tersebut agar tidak mengalami masalah kebugaran.
Raphinha masuk dalam daftar skuad Brasil untuk menjalani dua pertandingan persahabatan di Singapura.
Tim Samba dijadwalkan menghadapi Jepang pada 14 November dan tuan rumah Singapura pada 17 November.
Pemanggilan tersebut menjadi perhatian Barcelona karena Raphinha sebelumnya mengalami masalah pada bagian paha ketika membela Brasil dalam jeda internasional sebelumnya.
Berbicara dalam konferensi pers menjelang pertandingan La Liga melawan Alaves, Hansi Flick mengakui bahwa situasi tersebut membuatnya tidak sepenuhnya tenang.
Terlebih lagi, Raphinha harus menempuh perjalanan panjang menuju Asia Tenggara setelah baru saja melewati masa pemulihan cedera.
Pelatih asal Jerman tersebut mengaku telah membicarakan kondisi pemainnya bersama Direktur Olahraga Barcelona, Deco.
Flick juga berharap Ancelotti dapat memberikan perhatian khusus terhadap pengaturan waktu bermain Raphinha selama membela Brasil.
“Saya berbicara dengan Deco. Raphinha adalah pemain yang sangat penting. Setelah jeda internasional baru-baru ini, Raphinha kembali ke Barcelona dengan cedera, yang tidak ideal. Tapi apa yang sudah terjadi, terjadilah, kita tidak bisa mengubahnya.”
Ia juga memahami bahwa Raphinha memiliki kebanggaan tersendiri ketika mendapatkan kesempatan memperkuat negara asalnya.
“Saya tahu Raphinha adalah kapten di sini dan mencintai klub ini, tetapi dia orang Brasil dan ketika dipanggil, dia siap. Setiap pemain ingin bermain untuk Brasil. Jika dia bisa mengatur waktu bermainnya dengan baik, saya akan senang. Sejujurnya, kedatangan Raphinha ke Singapura bukanlah hal yang ideal, tetapi itu di luar kendali saya.”
Pernyataan Flick menggambarkan dilema yang sedang dihadapi Barcelona ketika harus melepas pemainnya untuk membela tim nasional.
Klub tidak memiliki kewenangan untuk melarang pemain yang berada dalam kondisi sehat memenuhi panggilan negaranya.
Namun, Barcelona tetap harus memperhitungkan risiko kebugaran pemain, terutama ketika mereka baru saja pulih dari cedera.
Dalam agenda kali ini, Raphinha diperkirakan harus menempuh perjalanan pulang pergi sekitar 22.000 kilometer.
Jarak tersebut menjadi perhatian karena sang pemain baru pulih dari masalah otot yang membuatnya absen dalam dua pertandingan Barcelona pada awal bulan ini.
Cedera terbaru Raphinha terjadi kurang dari sebulan sebelum pemanggilan internasional kali ini.
Ia mengalami masalah pada paha kanan ketika Brasil mengalahkan Australia dengan skor 4-2 dalam pertandingan persahabatan.
Setelah mencetak gol melalui titik penalti, Raphinha harus meninggalkan lapangan pada babak pertama.
Kondisi tersebut membuatnya tidak mendapatkan panggilan lanjutan dari tim nasional dalam agenda sebelumnya.
Meskipun pemeriksaan medis tidak menemukan indikasi cedera serius, Barcelona memilih mengambil langkah hati-hati dan tidak terburu-buru memainkan sang pemain.
Flick kemudian memastikan bahwa Raphinha tidak akan tampil ketika Barcelona menghadapi Getafe dan Galatasaray.
Keputusan itu diambil karena masalah otot yang dialami sang pemain membutuhkan penanganan serta waktu pemulihan lebih lanjut.
Kekhawatiran Barcelona juga dipengaruhi oleh catatan cedera Raphinha yang cukup mengkhawatirkan.
Sepanjang musim 2025-2026, pemain Brasil tersebut tercatat melewatkan 26 pertandingan akibat masalah paha yang berulang.
Beberapa gangguan kebugaran tersebut bahkan berkaitan dengan aktivitasnya ketika menjalankan tugas internasional.
Padahal, sebelum mengalami cedera, Raphinha sedang menunjukkan performa luar biasa bersama Barcelona.
Ia berhasil mencetak 15 gol dan menyumbangkan tiga assist dalam 11 penampilan di seluruh kompetisi.
Namun, kontribusinya mengalami penurunan dalam tiga pertandingan terakhir.
Pemain berusia 29 tahun itu belum mampu memperlihatkan performa terbaiknya ketika Barcelona mengalami kekalahan beruntun dari PSG dan Real Madrid.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2MA Batalkan Suket Ijazah Gibran, Mahfud MD Tegaskan Harus Diproses Pidana: 'Sudah Jelas!'
- 3Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 4Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 5TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 6Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 7Bikin Malu! Warga Australia Mengamuk Usai Melbourne Victory Dihancurkan Persib Bandung di Kandang Sendiri
- 8Data Pelanggan Fore Coffee Bocor? CEO Imbau Pengguna Segera Lakukan Langkah Penting Ini!
- 9Lewandowski Sindir Arsenal soal Gelar Juara, Fans The Gunners Langsung Dapat Balasan Telak!
- 10Liverpool Berubah Total di Tangan Iraola, Van Dijk Ungkap Satu Hal yang Wajib Dilakukan Rekan Setimnya!








