Hansi Flick Bikin Pemain Barcelona Tak Betah? Aturan Menginap di Hotel Mulai Dipertanyakan

AKURAT BANTEN - Barcelona sedang menghadapi persoalan yang tidak kalah menarik dari hasil pertandingan di atas lapangan.
Sejumlah pemain dikabarkan mulai mempertanyakan kebijakan Hansi Flick yang membuat skuad lebih sering menghabiskan waktu di hotel, terutama ketika jadwal pertandingan sedang padat.
Situasi tersebut mencuat setelah Barcelona mengalami dua kekalahan beruntun dari Paris Saint-Germain di Liga Champions dan Real Madrid dalam El Clasico La Liga. Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri rentetan hasil sempurna Blaugrana.
Flick kemudian menyoroti faktor kebugaran dan kurangnya kesegaran pemain setelah kekalahan dari Real Madrid.
Menurut laporan Xavi Hernández Navarro dari ARA, pernyataan tersebut turut membuka kembali perdebatan di internal tim mengenai bagaimana pemain seharusnya beristirahat di tengah jadwal yang padat.
Berawal dari Insiden di Sevilla
Perdebatan mengenai kebijakan hotel salah satunya muncul setelah Barcelona menang telak 5-2 atas Real Betis di Estadio de La Cartuja pada 17 Oktober 2026.
Barcelona sebenarnya berencana kembali ke Catalunya setelah pertandingan. Namun, cuaca buruk membuat penerbangan mereka terganggu.
Para kapten Barcelona disebut sempat memilih menunggu di bandara dengan harapan pesawat bisa kembali terbang.
Baca Juga: Lamine Yamal Gagal Raih Ballon d'Or 2026, Barcelona Dituntut Bangkit Saat Hadapi Alaves
Flick akhirnya mengambil keputusan berbeda. Ia meminta seluruh rombongan menginap di sebuah hotel di Sevilla dan baru kembali ke Barcelona keesokan harinya.
Keputusan tersebut menjadi perhatian karena Barcelona hanya memiliki waktu dua hari sebelum harus melakukan perjalanan ke Paris untuk menghadapi PSG.
Flick kemudian menilai gangguan perjalanan dan waktu istirahat ikut memengaruhi persiapan tim menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya.
Pemain Lebih Ingin Tidur di Rumah
Menurut laporan ARA, sebagian pemain Barcelona merasa pemulihan tidak selalu berarti harus berada di hotel.
Mereka justru merasa bisa mendapatkan pemulihan mental yang lebih baik ketika berada di rumah, bertemu keluarga, makan malam bersama orang-orang terdekat, lalu tidur di tempat tidur sendiri.
Persoalan tersebut menjadi semakin relevan ketika jadwal pertandingan sangat padat.
Menghabiskan beberapa malam di hotel dalam satu pekan berarti pemain kehilangan waktu bersama keluarga, sesuatu yang menurut sebagian anggota skuad juga memiliki pengaruh terhadap kondisi mental.
Flick sendiri memang dikenal sangat memperhatikan detail mengenai pemulihan. Ia bahkan menggunakan jasa konsultan tidur Anna West untuk membantu mengoptimalkan kebiasaan tidur para pemain.
Baca Juga: Lionel Messi Lolos dari Hukuman Skorsing MLS, Ini Aturan Khusus yang Menyelamatkannya
West disebut memantau berbagai aspek, mulai dari suhu kamar, perlengkapan tidur, penggunaan gawai sebelum tidur hingga kebiasaan tidur pemain.
Pendekatan tersebut menunjukkan betapa seriusnya Flick dalam memastikan skuad mendapatkan waktu istirahat berkualitas.
Bukan Kali Pertama Aturan Ini Diperdebatkan
Perdebatan mengenai kebiasaan menginap di hotel sebenarnya bukan hal baru di Barcelona. Mantan kapten Carles Puyol dan Xavi Hernandez pernah mendorong agar skuad tidak terlalu sering menginap di hotel jika situasinya memungkinkan.
Bahkan, pada periode sebelumnya, Flick juga pernah melonggarkan aturan tersebut setelah berdiskusi dengan para pemain.
Baca Juga: Jadwal FIFA Days Timnas Indonesia November 2026 Terancam Berubah, PSSI Siapkan Opsi Turki
Pada 2025, laporan Relevo menyebut Flick bersedia mengubah rutinitas perjalanan agar tim bisa pulang dan tidur di rumah ketika kondisi logistik memungkinkan.
Kini, dengan jadwal yang kembali sangat padat, persoalan tersebut muncul lagi.
Flick tentu memiliki alasan kuat untuk mempertahankan standar pemulihan yang ketat. Namun, ia juga harus menemukan titik tengah agar kebutuhan fisik pemain tidak berbenturan dengan kenyamanan dan kondisi mental mereka.
Apalagi Barcelona sudah ditunggu Aston Villa dan Atletico Madrid dalam rentang waktu yang berdekatan.
Baca Juga: 12 Akun Polymarket Diduga Bocorkan Hasil Ballon d'Or 2026, Raup Keuntungan Hampir Rp3 Miliar
Dengan jadwal sepadat itu, keputusan sederhana seperti tidur di hotel atau di rumah bisa berubah menjadi persoalan penting bagi perjalanan musim Blaugrana.
Untuk saat ini, belum ada indikasi bahwa ruang ganti Barcelona mengalami perpecahan.
Namun, laporan mengenai keberatan sejumlah pemain menjadi sinyal bahwa Flick perlu kembali mendengarkan suara skuadnya.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2MA Batalkan Suket Ijazah Gibran, Mahfud MD Tegaskan Harus Diproses Pidana: 'Sudah Jelas!'
- 3Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 4Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 5TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 6Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 7Bikin Malu! Warga Australia Mengamuk Usai Melbourne Victory Dihancurkan Persib Bandung di Kandang Sendiri
- 8Data Pelanggan Fore Coffee Bocor? CEO Imbau Pengguna Segera Lakukan Langkah Penting Ini!
- 9Lewandowski Sindir Arsenal soal Gelar Juara, Fans The Gunners Langsung Dapat Balasan Telak!
- 10Liverpool Berubah Total di Tangan Iraola, Van Dijk Ungkap Satu Hal yang Wajib Dilakukan Rekan Setimnya!









