Banten

12 Akun Polymarket Diduga Bocorkan Hasil Ballon d'Or 2026, Raup Keuntungan Hampir Rp3 Miliar

Viona Sebastian Nolani | 31 Oktober 2026, 20:03 WIB
12 Akun Polymarket Diduga Bocorkan Hasil Ballon d'Or 2026, Raup Keuntungan Hampir Rp3 Miliar
Pemenangan Ballon d'Or 2026. - instagram/@ballondorofficial

AKURAT BANTEN - Aktivitas taruhan tidak biasa senilai lebih dari 264.000 dolar AS di platform Polymarket memicu dugaan adanya kebocoran informasi internal terkait hasil Ballon d'Or 2026.

Kasus ini mencuat setelah ditemukan 12 akun yang memprediksi lima besar peraih penghargaan tersebut dengan urutan yang sama persis seperti hasil pengumuman resmi.

Majalah France Football selaku penyelenggara Ballon d'Or kini tengah melakukan penyelidikan terhadap aktivitas taruhan mencurigakan tersebut.

France Football juga telah menghubungi kepolisian Prancis untuk meminta klarifikasi mengenai dugaan kebocoran informasi tersebut.

Baca Juga: Usai MA Ketok Palu Soal Suket Ijazah Gibran, Fraksi PKB Resmi Bersikap: Ini Poin Pentingnya!

The Guardian edisi Inggris melaporkan pada 30 Oktober bahwa 12 akun tersebut memasang taruhan dengan nilai keseluruhan lebih dari 264.000 dolar AS sebelum malam penghargaan berlangsung.

Dari aktivitas tersebut, para pemilik akun diduga memperoleh keuntungan hampir 200.000 dolar AS.

Penghargaan Ballon d'Or 2026 sendiri digelar di London, Inggris, pada 26 Oktober.

Dalam pengumuman tersebut, penyerang Harry Kane berhasil menempati posisi pertama, disusul Kylian Mbappe, Lamine Yamal, Rodri, dan Lionel Messi.

Baca Juga: Jadwal FIFA Days Timnas Indonesia November 2026 Terancam Berubah, PSSI Siapkan Opsi Turki

Menariknya, susunan lima pemain terbaik itu sesuai dengan prediksi yang sebelumnya dipasang oleh kelompok akun mencurigakan di Polymarket.

Berdasarkan investigasi media keuangan Prancis, Upside, seluruh akun tersebut dibuat dalam rentang 1 hingga 20 Oktober.

Dari 12 akun yang teridentifikasi, tujuh di antaranya tidak pernah mengikuti pasar taruhan lainnya.

Sementara itu, enam akun tercatat melakukan transaksi pertama hanya sekitar 15 menit setelah proses pembuatan akun selesai.

Pola aktivitas tersebut semakin menimbulkan kecurigaan karena para pengguna lebih banyak mengarahkan taruhan pada prediksi peringkat pemain Ballon d'Or.

Mereka tidak menyebarkan dana ke berbagai kemungkinan hasil seperti yang lazim dilakukan dalam aktivitas taruhan lainnya.

Upside juga menemukan satu akun yang mempertaruhkan seluruh dananya untuk menebak lima posisi teratas Ballon d'Or secara berurutan.

Sementara akun lainnya turut melakukan transaksi dengan memprediksi posisi para pemain yang masuk kelompok teratas.

Raphael Paultard, salah satu pendiri Upside, mengungkapkan bahwa tim investigasi menelusuri aktivitas transaksi melalui teknologi blockchain.

Dari penelusuran tersebut, mereka menemukan satu akun yang memiliki keterkaitan dengan platform keuangan asal Prancis bernama Deblock.

Platform tersebut dikabarkan memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi pelanggan yang berada di balik akun penyedia dana taruhan.

Meski demikian, identitas orang-orang yang diduga terlibat dalam aktivitas tersebut hingga kini belum dipublikasikan.

Setelah menerima hasil investigasi Upside, France Football mengambil langkah dengan memulai penyelidikan internal.

Pihak penyelenggara juga telah menghubungi kepolisian Prancis untuk menindaklanjuti dugaan kebocoran informasi hasil Ballon d'Or 2026.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.