Banten

Ngopi Bareng Aparat dan Pelajar di Cengkareng Jadi Langkah Baru Redam Tawuran Remaja

Moehamad Dheny Permana | 22 November 2025, 14:18 WIB
Ngopi Bareng Aparat dan Pelajar di Cengkareng Jadi Langkah Baru Redam Tawuran Remaja

Akurat Banten - Pemerintah Kota Jakarta Barat kembali mengambil langkah berbeda untuk meredam maraknya aksi tawuran remaja, kali ini melalui kegiatan bertajuk Ngopi Cetar yang digelar di Gelanggang Remaja Cengkareng.

Acara yang dikemas santai namun penuh pesan ini mempertemukan pelajar, aparat keamanan, hingga tokoh masyarakat dalam satu ruang dialog terbuka.

Kegiatan tersebut dihadirkan sebagai wadah komunikasi sekaligus upaya membangun kesadaran kolektif agar konflik antar kelompok remaja tidak lagi terjadi di wilayah tersebut.

Kepala Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jakarta Barat, Tumpal Hasiholan, menyebut kegiatan itu dirancang untuk mendekatkan pemerintah daerah dan masyarakat dalam suasana yang jauh lebih cair.

“Kami ingin memastikan semua elemen memahami bahwa langkah pencegahan kekerasan itu hanya bisa efektif kalau dilakukan bersama,” ujarnya.

Tumpal menekankan bahwa isu tawuran tidak dapat dibebankan pada aparat keamanan saja, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan sekitar.

Baca Juga: Detik Mencekam ‘Loss Power’: Pesawat Cessna yang Jatuh di Area Sawah Karawang, 5 Awak Selamat

Ia menambahkan bahwa karakter remaja terbentuk bukan hanya di dalam ruang kelas tetapi juga melalui bimbingan dan pengawasan masyarakat.

Para pelajar yang hadir pun mendapatkan pesan khusus agar lebih berhati-hati dalam memilih lingkungan pergaulan.

Tumpal menegaskan pentingnya menghindari ajakan-ajakan yang bersifat provokatif, apalagi yang berpotensi memicu kekerasan.

“Jangan mau ditarik ke arah yang merugikan diri maupun sekolah,” katanya.

Selain menyasar pelajar, Tumpal juga mengajak para orang tua untuk memperkuat komunikasi dengan anak-anak di rumah.

Menurutnya, perhatian orang tua menjadi fondasi penting yang dapat mencegah remaja terlibat dalam tindakan negatif.

Ia menggarisbawahi bahwa pembinaan karakter harus terus berjalan di dua arah, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.

Tokoh masyarakat dan para ketua RT-RW pun tidak luput dari ajakan untuk terlibat aktif.

Pemantauan lingkungan dan deteksi dini terhadap potensi konflik disebut harus terus diperkuat agar berbagai indikasi tawuran dapat segera ditangani sebelum pecah menjadi aksi nyata.

Untuk aparat keamanan di lapangan, Tumpal menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang selama ini dilakukan.

Baca Juga: Hubungan Pemerintah dan Media Harus Semakin Solid di Tengah Derasnya Informasi Digital

Ia menilai kerja sama antara Babinsa, Babinkamtibmas, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga situasi tetap kondusif.

“Kerja sama yang sudah terbentuk ini semoga semakin solid ke depannya,” ucapnya.

Melalui forum seperti Ngopi Cetar, pemerintah berharap pendekatan berbasis dialog mampu memperkecil ruang konflik sekaligus membuka jalur komunikasi yang lebih sehat bagi generasi muda.

Kesadaran bersama diharapkan menjadi benteng agar masa depan remaja Jakarta Barat tidak lagi ternodai oleh aksi tawuran yang merugikan banyak pihak.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.