Banten

Tragedi Bromo: Rem Blong Bus Pariwisata Renggut 8 Nyawa Nakes, Sopir Ungkap Detik-detik Mencekam

Saeful Anwar | 15 September 2025, 10:55 WIB
Tragedi Bromo: Rem Blong Bus Pariwisata Renggut 8 Nyawa Nakes, Sopir Ungkap Detik-detik Mencekam

AKURAT BANTEN–Sebuah perjalanan wisata yang seharusnya membawa kebahagiaan berubah menjadi duka mendalam.

Pada Minggu (14/9), sebuah bus pariwisata yang mengangkut rombongan tenaga kesehatan (nakes) dari RS Bina Sehat Jember mengalami kecelakaan tragis di kawasan Bromo, tepatnya di Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.

Insiden maut ini menewaskan delapan orang dan melukai puluhan lainnya.

Baca Juga: Siap-siap! Ini Daftar Mobil & Motor yang Dilarang Isi Pertalite Mulai 14 September

Detik-detik Mencekam di Jalan Menurun

Menurut keterangan sang sopir, Albahri (57), kecelakaan ini diduga disebabkan oleh rem blong. Albahri merasakan ada yang tidak beres dengan rem busnya sejak tiba di wilayah Jatian.

"Sampai di Jatian itu rem sudah tidak enak," ujarnya. Menyadari bahaya yang mengancam, ia berusaha menepikan kendaraan sambil memperlambat laju bus.

Namun, situasi semakin kritis. Saat melintasi tanjakan dan tikungan tajam, rem bus benar-benar tidak berfungsi.

"Rem blong itu sudah dari Jatian itu yang anginnya sudah tidak ada," imbuhnya.

Dengan kondisi jalan yang ramai, Albahri memutuskan untuk membanting setir ke kanan, ke arah jalan yang kosong, demi menghindari tabrakan dengan kendaraan lain.

Bus dengan nomor polisi P 7221 UG itu pun lepas kendali.

Bus yang mengangkut 52 penumpang ini menghantam pekarangan warga sebelum akhirnya terguling.

Bagian depan dan sisi kanan bus rusak parah, menjadi saksi bisu betapa parahnya benturan yang terjadi.

Baca Juga: Bulog Optimistis Target 1,3 Juta Ton Beras SPHP Tercapai Tahun Ini

Tanggap Darurat dan Duka Mendalam

Delapan korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi, sementara puluhan lainnya langsung dilarikan ke beberapa rumah sakit dan puskesmas terdekat, seperti RSUD dr. M. Saleh, RSUD Ar Rozy, dan RSUD Tongas.

Seluruh pihak berupaya keras untuk memberikan penanganan medis optimal kepada para korban luka.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan duka cita mendalam atas nama pemerintah provinsi.

“Saya menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa rombongan bus pariwisata di kawasan Gunung Bromo,” katanya.

Khofifah juga menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan transportasi, terutama untuk bus pariwisata.

Ia menugaskan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur untuk segera berkoordinasi.

Dishub diminta mengevaluasi seluruh armada bus, sementara Dinkes memastikan semua korban mendapatkan perawatan terbaik.

“Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Saya berharap kejadian ini menjadi pembelajaran penting agar semua armada dilakukan perawatan secara rutin dan laik jalan sebelum diberangkatkan,” tegasnya.

Baca Juga: Ngeri! Hukuman Mati di Korea Utara Makin Gila, Nonton Drakor Saja Bisa Jadi Dosa

Mengapa Perawatan Rutin Transportasi Sangat Penting?

Tragedi ini kembali mengingatkan kita betapa vitalnya perawatan rutin kendaraan, terutama yang digunakan untuk mengangkut banyak orang.

Rem blong bukan hanya kegagalan teknis, melainkan dapat menjadi pemicu malapetaka yang merenggut nyawa.

Kasus ini juga menjadi sorotan bagi para penyedia jasa transportasi untuk tidak mengabaikan pemeriksaan kelayakan kendaraan sebelum memulai perjalanan (**)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman